Dear All,
Apa yang ternyata diperbuat anggota dewan kita ....
Adek
Kompas - Selasa, 05 Juli 2005
Yth Pimpinan dan Anggota DPR...
Oleh: KRISTI POERWANDARI
Oleh: KRISTI POERWANDARI
Saat saya membaca berita tentang anggota DPR mengusulkan kenaikan
tunjangan
pimpinan dan anggota DPR yang tidak tanggung-tanggung jumlahnya per bulan,
batin saya terasa sangat tidak enak. Terlebih saat saya mendengar tanya
jawab Ida-Krisna Show di radio Delta FM dengan seorang anggota DPR, yang
saya tidak perlu sebutkan namanya. Ia menjelaskan bahwa kenaikan itu penting
demi prinsip keadilan, dan mengingat anggota dewan juga harus memenuhi
kepentingan partai yang diwakilinya.
pimpinan dan anggota DPR yang tidak tanggung-tanggung jumlahnya per bulan,
batin saya terasa sangat tidak enak. Terlebih saat saya mendengar tanya
jawab Ida-Krisna Show di radio Delta FM dengan seorang anggota DPR, yang
saya tidak perlu sebutkan namanya. Ia menjelaskan bahwa kenaikan itu penting
demi prinsip keadilan, dan mengingat anggota dewan juga harus memenuhi
kepentingan partai yang diwakilinya.
Saya sudah lupa apa ia juga yang menyatakannya: bahwa untuk
menjalankan
tugasnya dengan baik, anggota dewan perlu punya asisten atau orang-orang
yang membantu yang harus digaji. Waktu disinggung apakah itu akan menghapus
korupsi, ia juga menjelaskan, "Kalau korupsi itu kan masalah jangka panjang.
Itu kan sudah dinyatakan sebagai masalah budaya...."
tugasnya dengan baik, anggota dewan perlu punya asisten atau orang-orang
yang membantu yang harus digaji. Waktu disinggung apakah itu akan menghapus
korupsi, ia juga menjelaskan, "Kalau korupsi itu kan masalah jangka panjang.
Itu kan sudah dinyatakan sebagai masalah budaya...."
Seolah-olah masalah jangka pendek yang terpenting adalah naiknya
tunjangan
anggota DPR. Saya berharap Ida dan Krisna dapat bertanya lebih kritis,
tetapi mungkin saking terpananya mereka-karena mereka tidak mengantisipasi akan
memperoleh jawaban demikian dari seorang anggota dewan yang sangat terhormat
dan selama ini dikenal kritis-mereka seperti hilang ide untuk banyak
bertanya.
anggota DPR. Saya berharap Ida dan Krisna dapat bertanya lebih kritis,
tetapi mungkin saking terpananya mereka-karena mereka tidak mengantisipasi akan
memperoleh jawaban demikian dari seorang anggota dewan yang sangat terhormat
dan selama ini dikenal kritis-mereka seperti hilang ide untuk banyak
bertanya.
Tidak berdaya
Dalam perjalanan naik bus, lalu pindah angkot, ke tempat kerja saya
di
Depok, tiba-tiba saya merasa amat sangat lelah dan sedih. Tak tertahan saya
mengirim SMS kepada adik dan sahabat di tempat kerja, SMS yang sama: "Tidak
tahu mengapa aku merasa lelah banget. Waktu baca berita anggota DPR minta
kenaikan
tunjangan, aku merasa sangat muak."
Depok, tiba-tiba saya merasa amat sangat lelah dan sedih. Tak tertahan saya
mengirim SMS kepada adik dan sahabat di tempat kerja, SMS yang sama: "Tidak
tahu mengapa aku merasa lelah banget. Waktu baca berita anggota DPR minta
kenaikan
tunjangan, aku merasa sangat muak."
Lebih heran lagi, saya melakukan hal yang selama ini tidak pernah
saya
lakukan di depan umum, saya mencucurkan air mata di bus dan mikrolet hanya
karena merasa sangat sedih, marah, sekaligus tidak berdaya. Kok bisa-bisanya
anggota DPR berpikir dan mengajukan usulan seperti itu saat masyarakat
Indonesia menghadapi masalah yang amat sangat bertubi-tubi dan semuanya berat.
lakukan di depan umum, saya mencucurkan air mata di bus dan mikrolet hanya
karena merasa sangat sedih, marah, sekaligus tidak berdaya. Kok bisa-bisanya
anggota DPR berpikir dan mengajukan usulan seperti itu saat masyarakat
Indonesia menghadapi masalah yang amat sangat bertubi-tubi dan semuanya berat.
