Beginilah pandangan orang salafy yg membelain habis2an.....Arab Saudi...sampai 
menyalahkan HAMAS....

----- Original Message ----- 
From: muhammad ismail 
To: [email protected] 
Sent: Sunday, January 11, 2009 8:19 AM
Subject: [assunnah] Kami tidak tinggal diam wahai Palestina !!!


      Bismillaahirrahmaanirrahiim…




      Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li 
yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan 
rasuulullaah… wa ba’d…

      Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi 
tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. 
Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun 
merespon dengan berbagai macam aksi.





      Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum 
muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling 
menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja 
Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai 
contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama 
dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk 
menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa 
makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini 
diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun 
lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As 
Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at 
mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum 
muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan 
dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk 
bantuan baik materi maupun moril/spirit.




      Namun ada segelintir orang menutup mata dengan kenyataan ini dan 
berkomentar, “Saudi Arabia adalah negara yang takut dengan Amerika dan kurang 
memberikan bantuan yang konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.” atau 
kalimat yang semisalnya.

      Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti di atas, saya katakan:

      Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’ bahwa Anda menginginkan agar 
Pemerintah Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk menghantam pasukan 
Israel? Baiklah jika memang demikian, apakah Amerika akan tinggal diam? Padahal 
Allah berfirman (yang artinya), “…dan janganlah kalian menjatuhkan diri-diri 
kalian dalam kebinasaan…” (Qs. Al Baqarah: 195)




      Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan bahkan lebih dari itu -semua 
pemerintah negara muslim mengizinkan rakyatnya untuk berjihad ke palestina dan 
saya berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di dalamnya-, maka Anda akan berjihad 
di bawah bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera HAMAS kah? Atau 
berspandukkan AL FATH? Atau barangkali di bawah komando Jihad Islami Palestina 
(JIP)? Atau Anda memimpin laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda 
bahwa jihad bukan hanya perkara mengucapkan dan meneriakkan, “…’Isy kariiman… 
aw Mut syahiidan…” (Hiduplah dalam kemuliaan atau matilah sebagai syahid)? 
Namun jihad membutuhkan seorang imam dan tandhim (taktik dan siasat perang). 
Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin bahwa masing-masing 
front/partai/hizb itu berperang untuk meninggikan kalimat Laa ilaaha illallaah? 
Qul Haatu burhaanakum in kuntum shaadiqiin.




      Jika Anda mengatakan, “Kaum muslimin harus berada dalam satu barisan 
dalam menghadapi dan menyikapi Yahudi.”, maka saya tidak berbeda pendapat 
dengan Anda. Bahkan tidak ada dua orang muslim yang berselisih pendapat 
tentangnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya): 
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam 
barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun 
kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4)




      Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan barisan kaum muslimin untuk 
berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih banyak kaum muslimin yang 
menyembah kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi 
persyaratannya atau menjalankan lelaku walaupun bertentangan dengan syari’at), 
paranormal (dengan membenarkan berita gaib yang sampai kepadanya), dan tukang 
pelet? Bagaimana pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun di medan jihad, 
banyak di antara mereka yang memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang 
telah dirajah oleh mbah-mbah dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak 
terdeteksi oleh radar?! 




      Bagaimana Anda akan mempersatukan kaum muslimin dalam rangka jihad, kalau 
segolongan di antara mereka tidak akan berangkat perang sebelum melakukan 
thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang dianggap wali? Atau bagaimana pula 
jika segolongan yang lain tidak akan berperang kalau yang menjadi imam bukan 
dari golongannya? Atau bagaimana kaum muslimin akan bersatu padu dalam medan 
jihad, kalau mereka ketika dikumandangkan seruan azan “Mari mencapai 
kemenangan…” 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktu fajr/shubuh)?




      Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pondasi segala 
sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” 
(HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah 
diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya, dan inqiyaad (patuh) dengan 
mentaatiNya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya. 
Berdasarkan hadits ini, kaum muslimin tidak akan berhasil menggapai puncak 
kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya keropos.




      Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya menggugat Saudi Arabia? 
Bukankah negara yang berbatasan dengan Palestina adalah Mesir, Yordania, 
Libanon serta Syiria? Seharusnya negara-negara tersebut yang paling mudah untuk 
mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkan artileri dan infanteri 
Yahudi. Namun pertanyaan politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah: 
Apakah negara-negara Arab yang disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politik 
luar negerinya merupakan politik anti Amerika???




      Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya negara-negara Arab seharusnya 
bersatu dalam menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun, kenyataannya tidak 
seperti yang diharapkan. Buktinya salah satu negara yang berbatasan dengan 
Jalur Gaza menilai Hamas lah yang menyebabkan tragedi berdarah di kota yang 
berhadapan dengan laut Mediterrania (Al Bahru -l Mutawassith) itu. Sedangkan 
Saudi Arabia dan beberapa negara arab lainnya menilai Israel telah melakukan 
sesuatu yang tidak berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara Arab berbeda 
pandangan dan sikap. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah 
terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan di kalangan negara Arab dalam menghadapi 
Israel pada tahun 1967 dalam perang yang dikenal sejarah sebagai Perang Enam 
Hari. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada tahun 1973, di mana bangsa Arab 
bersatu padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul Aziz –rahimahullah- 
akhirnya berhasil memukul mundur dan mengusir Israel keluar dari Sainaa’.




      Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menilai segala 
sesuatu. Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta. Mengapa kita 
disibukkan dengan menilai dan mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita 
sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba melebihi Saudi Arabia dalam membantu 
korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan saja bandingkan antara Saudi Arabia 
dengan negara mana saja dalam hal donasi untuk Program Peduli Palestina.




      Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin yang muwahhid yang menjadi 
korban kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza khususnya, dan Palestina 
umumnya, agar mendapatkan syahadah fii sabiilillah dan semoga kita dikumpulkan 
bersama para Nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.

      Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad, wa aakhiru da’waanaa anil 
hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.




      Riyadh, 14 Muharram 1430 H

      ***

      Penulis: Abu Yazid (dari Riyadh, Saudi Arabia)
      Artikel www.muslim.or.id
     




--------------------------------------------------------------------------------
Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di .

 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke