Hehe...iya mas, saya memang salah, makanya sebelum berkomentar saya bilang "SORRY FORUM" dulu...
saya masih sadar kalo gak boleh berpolitik di forum ini, tapi gak tahan mau komentar mas.. Maaf sekali lagi... Happy trading.... Regards, Pemulung Sampah BEI ________________________________ From: Tongat Benerva <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, November 14, 2008 4:03:27 PM Subject: Re: [saham] Wapres:Apa salahnya Bakrie dibantu kesalahan.., komentar nya kok ditanggapi dng serius.. 2008/11/14 aldo Miner <[EMAIL PROTECTED] com> Sorry Forum, Saya Pemulung sampah BEI (saham2 yang katanya sudah hampir tak berharga lagi) boleh bertanya dikit, buat diri pribadi, buat JK dan renungan buat Semua: Pertanyaannya sekarang adalah: 1. Apakah perusahaan2 nasional yang dimaksud sudah berperan penting terhadap negara? 2. Apakah mereka sudah bayar pajak, bayar royalty, dan sebagainya sebaimana diwajibkan buat negara?Bukankah mereka sering dan sampai saat ini menunggak banyak pajak dan royalti yang nilainya bertriliun2 rupiah? 3. Apakah mereka peduli dengan nasib bangsa sendiri, dimana peran mereka? Kapan sich mereka berbagi dengan anak bangsa? Sejauh mana dan sekeren mana mereka punya Foundation untuk Kemajuan pendidikan Putra Putri Indonesia? 4. Mereka kemanakan Batubara dan CPO dari Bumi Indonesia?, kenapa kita pernah langka minyak makan, CPO padahal mereka tanam seluas2nya di Bumi Indonesia tercinta, seluas mata memandang? Kalo memang mereka produksi batubara banyak, kenapa PLN harus krisis batubara untuk suply listrik rakyat Indonesia, hingga pemerintah juga yang kocar kacir cari stok, sampai diisukan mau beli batubara thailand? 5. Kalo memang mereka buka banyak lapangan kerja, apakah mereka sudah memberikan gaji yang layak dan penghidupan layak terhadap karyawannya, yang notabene saudara sebangsanya sendiri setanah air? Bukankah perusahaan asing lebih mahal bayarnya daripada mereka-mereka? Tuh banyak Putra Putri terbaik milih kerja dengan asing tuh daripada gabung dengan perusahaan saudaranya sendiri..(Saudara Tiri kali?) 6.Bangga sekali membantu Bank-Bank bermasalah, apa lupa dengan dana BLBI yang berpuluh triliun, apa memang sudah kembali? 7. Apakah mereka punya tanggungjawab terhadap lingkungan yang rusak akibat usaha mereka? Mana ganti rugi yang layak buat rakyat yang terkena bencana akibat aktifitas usaha mereka? 9. Apa mereka masih layak dibantu daripada rakyat yang kelaparan? Sadarlah pemerintah ku dan wahai pengusaha nasional, jangan terlalu rakus!!! Salam, Aldo Putra Lubis ________________________________ From: hs <[EMAIL PROTECTED] com> To: saham <[EMAIL PROTECTED] com> Sent: Friday, November 14, 2008 3:39:25 PM Subject: [saham] Wapres:Apa salahnya Bakrie dibantu Wapres Jusuf Kalla melihat perusahaan nasional yang banyak membuka lapangan kerja tidak ada salahnya dibantu jika sedang mengalami kesulitan seperti halnya Grup Bakrie. Dia menyayangkan sikap curiga dan apriori publik terhadap pertemuan pemerintah dan kalangan pengusaha. Menurutnya, di negara seperti Jepang dan China juga kerap ada pertemuan pemerintahnya dan kalangan pengusaha. "Jangan terlalu apriori dengan pertemuan-pertemuan pengusaha nasional. Kalau ada pengusaha yang bermasalah mari kita bantu apa salahnya bertemu. Jepang juga begitu, China juga begitu, curiga amat. Saya tersinggung kalau perusahaan nasional tidak dibantu," tegas Kalla usai jumpa pers di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/11/2008) . Kalla mengingatkan kalau terus menumbuhkan sikap curiga terhadap pengusaha itu justru berbahaya. Pengusaha menurutnya, telah membuka banyak lapangan kerja dan tidak ada lapangan kerja kalau tidak ada pengusaha. "Masa Bakrie dilihat supaya jatuh apa salahnya dibantu. Astra juga dulu dibantu, malah dulunya konglomerat- konglomerat dibantu, bank-bank bermasalah dibantu. Masa Bakrie 1-2 hari dibantu kok dimasalahin apa salahnya? Ini kan hanya kecil," ujar Kalla. Grup Bakrie saat ini memang sedang mengalami kesulitan likuiditas untuk membayar repo sahamnya. Segala upaya tengah dilakukan grup Bakrie agar bisa melunasi utangnya yang hampir mencapai Rp 12 triliun. Sumber: detikcom ________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
