Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
Berapa harga pasaran bahan baku pembuatan kendaraan di Indonesia? Siapakah produsen besi di Indonesia? Apakah dia melakukan monopoli? Berapa angka persentase impor besi kedalam negeri? Berapa bea masuknya? Seberapa besar jaminan pemerintah terhadap pengusaha asing? Lha wong sekarang aja ada pengusaha asing yang diacak-acak oleh pajak, dilakukan pemeriksaan atas dasar Benchmarking, Baca peraturan Benchmarking, Baca peraturan mengenai tatacara pelaksanaan Benchmarking, maka kita tahu bahwa pemeriksaan tersebut adalah bertentangan dengan dasar hukumnya. Wew.Gangan..hargailah investor asing, baru arus uang bisa berjalan dengan wajar, jangan rupiah ditukar mata uang lain didalam negeri sendiri untuk ditabung di swiss atau negara lain, devisanya akan masuk darimana? ck...ck.ck.. Hanya pendapat pribadi yang tidak ditujukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Salam, On Fri, Jun 25, 2010 at 5:06 PM, daniel marsan wrote: > > > > Apa mungkin karena di Thailand dapat insentif pajak dan UU tenaga kerja yg > lebih 'friendly' untuk investor? > > Best wishes > Daniel R Marsan > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
bah, kirim kontainer dari MM2100 cibitung ke priok tuh kalau lancar (jam 6 pagi, hanya 4 jam, tapi kalo keluar dari pabrik jam 1 siang, masuk prioknya jam 10 malam. hahahaha salam, Ari 2010/6/25 Stifanus Stf > > > Secara demand menarik sekali > > sementara biaya produksinya pak: > > sedikit info: (topik wawancara tidak nyambung, tapi ada info pentingnya), > wawancara dengan Fahmi Idris > > http://www.detikfinance.com/read/2010/04/09/083516/1335068/459/tawaran-china-hanya-basa-basi > Panjang isinya kalo di masukin semua, jadi > Cuplikannya yang menurut saya penting: "Mereka (China) tahu kita, misalnya > soal efisiensi pelabuhan dan efisiensi kawasan industri kita. Misalnya > kawasan industri Jababeka jaraknya 40 Km ke Tanjung Priok, akses jalannya > cuma dua yaitu lewat Cakung-Cilincing (Cacing) dan Cawang, tapi kalau Cawang > tidak mungkin karena sudah penuh dengan kendaraan. Nah, satu-satunya > Cakung-Cilincing, tapi kalau musim hujan tergenang belum ada perluasan > jalan. > > Pernah ada studi menyimpulkan bahwa kawasan industri Jababeka ke Tanjung > Priok cuma 1,5 rit (volume angkutan kendaraan ke pelabuhan) per hari. > Sementara di salah satu kawasan industri di Thailand yang jaraknya 80 Km > dari pelabuhan bisa mencapai 4 rit per hari. Artinya betapa tidak efisiennya > sarana transportasi, dan ini diketahui oleh siapa saja. " > > Nah Lo. Jadi ketimbang kurang visi atau leadership (parpol banyaknya dah > minta ampun kok), menurut saya kurang tekniknya. > > Stifanus > > > From: oka > > > > Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh. > Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan > tersebut secara alami tergeser Indonesia. > > Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak > salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk > serta Innova. > > Sayang ya...mestinya dengan kondisi Thailand yang masih berantakan dan > pasar Indonesia yang semakin besar, mestinya Pemerintah mendorong inevstasi > gede2-an merek2 besar di Indonesia. Apa yang kurang sih sebenarnya? ngak > punya visi atau ngak ada leadeship? > > Oka > > Ford Bangun Pabrik Baru di Thailand > 24/06/2010 17:19:11 WIB > BANGKOK, investorindonesia.com > Produsen mobil AS, Ford Motor Co, mengumumkan akan menghabiskan US$ 450 > juta untuk membangun pabrik baru di Thailand. Investasi > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] = Millis AKI mendukung kampanye "Stop Smoking" = Alamat penting terkait millis AKI Blog resmi AKI: www.ahlikeuangan-indonesia.com Facebook AKI: http://www.facebook.com/group.php?gid=6247303045 Arsip Milis AKI online: http://www.mail-archive.com/[email protected] = Perhatian : Untuk kenyamanan bersama, agar diperhatikan hal-hal berikut: - Dalam hal me-reply posting, potong/edit ekor posting sebelumnya - Diskusi yg baik adalah bila saling menghormati pendapat yang ada. Anggota yang melanggar tata tertib millis akan dikenakan sanksi tegas - Saran, kritik dan tulisan untuk blog silahkan kirim ke [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
Secara demand menarik sekali sementara biaya produksinya pak: sedikit info: (topik wawancara tidak nyambung, tapi ada info pentingnya), wawancara dengan Fahmi Idris http://www.detikfinance.com/read/2010/04/09/083516/1335068/459/tawaran-china-hanya-basa-basi Panjang isinya kalo di masukin semua, jadi Cuplikannya yang menurut saya penting: "Mereka (China) tahu kita, misalnya soal efisiensi pelabuhan dan efisiensi kawasan industri kita. Misalnya kawasan industri Jababeka jaraknya 40 Km ke Tanjung Priok, akses jalannya cuma dua yaitu lewat Cakung-Cilincing (Cacing) dan Cawang, tapi kalau Cawang tidak mungkin karena sudah penuh dengan kendaraan. Nah, satu-satunya Cakung-Cilincing, tapi kalau musim hujan tergenang belum ada perluasan jalan. Pernah ada studi menyimpulkan bahwa kawasan industri Jababeka ke Tanjung Priok cuma 1,5 rit (volume angkutan kendaraan ke pelabuhan) per hari. Sementara di salah satu kawasan industri di Thailand yang jaraknya 80 Km dari pelabuhan bisa mencapai 4 rit per hari. Artinya betapa tidak efisiennya sarana transportasi, dan ini diketahui oleh siapa saja. " Nah Lo. Jadi ketimbang kurang visi atau leadership (parpol banyaknya dah minta ampun kok), menurut saya kurang tekniknya. Stifanus From: oka Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh. Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan tersebut secara alami tergeser Indonesia. Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk serta Innova. Sayang ya...mestinya dengan kondisi Thailand yang masih berantakan dan pasar Indonesia yang semakin besar, mestinya Pemerintah mendorong inevstasi gede2-an merek2 besar di Indonesia. Apa yang kurang sih sebenarnya? ngak punya visi atau ngak ada leadeship? Oka Ford Bangun Pabrik Baru di Thailand 24/06/2010 17:19:11 WIB BANGKOK, investorindonesia.com Produsen mobil AS, Ford Motor Co, mengumumkan akan menghabiskan US$ 450 juta untuk membangun pabrik baru di Thailand. Investasi [Non-text portions of this message have been removed]
Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
Saya pernah denger cerita, ada investor ke Cina yang ingin mengembangkan daerah pegunungan menjadi daerah wisata. Dia sih aslinya emang orang Cina, trus merantau ke luar negeri gitu. Dan berhubung gunung ini jauh dari mana-mana, koneksi dari jalan besar ke tempat pariwisata ini belum ada. Maka mereka alot-alotan nego... kalo gak dibukain jalan ya gak bisa ngembangin mereka. Akhirnya si pemerintah daerahnya katanya setuju, dibikinin jalan sama dipasangin menara buat ponsel sama internet. Kalau cuma mengharap dari investor asing saja, mereka kan maunya seenak-enaknya saja. Kalau bisa gak keluar biaya untuk bikin infrastruktur, maka mending gak keluar biaya (bahasa ekonominya eksternalitas - biaya ini dibebankan ke pemerintah atau masyarakat pembayar pajak). Cina, Thailand, dan negara-negara yang baru berkembang tentunya sangat lemah dalam hal infrastruktur. Untuk bisa bersaing dengan jalan tol yang lebarnya bisa dibuat mendarat pesawat terbang, tentu perusahaan swasta akan keberatan untuk membangun infrastruktur ini. Maka kemudian Pemerintah mengambil alih, di bebankan kepada seluruh rakyat pembayar pajak untuk membangun infrastruktur2 strategis ini supaya FDI bisa nyaman dan gak rugi. Negara-negara maju pun tentunya sama. Infrastruktur mereka yang lama semakin lama semakin tua dan perlu diperbaharui. Untungnya bagi mereka posisi awalnya sudah bagus. Jadi ketika pelabuahan dan segala macam di privatisasi, pihak swasta yang menerimanya bisa terus upgrade sedikit demi sedikit tanpa terlalu banyak beban. Kalau dimisalkan perlombaan lari antara kura-kura dan kelinci, kura-kura (negara baru berkembang) sudah jalannya lambat, start nya juga sudah ketinggalan 200 sampai 350 tahun dalam hal membangun infrastruktur. Sedangkan si kelinci (negara maju) sudah jalannya cepat, juga sudah lari duluan di depan 200 tahunan. Yang beruntung, sebenarnya di tahun 1980 an ternyata banyak negara maju mulai privatisasi dan agak "kendor" dalam meningkatkan infrastrukturnya. Lihat saja beberapa tahun lalu ada jembatan di Amerika yang ambruk gara-gara kurang pemeliharaan. Sementara ada negara berkembang