Sebut saja kasus busung lapar dan angka keberhasilan lulus ujian
nasional
yang amat rendah. Saya kirim SMS lagi: "Aneh betul. Aku menangis di bus
karena baca berita DPR itu. Jadi ingat banyak orang yang hidup kesusahan, yang seharinya
mungkin cuma bisa mengumpulkan sepuluh ribu rupiah penghasilan."
yang amat rendah. Saya kirim SMS lagi: "Aneh betul. Aku menangis di bus
karena baca berita DPR itu. Jadi ingat banyak orang yang hidup kesusahan, yang seharinya
mungkin cuma bisa mengumpulkan sepuluh ribu rupiah penghasilan."
Saya memerhatikan penumpang-penumpang angkot yang mungkin
penghasilannya
tidak sampai Rp 1 juta per bulan, memerhatikan sopir angkot yang dengan
hati-hati menghitung dan merapikan uang receh serba kumal yang
dikumpulkannya seharian. Memerhatikan penjual- penjual jeruk di jalanan yang
dengan penuh kasih mengelap jeruknya agar terlihat bersih berkilau, berharap
dengan imannya yang teguh bahwa jeruknya yang terlihat bersih itu akan
mengundang minat orang untuk membeli.
tidak sampai Rp 1 juta per bulan, memerhatikan sopir angkot yang dengan
hati-hati menghitung dan merapikan uang receh serba kumal yang
dikumpulkannya seharian. Memerhatikan penjual- penjual jeruk di jalanan yang
dengan penuh kasih mengelap jeruknya agar terlihat bersih berkilau, berharap
dengan imannya yang teguh bahwa jeruknya yang terlihat bersih itu akan
mengundang minat orang untuk membeli.
Orang-orang kecil hampir hilang kata. Tertegun dan tak mampu
lagi
berkomentar akan banyaknya kejadian mengherankan tetapi nyata yang
dipertontonkan orang-orang hebat, pejabat pemerintah, dan wakil rakyat lewat media. Menjadi
anggota DPR adalah suatu pilihan. Tidak ada seorang pun dapat memaksa orang
lain untuk menjadi presiden, menteri, atau anggota DPR/MPR bila sang subyek
tidak menghendakinya. Lalu, sekarang mengeluh dengan gaji yang antara Rp 20
juta hingga Rp 30 juta, yang dirasa sangat tidak memadai? Dan menuntut
tunjangan disesuaikan agar adil. Tidak memadai untuk ukuran siapa? Adil
menurut siapa? Dengan ukuran apa?
berkomentar akan banyaknya kejadian mengherankan tetapi nyata yang
dipertontonkan orang-orang hebat, pejabat pemerintah, dan wakil rakyat lewat media. Menjadi
anggota DPR adalah suatu pilihan. Tidak ada seorang pun dapat memaksa orang
lain untuk menjadi presiden, menteri, atau anggota DPR/MPR bila sang subyek
tidak menghendakinya. Lalu, sekarang mengeluh dengan gaji yang antara Rp 20
juta hingga Rp 30 juta, yang dirasa sangat tidak memadai? Dan menuntut
tunjangan disesuaikan agar adil. Tidak memadai untuk ukuran siapa? Adil
menurut siapa? Dengan ukuran apa?
Bila alasannya agar anggota DPR dapat menjawab kebutuhan partai
yang
diwakilinya, kita jadi bertanya-tanya, sebenarnya pantaskah uang puluhan
juta rupiah dikeluarkan untuk kepentingan partai, bukan untuk kepentingan
rakyat? Alasan lain: "Anggota dewan harus tampil berwibawa dan mantap di
depan pemerintah
yang dipantaunya." Sungguh ngeri bila kewibawaan itu dianggap dapat
diperoleh dengan naiknya tunjangan berlipat ganda. Mohon maaf, ini sama
sekali tidak mengikuti runtunan logika.
diwakilinya, kita jadi bertanya-tanya, sebenarnya pantaskah uang puluhan
juta rupiah dikeluarkan untuk kepentingan partai, bukan untuk kepentingan
rakyat? Alasan lain: "Anggota dewan harus tampil berwibawa dan mantap di
depan pemerintah
yang dipantaunya." Sungguh ngeri bila kewibawaan itu dianggap dapat
diperoleh dengan naiknya tunjangan berlipat ganda. Mohon maaf, ini sama
sekali tidak mengikuti runtunan logika.
Mohon maaf juga, mengkritik-kritik-bila itu yang dipahami oleh anggota
dewan
tentang pekerjaannya memantau eksekutif-itu jauh lebih mudah daripada
mengerjakannya sendiri. Apakah untuk mengkritik-kritik itu anggota dewan
menuntut tunjangan yang luar biasa besarnya? Angka 30 juta rupiah itu buat
saya bisa berarti menggaji tujuh hingga sepuluh orang berkualitas sebagai peneliti.
tentang pekerjaannya memantau eksekutif-itu jauh lebih mudah daripada
mengerjakannya sendiri. Apakah untuk mengkritik-kritik itu anggota dewan
menuntut tunjangan yang luar biasa besarnya? Angka 30 juta rupiah itu buat
saya bisa berarti menggaji tujuh hingga sepuluh orang berkualitas sebagai peneliti.
Lalu, untuk apa tunjangan bagi pimpinan DPR yang diusulkan lebih dari
80
juta rupiah sebulan?
juta rupiah sebulan?
Orang biasa yang hidup layak tetapi tidak bermewah-mewah tidak akan
dapat
mengerti, bagaimana take home pay anggota DPR yang antara Rp 20 juta
hingga Rp 30 juta dirasa tidak mencukupi. Terlebih lagi banyak orang tahu
bahwa sebagian besar mereka tidak bekerja penuh waktu sebagai anggota dewan,
yang artinya, sesungguhnya tidak dapat memberikan perhatian penuh pada
tugasnya.
mengerti, bagaimana take home pay anggota DPR yang antara Rp 20 juta
hingga Rp 30 juta dirasa tidak mencukupi. Terlebih lagi banyak orang tahu
bahwa sebagian besar mereka tidak bekerja penuh waktu sebagai anggota dewan,
yang artinya, sesungguhnya tidak dapat memberikan perhatian penuh pada
tugasnya.
Tontonan tak pantas
Masyarakat sangat jenuh, sangat heran, tak mengerti, kecewa, marah,
putus
asa, dan merasa tidak berdaya. Mereka sudah sangat sulit mempertahankan
hidup, masih harus disuguhi tontonan sangat tidak pantas dari banyak
penggede kita. Naiknya angka bunuh diri yang tajam tahun-tahun belakangan
ini jelas mengomunikasikan perasaan tidak berdaya dan keputusasaan dari
banyak anggota masyarakat, suatu tanda bahaya sangat besar yang sungguh
mengherankan,tidak dipedulikan kalangan atas.
asa, dan merasa tidak berdaya. Mereka sudah sangat sulit mempertahankan
hidup, masih harus disuguhi tontonan sangat tidak pantas dari banyak
penggede kita. Naiknya angka bunuh diri yang tajam tahun-tahun belakangan
ini jelas mengomunikasikan perasaan tidak berdaya dan keputusasaan dari
banyak anggota masyarakat, suatu tanda bahaya sangat besar yang sungguh
mengherankan,tidak dipedulikan kalangan atas.
Jadi, para anggota dewan yang terhormat, bila tidak ada satu pun dari
Anda
yang merasa malu dengan usulan kenaikan tunjangan dan tidak melakukan
sesuatu pun untuk mencegahnya, kami jadi bertanya: "Adakah, satu saja, dari
Anda yang pantas untuk mewakili masyarakat biasa, orang banyak, manusia
Indonesia yang sungguh harus berjuang berat untuk mempertahankan hidupnya?"
yang merasa malu dengan usulan kenaikan tunjangan dan tidak melakukan
sesuatu pun untuk mencegahnya, kami jadi bertanya: "Adakah, satu saja, dari
Anda yang pantas untuk mewakili masyarakat biasa, orang banyak, manusia
Indonesia yang sungguh harus berjuang berat untuk mempertahankan hidupnya?"
"Adakah, satu saja, dari Anda yang merasa bersalah dengan ide itu
dan
meminta maaf kepada kami, masyarakat yang Anda wakili, orang-orang biasa
yang tersebar di seantero Indonesia?"
meminta maaf kepada kami, masyarakat yang Anda wakili, orang-orang biasa
yang tersebar di seantero Indonesia?"
Semoga Allah memberkahi masyarakat Indonesia, rakyat biasa,
dengan
kesabaran, pintu maaf, keteguhan, dan iman. Semoga, meski sepak terjang para
petinggi yang sungguh-sungguh menimbulkan disonansi dan frustrasi, kita
tetap dapat menemukan titik-titik harapan.
kesabaran, pintu maaf, keteguhan, dan iman. Semoga, meski sepak terjang para
petinggi yang sungguh-sungguh menimbulkan disonansi dan frustrasi, kita
tetap dapat menemukan titik-titik harapan.
Kristi Poerwandari Ketua Program Studi Kajian Wanita PPS-UI, Dosen
Fakultas
Psikologi UI, dan Yayasan PULIH, yang Fokus pada Penanganan Trauma dan
Intervensi Psikososial
Psikologi UI, dan Yayasan PULIH, yang Fokus pada Penanganan Trauma dan
Intervensi Psikososial
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Soe_Hok_Gie" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
