Sambutanmu, menenangkan jiwaku Kelelahan dan kelusuhan diri ini Karena beban yang menumpuk diatas meja kerja Semakin mendidihkan kepala; Namun itu selalu sirna tanpa sisa Ketika aku dapati engkau membuka pintu pagar rumah Wajahmu yang selalu ceria Jilbabmu yang tak pernah lepas ketika menyambutku Binar matamu yang bening Menenangkan jiwaku yang kadang resah Secangkir kopi panas kau sajikan diberanda rumah Air hangat yang kau siapkan laksana sakralnya kembang tujuh rupa hilang sudah kepenatan jiwa ketika engkau bercanda dengan riangnya mengajakku bercerita tentang irama hidup yang selalu berubah terima kasih sayang. Jakarta, 19 November 2009
Praktisi Waluya Reiki Reiki Training And Developmnent center +628569024880 http://surgahati09.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]
