----- Forwarded Message ----
From: Ginanjar Panggih <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 28, 2007 5:11:41 PM
Subject: [kariramanah] Emosi ANak Meniru Orangtuanya

Emosi Anak Meniru Orangtuanya 
  
Anda boleh bicara dengan nada tinggi, Anda pun juga boleh membelalakkan mata 
jika sedang marah pada seseorang. Tapi lakukan kedua hal tersebut di luar 
rumah. Lebih bagus lagi jika Anda mengupayakan agar si kecil Anda yang masih 
batita tidak mengetahui ekpresi negatif Anda. Mengapa? 

Menurut Dr. Betty Repacholi dari Universitas Washington, Seattle, AS. Sejak 
lahir, bayi ternyata bisa mengenali berbagai tanda emosi negatif dan positif 
serta berbagai intonasi suara yang dikeluarkan oleh orangtuanya. "Selama ini 
orangtua seringkali terkecoh dan mengira bahwa bayinya hanya bisa menangis, 
makan dan tidur. Padahal, bayinya ternyata lebih hebat," ujarnya.   


  
Jika hal ini dianggap sepele dan dibiarkan berlarut-larut maka kelak orangtua 
akan menerima akibatnya. "Jika si kecil terbiasa dengan energi negatif yang 
dikeluarkan orangtuanya, maka kelak ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak 
menyenangkan. Seperti; pemarah, pendendam serta memiliki emosi yang tidak 
stabil. Namun sebaliknya, jika si kecil tumbuh dengan energi positif yang 
dikeluarkan oleh orangtuanya, maka kelak ia kan menjadi pribadi yang 
menyenangkan, riang dan selalu positive thingking," ujar Dr. Betty kepada 
reuters.com. 

Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Betty terungkap bahwa bayi berusia 0-3 
bulan bisa merespon energi negatif yang dikeluarkan oleh orangtuanya ketika 
panik, marah dan sedih. "Jadi jangan heran jika bayi Anda menangis terus 
menerus tatkala Anda sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil," uja Dr. 
Betty. 
Pada usia 3-9 bulan, bayi sanggup menirukan berbagai macam ekspresi yang 
diperlihatkan oleh orangtuanya, seperti senang, marah atau sedih. "Pada usai 
ini, usahakan agar orangtua jangan menunjukkan ekspresi negatif di hadapan si 
kecil. Berusahalah untuk selalu menunjukkan ekspresi wajah yang menyenangkan," 
ujar Dr. Betty. 
Dr. Betty menganjurkan jika si kecil Anda melakukan hal yang membahayakan maka 
orangtua tidak perlu berteriak apalagi marah. "Cukup katakan jangan dan 
perlihatkan ekspresi wajah kuatir. Kemudian bimbing dia menjauh dari hal yang 
membayakan tersebut. Cara ini cukup efektif dan mudah diingat oleh anak 
dibandingkan Anda harus marah-marah atau membentak," ujar Dr. Betty.
[EMAIL PROTECTED]
 




      
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut!  Let your teams follow you 
with Yahoo Mobile. Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke