"KotaSantri.com" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Publikasi : 26-05-2007 @ 09:09

Toleransi Shalahudin Al-Ayyubi 
Penulis : Muhammad Zaidun Khadliri

KotaSantri.com : Pada suatu hari, Shalahudin Al-Ayubi sedang duduk di dalam 
perkemahan. Di saat dia sedang serius memberikan wejangan, tiba-tiba ada 
seorang perempuan kafir berdiri di depan perkemahannya. Perempuan berwajah 
muram ini berteriak dengan suara yang memekakkan telinga, sehingga suasana 
menjadi gaduh.

Melihat kejadian tersebut, para prajurit segera bertindak menjauhkan perempuan 
itu dari perkemahan. Namun, Shalahudin mencegah dan memerintahkan para prajurit 
agar membawa masuk perempuan itu. Begitu perempuan itu menghadap, pimpinan umat 
yang berhasil merebut kembali Jerusalem dari penguasaan Tentara Salib ini 
segera menanyakan hal yang menyebabkan perempuan itu bersedih. Ia menjawab, 
"Anakku diculik dan suamiku disandera sebagai tawanan perang. Padahal, 
suamikulah yang memberikan nafkah buatku." 

Pernyataan perempuan tersebut membuat Shalahudin terharu. Seketika itu juga dia 
memerintahkan para prajurit agar segera melepaskan suami perempuan itu. Dia 
juga memerintahkan para prajurit, agar mencari anak yang hilang diculik. 

Mendapatkan perintah tersebut, secepat kilat para prajurit melaksanakannya. 
Sampai akhirnya berhasil mendapatkan anak yang diculik itu. Dan dengan segera 
pula, si anak diserahkan kepada ibunya. Betapa bahagianya perempuan itu 
mendapatkan suami dan anaknya kembali ke pangkuannya. 

Perempuan tersebut sangat berterima kasih serta memuji Shalahudin. Mendengar 
pernyataan dari perempuan itu, Shalahudin berkata, "Kami tidak melakukan 
sesuatu apa pun, kecuali apa yang telah diperitahkan oleh agama kami."

Mendengar ungkapan Shalahudin, perempuan itu lantas bertanya, "Apakah agama 
tuan memerintahkan kasih sayang terhadap para musuh, serta membantu orang-orang 
yang lemah?"
 
"Benar, bunda," jawab Shalahudin. "Islam adalah agama Allah di dunia ini. 
AgamaNyalah yang senantiasa memberikan rahmat serta menjadi penyelamat bagi 
seluruh umat." 

Mendapat jawaban ini, perempuan itu tergugah benaknya. Ia pun bersyahadat 
bersama suaminya. "Saya mencintai agama yang senantiasa bertoleransi dan mulia 
itu, seperti yang tecermin dari sifat-sifat dan akhlak tuan." 

Begitulah dakwah yang diajarkan Shalahudin. Ia menunjukkan dua hal sekaligus, 
Islam adalah agama yang santun dan mengajarkan toleransi. Dialah pemimpin Islam 
yang disebut dengan nada hormat, bahkan di kalangan pembesar Tentara Salib. 
Shalahudin menunjukkan, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam membawa 
perasaan nyaman terhadap pemeluknya, juga membuat orang lain simpati. 
 
http://kotasantri.com/mimbar.php?aksi=Detail&sid=386
 
     
                  



       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke