Sabtu, 07 Maret 2009
Israel Bangkrut, Warga Mulai Jarah Supermarket
Ditulis Oleh : Redaksi
Dakta Online
Krisis ekonomi global mulai merambah Israel. Sebuah cabang jaringan
supermarket di Israel, Birkat Hashem harus menelan pil pahit,
dagangannya dijarah oleh para karyawan, pemasok bahkan para kreditor
setelah dinyatakan bangkrut.

Surat kabar Israel Haaretz menyebutkan puluhan karyawan, pemasok
bahkan para kreditor menjarah barang-barang yang masih tersisa di
rak-rak supermarket tersebut. Bahkan lampu-lampu penerangan di
langit-langit dan pintu-pintu di supermarket itu, juga mereka preteli.

Menjelang sore, supermarket itu sudah kosong melompong karena
barang-baranya habis dijarah oleh mereka yang mengaku tidak puas
dengan pihak perusahaan. Dari beberapa orang yang menjarah, diketahui
bahwa perusahaan supermarket yang dinyatakan bangkrut itu masih punya
hutang pada mereka.

Haaretz menulis bahwa kebangkrutan salah satu cabang supermarket
Birkat Hashem dan penjarahan yang dilakukan para karyawan, kreditor
dan para pemasok barang itu menunjukkan makin memburuknya krisis
ekonomi yang sedang dialami Israel.

"Pemandangan dimana orang menjarah kulkas, pendingin udara, makanan
dan rak-rak dari supermarket itu, adalah gambaran makin dalamnya
krisis ekonomi," tulis Haaretz.

Indikasi krisis ekonomi yang dialami Israel akibat krisis ekonomi
global terlihat dari keputusan bank sentral Israel yang menurunkan
tingkat bunga sampai ke basis terendah, yaitu 0,75 persen pada bulan
Februari kemarin. Penurunan tersebut dilakukan untuk memberikan
stimulus pada aktivitas business, mengantisipasi makin jatuhnya
harga-harga dan mencegah PHK.

Tapi, seperti juga di negara induknya, AS, Israel ternyata tidak bisa
mencegah bertambahnya pengangguran akibat PHK. Hari Rabu kemarin,
menurut Haaretz, ratusan tenaga kerja di bidang teknologi tinggi sudah
terkena PHK.

Kirim email ke