yang pintar (Cina, dll) yang pemerintahnya mau mengambil peran membangun jalan, dan berbagai infrastruktur yang kadang "tidak ada untungnya". Banyak jalan baru di Cina yang menerobos gunung, jembatan baru yang merentang di atas sungai, dan perkembangan lapangan udara dan pelabuhan baru yang terkait dengan upaya pemerintahnya memajukan rakyat dan negara. --- On Fri, 25/6/10, Ari Condro wrote: From: Ari Condro Subject: Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik) To: [email protected] Received: Friday, 25 June, 2010, 7:05 PM 1. pengiriman komponen tepat waktu (jalur transportasi laut, udara, darat, yang terintegrasi ditambah perijinan dan bea cukai yang bisa diprediksi dand terukur). kapal ke indoensia sekarang ini kalo gak lewat spore (keppel shipyard), ya lewat malaysia dan thailand (laem chabang, pasir gudang, ???). jadi jalur pengiriman komponen dari vendor luar negeri justru lebih cepat kalau di thailand. 2. industri komponen yang mendukung kalau bangun di indonesia, kudu bawa rekanan ratusan perusahaan buat bangun industri komponen, yg bagi ford mungkin sudah siap sedia di thailand sana 3. produk jadi, buat ekspor, lebih enak liwat thailand. toh, sama sama afta, rate pajak sama ajah ... ^^ cuman di thailand urusan perijinan, pajak, bea cukai, lebih bisa diukur dan diprediksi. 4. di indonesia katanya bbm bakal naik, berarti ongkos transportasi bakal naik juga secara nggak terduga ^^ ini berkaitan dengan cost handling yg juga bakal naik, rate per kontainer buat shipment, juga cost transportation ketika perjalanan darat. 2010/6/25 oka > > > Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh. > Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan > tersebut secara alami tergeser Indonesia. > > Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak > salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk > serta Innova. > > Sayang ya...mestinya dengan kondisi Thailand yang masih berantakan dan > pasar Indonesia yang semakin besar, mestinya Pemerintah mendorong inevstasi > gede2-an merek2 besar di Indonesia. Apa yang kurang sih sebenarnya? ngak > punya visi atau ngak ada leadeship? > > Oka > > Ford Bangun Pabrik Baru di Thailand > 24/06/2010 17:19:11 WIB > BANGKOK, investorindonesia.com > Produsen mobil AS, Ford Motor Co, mengumumkan akan menghabiskan US$ 450 > juta untuk membangun pabrik baru di Thailand. Investasi Ford itu akan > menjadi pendorong peningkatan ekonomi negara itu terguncang kerusuhan > politik yang mematikan. > > Ford mengatakan, pabrik di Rayong, sekitar 150 kilometer (90 mil) tenggara > Bangkok, akan mempekerjak
Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
1. pengiriman komponen tepat waktu (jalur transportasi laut, udara, darat, yang terintegrasi ditambah perijinan dan bea cukai yang bisa diprediksi dand terukur). kapal ke indoensia sekarang ini kalo gak lewat spore (keppel shipyard), ya lewat malaysia dan thailand (laem chabang, pasir gudang, ???). jadi jalur pengiriman komponen dari vendor luar negeri justru lebih cepat kalau di thailand. 2. industri komponen yang mendukung kalau bangun di indonesia, kudu bawa rekanan ratusan perusahaan buat bangun industri komponen, yg bagi ford mungkin sudah siap sedia di thailand sana 3. produk jadi, buat ekspor, lebih enak liwat thailand. toh, sama sama afta, rate pajak sama ajah ... ^^ cuman di thailand urusan perijinan, pajak, bea cukai, lebih bisa diukur dan diprediksi. 4. di indonesia katanya bbm bakal naik, berarti ongkos transportasi bakal naik juga secara nggak terduga ^^ ini berkaitan dengan cost handling yg juga bakal naik, rate per kontainer buat shipment, juga cost transportation ketika perjalanan darat. 2010/6/25 oka > > > Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh. > Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan > tersebut secara alami tergeser Indonesia. > > Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak > salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk > serta Innova. > > Sayang ya...mestinya dengan kondisi Thailand yang masih berantakan dan > pasar Indonesia yang semakin besar, mestinya Pemerintah mendorong inevstasi > gede2-an merek2 besar di Indonesia. Apa yang kurang sih sebenarnya? ngak > punya visi atau ngak ada leadeship? > > Oka > > Ford Bangun Pabrik Baru di Thailand > 24/06/2010 17:19:11 WIB > BANGKOK, investorindonesia.com > Produsen mobil AS, Ford Motor Co, mengumumkan akan menghabiskan US$ 450 > juta untuk membangun pabrik baru di Thailand. Investasi Ford itu akan > menjadi pendorong peningkatan ekonomi negara itu terguncang kerusuhan > politik yang mematikan. > > Ford mengatakan, pabrik di Rayong, sekitar 150 kilometer (90 mil) tenggara > Bangkok, akan mempekerjakan hingga 2.200 pekerja dengan produksi dijadwalkan > dimulai pada 2012, dimulai dengan generasi Ford Focus. > > Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 150.000 kendaraan > per tahun, kebanyakan untuk ekspor. Kehadiran pabrikasi Ford itu diharapkan > meningkatkan upaya Thailand menjadi pusat regional untuk produksi mobil. > > "Langkah ini merupakan langkah penting dalam ekspansi agresif kami di Asia > Pasifik," kata kepala eksekutif Ford Alan Mulally, Kamis, seperti dikutip > AFP. > > Perekonomian Thailand, khususnya sektor vital pariwisata, telah > memperlihatkan pertumbuhannya yang terhambat oleh dua bulan protes > anti-pemerintah di Bangkok yang melumpuhkan ekspansi modal dan membuat > pengunjung asing menjauh. > > Aksi massa oleh gerakan "Red Shirt", meminta pemilu segera, memicu ledakan > kekerasan yang menewaskan 90 orang, kebanyakan warga sipil, dan hampir 1.900 > terluka. (tk/ant) > > > > -- salam, Ari [Non-text portions of this message have been removed] = Millis AKI mendukung kampanye "Stop Smoking" = Alamat penting terkait millis AKI Blog resmi AKI: www.ahlikeuangan-indonesia.com Facebook AKI: http://www.facebook.com/group.php?gid=6247303045 Arsip Milis AKI online: http://www.mail-archive.com/[email protected] = Perhatian : Untuk kenyamanan bersama, agar diperhatikan hal-hal berikut: - Dalam hal me-reply posting, potong/edit ekor posting sebelumnya - Diskusi yg baik adalah bila saling menghormati pendapat yang ada. Anggota yang melanggar tata tertib millis akan dikenakan sanksi tegas - Saran, kritik dan tulisan untuk blog silahkan kirim ke [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
Apa mungkin karena di Thailand dapat insentif pajak dan UU tenaga kerja yg lebih 'friendly' untuk investor? Best wishes Daniel R Marsan [Non-text portions of this message have been removed]
[Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)
Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh. Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan tersebut secara alami tergeser Indonesia. Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk serta Innova. Sayang ya...mestinya dengan kondisi Thailand yang masih berantakan dan pasar Indonesia yang semakin besar, mestinya Pemerintah mendorong inevstasi gede2-an merek2 besar di Indonesia. Apa yang kurang sih sebenarnya? ngak punya visi atau ngak ada leadeship? Oka Ford Bangun Pabrik Baru di Thailand 24/06/2010 17:19:11 WIB BANGKOK, investorindonesia.com Produsen mobil AS, Ford Motor Co, mengumumkan akan menghabiskan US$ 450 juta untuk membangun pabrik baru di Thailand. Investasi Ford itu akan menjadi pendorong peningkatan ekonomi negara itu terguncang kerusuhan politik yang mematikan. Ford mengatakan, pabrik di Rayong, sekitar 150 kilometer (90 mil) tenggara Bangkok, akan mempekerjakan hingga 2.200 pekerja dengan produksi dijadwalkan dimulai pada 2012, dimulai dengan generasi Ford Focus. Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 150.000 kendaraan per tahun, kebanyakan untuk ekspor. Kehadiran pabrikasi Ford itu diharapkan meningkatkan upaya Thailand menjadi pusat regional untuk produksi mobil. "Langkah ini merupakan langkah penting dalam ekspansi agresif kami di Asia Pasifik," kata kepala eksekutif Ford Alan Mulally, Kamis, seperti dikutip AFP. Perekonomian Thailand, khususnya sektor vital pariwisata, telah memperlihatkan pertumbuhannya yang terhambat oleh dua bulan protes anti-pemerintah di Bangkok yang melumpuhkan ekspansi modal dan membuat pengunjung asing menjauh. Aksi massa oleh gerakan "Red Shirt", meminta pemilu segera, memicu ledakan kekerasan yang menewaskan 90 orang, kebanyakan warga sipil, dan hampir 1.900 terluka. (tk/ant)
