pertanyaan bagus pak Dean...
yang jadi dasar pemikiran adalah, kita ngga Maha Tau, sehing pengetahuan 
kitapun terbatas dan ngga bisa meng analisa segala sesuatu dalam waktu yang 
bersamaan. boro - boro analisa dengan mempertimangkan kurs rupiah, menganalisa 
tanpa pertimbangan kurs aja sering salaah kok. 

yang jadi dasar pertanyaan bapak kan, "Ntar kan cuan saya jadi berkurang donk 
kalau ruppiah melemah". menurut saya sih seua itu sudah masuk dalam Country 
Risk. ada baiknya, memiliki 2 rekening yang sama. dollar dan rupiah. dan setiap 
kali cuan, setengahnya masukin ke rekenig dollar. sehingga jika dollar menguat 
atau melemah, maka uang anda akan tetap sama atau di hedge. 

Dan anda bisa tetap FOKUS ke 1 hal saja. 

 
ATAU (FA), spekulasi aja saham yang berbasiskan dollar seperti BUMI,INKP,TKIM, 
INCO, dll. sehingga uang anda sudah langsung terkonversi ke USD. 
=======================================
Dolgado 
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com




________________________________
From: Dean Earwicker <[email protected]>
To: [email protected]; "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected]
Sent: Sunday, December 21, 2008 9:26:05 PM
Subject: [saham] Tanya basic TA, pengukuran sumbu X & Y


Mau tanya basic TA nih. Seperti kita tahu bersama TA adalah teknik membaca 
pergerakan harga dengan menganalisa chart yang terbentuk, namun chart ini 
dipengaruhi beberapa hal, antara lain SATUAN (sumbu Y=harga) dan WAKTU (sumbu 
X).

        1. Spt kita ketahui untuk saham sumbu Y selalu dalam Rupiah, padahal 
rupiah sendiri berfluktuasi thd USD. Investor pasar modal terutama insitusi 
selalu mengukur tidak hanya dari instrumennya (saham) tapi juga kekuatan kurs 
nya (rupiah), krn saham yang naik 10% tapi kurs melemah -30% sama aja boong. 
Belum lagi tingkat inflasi dan suku bunga.


        2. Sedangkan sumbu Y juga terpengaruh oleh batas Auto Rejection, 
sehingga misalnya saham X yang harusnya koreksi 50% dalam 2 hari (karena 
sentimen yang sangat jelek), "terpaksa" harus koreksi sampai seminggu lebih 
akibat aturan ini. Sumbu Y juga terpengaruh apabila saham di suspen dalam waktu 
yang cukup lama.
Tentunya kedua hal diatas mempengaruhi indikator-indikator TA, baik analisa 
pattern spt candlestick, trend (MACD, Trix) maupun antisipatif (S/R lines, W%R, 
RSI, Stoch). 

Saya cuma pengin tahu gimana kawan2 penggemar TA menyikapi hal-hal diatas. 

Thanks.

Regards,
DE
 


      

Kirim email ke