Jadilah Seperti Lebah   Oleh: Tim dakwatuna.com 
  
---------------------------------
      
    Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia 
makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang 
bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, 
Al-Hakim, dan Al-Bazzar)
  Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat 
itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga 
di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan 
tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi 
manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., 
“Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia 
lain.”
  Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan 
manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa 
pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat 
orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.
  Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah 
saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru 
sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu 
sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan 
Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di 
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. 
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu 
yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) 
yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi 
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda 
(kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)
  Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya 
dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:
  Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.
  Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan 
lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan 
tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi 
bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung 
bahan madu atau nektar.
  Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:
  Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan 
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan 
adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)
  (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka 
dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang 
menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan 
yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan 
bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan 
belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman 
kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang 
diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. 
(Al-A’raf: 157)
  Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan 
sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan 
wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil 
perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).
  Mengeluarkan yang bersih.
  Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat 
untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? 
Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan 
dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang 
menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga 
diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!
  Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang 
yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah 
kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)
  Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di 
atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke 
arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah 
kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam 
ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh 
manusia dan makhluk lainnya.
  Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka 
buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; 
perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; 
hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang 
amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.
  Tidak pernah merusak
Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak 
pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang 
mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material 
maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap 
yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan 
akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun 
bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan 
terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu 
dan mengajukan koruptor ke pengadilan.
Bekerja keras
  Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat 
“menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan 
setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari 
madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah 
Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu 
telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh 
(urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)
  Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya 
menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun 
kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya 
“dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.
  Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
  Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun 
bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. 
Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil 
teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor 
lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang 
tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar 
membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya 
Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang 
teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” 
(Ash-Shaff: 4)
Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
  Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa 
terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, 
mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap 
seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.
  Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. 
Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu 
dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam.
   
  source :
  www.dakwatuna.com
   
   
  =========================================================
   
  bagi mereka yang selalu melakukan perbaikan 
   
   
  Dhira
  http://tiensforall.cjb.net

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke