Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-28 Terurut Topik Hardi Darjoto
Pak Oka, jangan2 memang pemilihan jenis otomotif keluarga Kijang itu yg kurang 
tepat. Mgkn betul bahwa jenis Kijang yg laku di Indonesia, tapi bgmn angkanya 
kalo di Asia / Asia Tenggara? Apakah memang jenis itu yg paling laku? Brp sih 
ekspor Kijang, Xenia, Avanza? Atau malah jenis sedan seperti yg dipilih 
Thailand?

Jadinya ya memang industri otomotif kita hanya untuk pasar domestik.  Produsen 
seperti Ford mungkin males membangun industri di sini karena mau bikin MPV, di 
domestik susah ngelawan Toyota / Daihatsu, mau diekspor susah krn demand 
kurang. Mau bikin sedan, pasar domestiknya kecil. Jadi ya bikin di Thailand aja.

Mohon maaf sy bisa saja salah, karena ga punya data terakhir.

Hardi

-Original Message-
From: "oka" 
Sender: [email protected]
Date: Mon, 28 Jun 2010 08:29:41 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk 
FDI ( Ford Bangun Pabrik)


Ini kok malah bahas pantai mana yang paling bagus? 

Terkait topik sebenarnya mengapa Indonesia belum menjadi tempat tujuan FDI yang 
seksi, khususnya untuk industri otomotif. 

Ada tulisan yang menarik, yang pernah dimuat di Kompas 
(http://www.danareksa-research.com/economy/media-newspaper/479-otomotif-thailand-pascakrisis-politik)
 yang intinya, FDI tak akan datang begitu saja melainkan perlu dirangsang dan 
didorong. Khusus industri otomotif, Thailand telah memulainya dari tahun 90-an, 
ketika kita Indonesia justru memfokuskan industri otomotof pada pendalaman 
Kendaraan Niaga Katagori Satu (baca Kijang) dan kemudian malah pula terjerumus 
pada eforia mobnas Timor dll...

Hasilnya memang nampak bahwa Indonesia adalah pusat produksi Kijang dan 
sebangsanya, sedangkan katagori kendaraan penumpang akhirnya diambil Thailand 
(yang ngak punya program Mobnas. Even sekarang, Thailand problem karena masalah 
politik, jejaring industri otomotif yang telah tebentuk rapih dan kuat tak 
mungkin berpindah dengan mudah, misalnya ke Indonesia, walau pasar Indonesia 
adalah yang terbesar di Asia Tenggara, bahkan mungkin nantinya salah satu yg 
tebresar di Asia.

Kembali lagi soal visi dari Pemerintah dan pelaku industri. Saya kira, dualisme 
ini akan selalu menjadi topik menarik. Seperti pengalaman Thailand, Pemerintah 
memegang peranan dengan membangun infrastruktur dan perijinan serta incentive. 
Sedangkan pelaku industri secara agresive merayu para principal. 

Sudahlah, untuk otomotif diluar kendaraan sekelas Kijang dan sepeda motor, 
biarlah Thailand, yang menikmati kerja keras dan konsistensi mereka. Kita harus 
memilih sektor apa yang akan kita kembangkanada usul?

 


--- In [email protected], Ari Condro  wrote:
>
> kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi
> lho penilaiannya.
> 
> 2010/6/28 
> 
> > Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai
> > Popoh. :-)
> > Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai
> > dengan namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk
> > mirip huruf U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan
> > pasirnya yang berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini
> > mirip kolam renang raksasa yang sangat indah.
> > Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran
> > seperti pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun.
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>





[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-28 Terurut Topik daniel marsan
Potensi tambang kita juga ok sayang pengolahan bahan tambang mentah yg 
dihasilkan di luar negeri sehingga penerimaan negara nggak bisa maksimal. hasil 
tambang yg sudah diolah malah diimpor lagi ama kita...dengan harga lebih mahal 
dari jualnya tentu saja karena jualnya dalam kondisi belum diolah. 

 Best wishes
Daniel R Marsan





From: "[email protected]" 

To: [email protected]
Sent: Mon, June 28, 2010 4:56:00 PM
Subject: Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik 
untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

Ya memang di pantai selatan Jawa Timur terbentang rangkaian pantai pantai yang 
potensial jadi obyek parawisata dari Ngliyep di Malang hingga pantainya Pak SBY 
di Pacitan yang belum banyak digarap. Tak heran ada yang ngebet meminang Julia 
Peres sebagai salah satu pucuk pimpinan di Pacitan agar bisa menarik investor.
Tapi ide Mas Ryan bisa didukung bahwa kita sudah saatnya untuk berkonsentrasi 
di industri bahari karena kita adalah negara kepulauan. Garis pantai kita 
sangat panjang. Sayangnya garampun masih kita impor.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: Ari Condro 
Sender: [email protected]
Date: Mon, 28 Jun 2010 15:04:00 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik 
    untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi
lho penilaiannya.

2010/6/28 

> Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai
> Popoh. :-)
> Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai
> dengan namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk
> mirip huruf U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan
> pasirnya yang berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini
> mirip kolam renang raksasa yang sangat indah.
> Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran
> seperti pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun.
>


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]





=
Millis AKI mendukung kampanye "Stop Smoking"
=
Alamat penting terkait millis AKI
Blog resmi AKI: www.ahlikeuangan-indonesia.com 
Facebook AKI: http://www.facebook.com/group.php?gid=6247303045
Arsip Milis AKI online: 
http://www.mail-archive.com/[email protected]
=
Perhatian : 
Untuk kenyamanan bersama, agar diperhatikan hal-hal berikut: 
- Dalam hal me-reply posting, potong/edit ekor posting sebelumnya
- Diskusi yg baik adalah bila saling menghormati pendapat yang ada. Anggota 
yang melanggar tata tertib millis akan dikenakan sanksi tegas
- Saran, kritik dan tulisan untuk blog silahkan kirim ke 
[email protected]! Groups Links




  

[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-28 Terurut Topik herisetiono
Ya memang di pantai selatan Jawa Timur terbentang rangkaian pantai pantai yang 
potensial jadi obyek parawisata dari Ngliyep di Malang hingga pantainya Pak SBY 
di Pacitan yang belum banyak digarap. Tak heran ada yang ngebet meminang Julia 
Peres sebagai salah satu pucuk pimpinan di Pacitan agar bisa menarik investor.
Tapi ide Mas Ryan bisa didukung bahwa kita sudah saatnya untuk berkonsentrasi 
di industri bahari karena kita adalah negara kepulauan. Garis pantai kita 
sangat panjang. Sayangnya garampun masih kita impor.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: Ari Condro 
Sender: [email protected]
Date: Mon, 28 Jun 2010 15:04:00 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik 
untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi
lho penilaiannya.

2010/6/28 

> Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai
> Popoh. :-)
> Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai
> dengan namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk
> mirip huruf U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan
> pasirnya yang berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini
> mirip kolam renang raksasa yang sangat indah.
> Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran
> seperti pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun.
>


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]





=
Millis AKI mendukung kampanye "Stop Smoking"
=
Alamat penting terkait millis AKI
Blog resmi AKI: www.ahlikeuangan-indonesia.com 
Facebook AKI: http://www.facebook.com/group.php?gid=6247303045
Arsip Milis AKI online: 
http://www.mail-archive.com/[email protected]
=
Perhatian : 
Untuk kenyamanan bersama, agar diperhatikan hal-hal berikut: 
- Dalam hal me-reply posting, potong/edit ekor posting sebelumnya
- Diskusi yg baik adalah bila saling menghormati pendapat yang ada. Anggota 
yang melanggar tata tertib millis akan dikenakan sanksi tegas
- Saran, kritik dan tulisan untuk blog silahkan kirim ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
[email protected] 
[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/



[Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-28 Terurut Topik oka

Ini kok malah bahas pantai mana yang paling bagus? 

Terkait topik sebenarnya mengapa Indonesia belum menjadi tempat tujuan FDI yang 
seksi, khususnya untuk industri otomotif. 

Ada tulisan yang menarik, yang pernah dimuat di Kompas 
(http://www.danareksa-research.com/economy/media-newspaper/479-otomotif-thailand-pascakrisis-politik)
 yang intinya, FDI tak akan datang begitu saja melainkan perlu dirangsang dan 
didorong. Khusus industri otomotif, Thailand telah memulainya dari tahun 90-an, 
ketika kita Indonesia justru memfokuskan industri otomotof pada pendalaman 
Kendaraan Niaga Katagori Satu (baca Kijang) dan kemudian malah pula terjerumus 
pada eforia mobnas Timor dll...

Hasilnya memang nampak bahwa Indonesia adalah pusat produksi Kijang dan 
sebangsanya, sedangkan katagori kendaraan penumpang akhirnya diambil Thailand 
(yang ngak punya program Mobnas. Even sekarang, Thailand problem karena masalah 
politik, jejaring industri otomotif yang telah tebentuk rapih dan kuat tak 
mungkin berpindah dengan mudah, misalnya ke Indonesia, walau pasar Indonesia 
adalah yang terbesar di Asia Tenggara, bahkan mungkin nantinya salah satu yg 
tebresar di Asia.

Kembali lagi soal visi dari Pemerintah dan pelaku industri. Saya kira, dualisme 
ini akan selalu menjadi topik menarik. Seperti pengalaman Thailand, Pemerintah 
memegang peranan dengan membangun infrastruktur dan perijinan serta incentive. 
Sedangkan pelaku industri secara agresive merayu para principal. 

Sudahlah, untuk otomotif diluar kendaraan sekelas Kijang dan sepeda motor, 
biarlah Thailand, yang menikmati kerja keras dan konsistensi mereka. Kita harus 
memilih sektor apa yang akan kita kembangkanada usul?

 


--- In [email protected], Ari Condro  wrote:
>
> kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi
> lho penilaiannya.
> 
> 2010/6/28 
> 
> > Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai
> > Popoh. :-)
> > Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai
> > dengan namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk
> > mirip huruf U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan
> > pasirnya yang berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini
> > mirip kolam renang raksasa yang sangat indah.
> > Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran
> > seperti pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun.
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-28 Terurut Topik Ryan Fitriyanto
Beda deh yang backgroundnya fotografer :-)

Btw kalo dari pembahasan sebelumnya cenderung terlalu banyak hambatan untuk
orang melakukan investasi di Indonesia, saya tiba2 berpikir, bagaimana kalau
indonesia fokus saja sama apa yang menjadi keunggulan negeri ini. Kalau
unggulnya banyak, ya satu atau dua saja yang bener2 serius dikerjakan
kayaknya kok untuk skala asia tenggara kita gak akan kalah.

Misal : Kita unggul di kekayaan laut, andaikan saja seluruh aspek terlibat
lebih serius menangani industri kelautan, bukan tidak mungkin kita bisa
menyediakan stock untuk kebutuhan produk laut se-asia

Serius di satu atau 2 bidang tapi hasilnya bagus, ketimbang semua sektor mau
dijalanin tapi gak ada yang bener2 bagus hasilnya.

Salam

ryan

2010/6/28 Ari Condro 

>
>
> kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi
> lho penilaiannya.
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-28 Terurut Topik Ari Condro
kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi
lho penilaiannya.

2010/6/28 

> Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai
> Popoh. :-)
> Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai
> dengan namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk
> mirip huruf U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan
> pasirnya yang berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini
> mirip kolam renang raksasa yang sangat indah.
> Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran
> seperti pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun.
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-27 Terurut Topik herisetiono
Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai Popoh. 
:-)
Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai dengan 
namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk mirip huruf 
U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan pasirnya yang 
berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini mirip kolam renang 
raksasa yang sangat indah.
Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran seperti 
pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: "Hindarto" 
Sender: [email protected]
Date: Mon, 28 Jun 2010 01:12:01 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk  
FDI ( Ford Bangun Pabrik)

Jawaban nya yang paling signifikan adalah infrastruktur terutama jalan, di cina 
banyak sekali jalan tol yang menghubungkan antar daerah dan sangat lebar 
(bahkan pesawat bisa landing di tol bilamana dibutuhkan)...

Sebagai contoh industri pariwisata, pantai prigi di tulunggagung cukup indah 
untuk dikembangkan... namun siapa investor mau beresiko ke sana bilamana jalan 
ke sana tidak memadai...

Kalau pendapat saya yang perlu disalahkan adalah pemerintah dalam membangun 
indonesia sekian lama Masalah korupsi perlu diberantas habis bilamana kita 
mau maju>>



--- In [email protected], Bali da Dave  wrote:
>
> Saya pernah denger cerita, ada investor ke Cina yang ingin mengembangkan 
> daerah pegunungan menjadi daerah wisata. Dia sih aslinya emang orang Cina, 
> trus merantau ke luar negeri gitu. Dan berhubung gunung ini jauh dari 
> mana-mana, koneksi dari jalan besar ke tempat pariwisata ini belum ada. Maka 
> mereka alot-alotan nego... kalo gak dibukain jalan ya gak bisa ngembangin 
> mereka. Akhirnya si pemerintah daerahnya katanya setuju, dibikinin jalan sama 
> dipasangin menara buat ponsel sama internet.
> 
> Kalau cuma mengharap dari investor asing saja, mereka kan maunya 
> seenak-enaknya saja. Kalau bisa gak keluar biaya untuk bikin infrastruktur, 
> maka mending gak keluar biaya (bahasa ekonominya eksternalitas - biaya ini 
> dibebankan ke pemerintah atau masyarakat pembayar pajak). Cina, Thailand, dan 
> negara-negara yang baru berkembang tentunya sangat lemah dalam hal 
> infrastruktur. Untuk bisa bersaing dengan jalan tol yang lebarnya bisa dibuat 
> mendarat pesawat terbang, tentu perusahaan swasta akan keberatan untuk 
> membangun infrastruktur ini. Maka kemudian Pemerintah mengambil alih, di 
> bebankan kepada seluruh rakyat pembayar pajak untuk membangun infrastruktur2 
> strategis ini supaya FDI bisa nyaman dan gak rugi.
> 
> Negara-negara maju pun tentunya sama. Infrastruktur mereka yang lama semakin 
> lama semakin tua dan perlu diperbaharui. Untungnya bagi mereka posisi awalnya 
> sudah bagus. Jadi ketika pelabuahan dan segala macam di privatisasi, pihak 
> swasta yang menerimanya bisa terus upgrade sedikit demi sedikit tanpa terlalu 
> banyak beban. Kalau dimisalkan perlombaan lari antara kura-kura dan kelinci, 
> kura-kura (negara baru berkembang) sudah jalannya lambat, start nya juga 
> sudah ketinggalan 200 sampai 350 tahun dalam hal membangun infrastruktur. 
> Sedangkan si kelinci (negara maju) sudah jalannya cepat, juga sudah lari 
> duluan di depan 200 tahunan.
> 
> Yang beruntung, sebenarnya di tahun 1980 an ternyata banyak negara maju mulai 
> privatisasi dan agak "kendor" dalam meningkatkan infrastrukturnya. Lihat saja 
> beberapa tahun lalu ada jembatan di Amerika yang ambruk gara-gara kurang 
> pemeliharaan. Sementara ada negara berkembang yang pintar (Cina, dll) yang 
> pemerintahnya mau mengambil peran membangun jalan, dan berbagai infrastruktur 
> yang kadang "tidak ada untungnya". Banyak jalan baru di Cina yang menerobos 
> gunung, jembatan baru yang merentang di atas sungai, dan perkembangan 
> lapangan udara dan pelabuhan baru yang terkait dengan upaya pemerintahnya 
> memajukan rakyat dan negara.
> 
> 
> 
> --- On Fri, 25/6/10, Ari Condro  wrote:
> 
> From: Ari Condro 
> Subject: Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik 
> untuk  FDI ( Ford Bangun Pabrik)
> To: [email protected]
> Received: Friday, 25 June, 2010, 7:05 PM
> 
> 1. pengiriman komponen tepat waktu (jalur transportasi laut, udara, darat,
> yang terintegrasi ditambah perijinan dan bea cukai yang bisa diprediksi dand
> terukur).  kapal ke indoensia sekarang ini kalo gak lewat spore (keppel
> shipyard), ya lewat malaysia dan thailand (laem chabang, pasir gudang,
> ???).  jadi jalur pengiriman komponen dari vendor luar negeri justru lebih
> c

[Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik)

2010-06-27 Terurut Topik Hindarto
Jawaban nya yang paling signifikan adalah infrastruktur terutama jalan, di cina 
banyak sekali jalan tol yang menghubungkan antar daerah dan sangat lebar 
(bahkan pesawat bisa landing di tol bilamana dibutuhkan)...

Sebagai contoh industri pariwisata, pantai prigi di tulunggagung cukup indah 
untuk dikembangkan... namun siapa investor mau beresiko ke sana bilamana jalan 
ke sana tidak memadai...

Kalau pendapat saya yang perlu disalahkan adalah pemerintah dalam membangun 
indonesia sekian lama Masalah korupsi perlu diberantas habis bilamana kita 
mau maju>>



--- In [email protected], Bali da Dave  wrote:
>
> Saya pernah denger cerita, ada investor ke Cina yang ingin mengembangkan 
> daerah pegunungan menjadi daerah wisata. Dia sih aslinya emang orang Cina, 
> trus merantau ke luar negeri gitu. Dan berhubung gunung ini jauh dari 
> mana-mana, koneksi dari jalan besar ke tempat pariwisata ini belum ada. Maka 
> mereka alot-alotan nego... kalo gak dibukain jalan ya gak bisa ngembangin 
> mereka. Akhirnya si pemerintah daerahnya katanya setuju, dibikinin jalan sama 
> dipasangin menara buat ponsel sama internet.
> 
> Kalau cuma mengharap dari investor asing saja, mereka kan maunya 
> seenak-enaknya saja. Kalau bisa gak keluar biaya untuk bikin infrastruktur, 
> maka mending gak keluar biaya (bahasa ekonominya eksternalitas - biaya ini 
> dibebankan ke pemerintah atau masyarakat pembayar pajak). Cina, Thailand, dan 
> negara-negara yang baru berkembang tentunya sangat lemah dalam hal 
> infrastruktur. Untuk bisa bersaing dengan jalan tol yang lebarnya bisa dibuat 
> mendarat pesawat terbang, tentu perusahaan swasta akan keberatan untuk 
> membangun infrastruktur ini. Maka kemudian Pemerintah mengambil alih, di 
> bebankan kepada seluruh rakyat pembayar pajak untuk membangun infrastruktur2 
> strategis ini supaya FDI bisa nyaman dan gak rugi.
> 
> Negara-negara maju pun tentunya sama. Infrastruktur mereka yang lama semakin 
> lama semakin tua dan perlu diperbaharui. Untungnya bagi mereka posisi awalnya 
> sudah bagus. Jadi ketika pelabuahan dan segala macam di privatisasi, pihak 
> swasta yang menerimanya bisa terus upgrade sedikit demi sedikit tanpa terlalu 
> banyak beban. Kalau dimisalkan perlombaan lari antara kura-kura dan kelinci, 
> kura-kura (negara baru berkembang) sudah jalannya lambat, start nya juga 
> sudah ketinggalan 200 sampai 350 tahun dalam hal membangun infrastruktur. 
> Sedangkan si kelinci (negara maju) sudah jalannya cepat, juga sudah lari 
> duluan di depan 200 tahunan.
> 
> Yang beruntung, sebenarnya di tahun 1980 an ternyata banyak negara maju mulai 
> privatisasi dan agak "kendor" dalam meningkatkan infrastrukturnya. Lihat saja 
> beberapa tahun lalu ada jembatan di Amerika yang ambruk gara-gara kurang 
> pemeliharaan. Sementara ada negara berkembang yang pintar (Cina, dll) yang 
> pemerintahnya mau mengambil peran membangun jalan, dan berbagai infrastruktur 
> yang kadang "tidak ada untungnya". Banyak jalan baru di Cina yang menerobos 
> gunung, jembatan baru yang merentang di atas sungai, dan perkembangan 
> lapangan udara dan pelabuhan baru yang terkait dengan upaya pemerintahnya 
> memajukan rakyat dan negara.
> 
> 
> 
> --- On Fri, 25/6/10, Ari Condro  wrote:
> 
> From: Ari Condro 
> Subject: Re: [Keuangan] Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik 
> untuk  FDI ( Ford Bangun Pabrik)
> To: [email protected]
> Received: Friday, 25 June, 2010, 7:05 PM
> 
> 1. pengiriman komponen tepat waktu (jalur transportasi laut, udara, darat,
> yang terintegrasi ditambah perijinan dan bea cukai yang bisa diprediksi dand
> terukur).  kapal ke indoensia sekarang ini kalo gak lewat spore (keppel
> shipyard), ya lewat malaysia dan thailand (laem chabang, pasir gudang,
> ???).  jadi jalur pengiriman komponen dari vendor luar negeri justru lebih
> cepat kalau di thailand.
> 
> 2. industri komponen yang mendukung kalau bangun di indonesia, kudu bawa
> rekanan ratusan perusahaan buat bangun industri komponen, yg bagi ford
> mungkin sudah siap sedia di thailand sana
> 
> 3. produk jadi, buat ekspor, lebih enak liwat thailand.  toh, sama sama
> afta, rate pajak sama ajah ... ^^  cuman di thailand urusan perijinan,
> pajak, bea cukai, lebih bisa diukur dan diprediksi.
> 
> 4. di indonesia katanya bbm bakal naik, berarti ongkos transportasi bakal
> naik juga secara nggak terduga ^^ ini berkaitan dengan cost handling yg juga
> bakal naik, rate per kontainer buat shipment, juga cost transportation
> ketika perjalanan darat.
> 
> 
> 2010/6/25 oka 
> 
> >
> >
> > Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh.
> > Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan
> > tersebut secara alami tergeser Indonesia.
> >
> > Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak
> > salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk
> > serta Innova.
> >
> > Sayang ya...mestin