Sepak Bola Kita
Lupakan sejenak Uber dan Thomas, yang sedikit menebar harapan... tapi duka jua yang kita telan. Even selanjutnya yang kita tunggu adalah timnas sepakbola vs fc Hollywood (Bayern Muenchen: BM). Rencananya sih rabu ini 21/5/08, yang diadakan sebagai pertandingan perpisahan untuk Oliver Kahn, kiper legendaris jerman. Timnas yang akan diturunkan denger U-21, sedangkan BM sudah pasti harus menurunkan Kahn. Bintang yang lain ga tau diturunin apa nggak. Di tengah issue, tuntutan agar Nurdin Khalid mundur, ini bisa jadi sekedar penyegar bagi pencinta sepakbola tanah air yang haus tontonan bermutu secara langsung. Gue sendiri ga bakal datenglah, selain karena hari kerja dan cuma pengamat super pasif aja, he he kalo ada tayangan malam... gue lebih milih tidur aja akh... Sepengamatan gue... ada beberapa hal membuat sepakbola nasional kurang maju... 1. Tokoh sepakbola sering banget berurusan dengan politik. Tapi konsentrasi pull lebih ke politik daripada organisasi bolanya. 2. Lapangan di indonesia kurang memadai. Lebih banyak lapangan yang jelek ketimbang yang bagus. Mau lari kenceng-kenceng, ntar malah jatuh dan cedera lagi. 3. Wasit dan penonton harus dewasa. Wasit jangan mau kena suap. Pendukung harus bijak, jika tim kesayangan kalah didukung dengan kritik yang positif. Jangan lampiaskan kekesalan ke wasit, pemain sendiri apalagi pemain lawan. Kagak bakal ada habisnya, semua juga kan pengen menang. Tapi namanya pertandingan harus ada menang dan kalah... sesekali seri. 4. Seragam timnas kurang sakral. Jarang sekali gue melihat melihat pemain timnas yang bangga dengan baju tim. Malah ada beberapa yang menolak karena lebih memilih membela klubnya. Padahal di LN, memakai seragam nasional adalah salah satu bukti kualitas sepakbolanya diakui. Menimbullkan semangat, akan dibela walau harus cedera dan marah jika tidak dipanggil. Perlu desainer yang oke sehingga kostum ini menimbulkan kesan sakral. 5. Tidak ada ciri khas permainan. Kalo sepakbola suatu negara sudah mendunia, biasanya tim negara tersebut mempunyai julukan. Baik karena kekhasan ciri permainanan maupun nama tarian. Inggris: Kick & Rush, Italia: Cattenacio, Belanda: Total Football, Jerman: Panser, Denmark: Dynamite, Argentina: Tim Tango, Spanyol: Matador, Brasil: Tim Samba dlsb. Indonesia apa? Karena kita negara yang nyeni yang tak kalah dengan Argentina maupun Brasil....saya punya usul ada satu jenis tarian juga yang wajib dikuasai oleh pemain indonesia. Tarian ini akan mendukung penampilan fisik dan teknik pemain, sebab dengan tarian akan mengasah kreativitas dan kelenturan tubuh. Saya usulkan sih tari Saman atau malah Jaipong, selain eksotik juga dinamik... semoga dengan ini pemain indonesia lincah menggiring bola , lebih gesit menghindari lawan, dan tambah kreatif untuk mencetak gol ke gawang lawan. Jangan gawang sendiri... nanti namanya jadi Tim Sabun. Ada yang punya pendapat lain... monggo mas.... Have a nice dream Your cute pilot Tiar Rahman CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
