Suatu ketika Syetan mendatangi seorang Abid dan Alim. Si Abid seorang ahli 
ibadah tapi tidak memiliki ilmu yang cukup, sedangkan Si Alim selain rajin 
beribadah juga memiliki ilmu yang baik.
 
Syetan bertanya kepada Abid. “ Untuk apa kau baeribadah?” Karena dengan ibadah 
aku akan mendapatkan surga NYa dan tidak akan dimasukkan ke neraka NYa.” Jawab 
Si Abid. “ Bukankah Allah menciptakan surga seluas langit dan bumi?” Tanya 
syetan.” Ya, jawab Abid.  “ lalu dimanakah Allah tempatkan neraka, jika surga 
itu seluas langit dan bumi?” Si Abid bingung, terpaku dan tak berkutik dengan 
jawaban tersebut.
 
“ Kalau begitu, Allah Cuma menciptakan surga saja, maka beribadah maupun tidak 
ia akan ke surga karena tidak ada tempat lain, kecuali surga. Untuk apa 
beribadah kalau nanti semuanya akan masuk surga?” Abid semakin bingun dan 
melemahlah imannya. Syetanpun tertawa karena jebakanya membawa hasil.
 
Seterusnya syetan mendatangi si Alim dan berkata seperti yang dikatakan kepada 
si Abid.Dengan tenang Si Alim menjawab “ Bukankah setiap yang Allah ciptakan 
itu berpasang pasangan ?”. lalu dimanakah Allah menempatkan neraka, sedang 
surga itu seluas langit dan bumi?” Tanya syetan baerusaha mempengaruhi Si Alim. 
“ Walahu ala kulli syai’in qadir”. Dia mampu melakukan apa yang dia mau. Kalau 
dia menciptakan surga seluas langit dan bumi, dia pun akan menciptakan neraka 
seluas langit dan bumi pula. Dimana penempatannya, itu kekuasaan Allah, jelas 
Si Alim. Syetanpun tak berdaya dengan jawaban tersebut.
 
Rekan rekan sekalian, terlepas dari shohih atau tidaknya cerita tersebut, ada 
beberapa pelajaran menarik yang bisa kita ambil.
 
 Pertama Betapa pentingnya sebuah ilmu. Betapa pentingnya sebuah pemahaman yang 
benar.Betapa pentingnya memahami islam secara utuh, integral tidak sebagian ( 
parsial ).Iman, ilmu,Amal demikian hendaknya. Banyak sekali Hadist Rosulullah 
ataupun sahabat yang mengatakan demikian.
 
Rosulullah bersabda “ Satu orang fakih itu lebih berat bagi syetan daripada 
seribu ahli ibadah.” ( HR Tirmidzi : 5/46, No : 2681 ).
 
Umar Bin Khatab Ra berkata “ Kematian seribu ahli ibadah yang selalu shalat 
diwaktu malam dan berpuasa diwaktu siang lebih ringan daripada kematian orang 
cerdas yang mengetahui hal hal yang dihalalkan dan diharamklan oleh Allah ( 
Jami’ul Bayanil “ilmi wa Fadlili, oleh Ibnu Abdil Bar : 1/26.
 
Rosullah bersabda “ Semoga Allah memberi kecerahan pada wajah seseorang yang 
mendengar pembicaraaan dariku, lantas ia menghafalkannya hingga dapat 
menyampaikan kepada orang lain. Sebab terkadang seseorang membawa suatu 
kepahaman ( ilmu ) kepada orang yang lebih paham daripadanya…. ( HR Abu Dawud : 
3/321, No 3660 dan At Tirmidzi 5/33 No. 2656.)
 
Masih banyak hadist lain yang membahas tentang kelebihan sebuah ilmu dan 
pemahaman yang benar. Tidak mengherankan jika dalam sejarah kita lihat, Ibnu 
Abbas yang usianya masih sangat muda, dimasukkan sebagai salah satu anggota 
Majelis Syuro Amirul Mukminin Umar bin Khathab ra, karena kelebihan yang 
diberikan oleh ALLAH dengan pemahamannya.
 
Kedua, Tidak semua hal dalam agama ini bisa dijangkau oleh akan kita. Akal yang 
lemah ini. Menggantungkan semua hal dengan akal tersesatlah kita.Jika 
pertanyaan seperti yang ditanyakan Syetan diatas, dijawab dengan akal dengan 
ukuran dunia, tentunya akal kita akan kebingungan sendiri, karena memang tidak 
terjangkau. Oleh karena itu Selain mentauhidkan ALLAH dengan tulus tanpa 
keraguan, juga  harus mengenal ALLAH secara yakin bukan hanya pengenalan 
intelektual saja. Jika sebuah Hadist itu shohih, Yakini, saja. Jika ditanya 
mengapa sholat Subuh yang baru bangun pagi 2 Raka’at, sholat Dhuhur yang sudah 
lelah bekerja  kok malah 4 Roka’at, cukup dijawab saja “ Itu yang Allah 
perintahkan, titik. 
 
Pertanyaan pertanyaan seperti yang ditanyakan syetan diatas, sering kali 
terdengar dan dilontarkan oleh orang orang yang hanya mengagungkan akalnya. 
Salah satu dari hal ini bisa kita lihat  beberapa waktu berselang, beberapa 
mahasiswa IAIN SGD Bandung, memasang spanduk “Wilayah Bebas Tuhan” dalam 
kegiatan kemahasiswaan, atau seseorang dengan tenangnya memakai kaos jaringan 
kafir liberal( JAKAR ), atau bahkan seorang dosen yang menakwilkan Al Qur’an 
secara serampangan sehingga membolehkan menginjak lafal Qur’an.
 
Banyak contoh dari para sahabat untuk  menyikapi hal hal demikian. Bahkan 
saking hati hatinya Para Sabat, tabi’in atau tabi’it Tabi’in,banyak diantara 
meraka yang tidak mau menyibukkan diri dengan pembicaraaan yang amal tidak 
dibangun diatasnya. Umar Bin Khathab pernah menegur Shabigh karena sering 
menyibukkan diri dan bertanya kepada orang tentang beberap hal dari Al Qur’an 
yang tidak terkait dengan hukum taklifi ( aplikatif ) bahkan umar memberikan 
pelajaran kepadanya karena kebiasaan tersebut. 
 
Apa jadinya jika kita menyibukan diri bahkan berbantahan tentang bagaimana 
sholat di Bulan sementara, kebulan saja tidak pernah ?
 
Banyak orang menyia nyiakan waktu dalam memperdebatkan yang bersifat teori 
namun tidak membuahkan amal nyata kecuali menghabisklan suara, menumbuhkan 
kebencian dsb. Jika ada seseorang menanyakan tentang zat ALLAh cukup saja 
dijawab, sesuai petunjuk nabi  “ Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan 
berpikir tentang zat Allah, karena kalian tidak akan mampu mengetahui 
hakekatnya.”
 
Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan. 
 
Daromi


      
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 


[Non-text portions of this message have been removed]



Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Syiar Islam.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke