-----Original Message-----
From: Chandra, Y
Sent: Thursday, November 13, 2008 7:52 AM
To: Nugroho, Eko Sasmito [GCG-AP_IDN] ;
Subject: CAHAYA LANGIT: TERNYATA UMAT ISLAM ITU KAYA!


Bagus nich ...


Thanks & Regards,
Yuspa Chandra



-----Original Message-----
From: On Behalf Of bobby herwibowo
Sent: Thursday, October 30, 2008 4:59 AM
Subject: CAHAYA LANGIT: TERNYATA UMAT ISLAM ITU KAYA!



TERNYATA UMAT ISLAM ITU KAYA !

 

Seorang sahabat bernama Andi, -bukan nama
asli-, berkisah bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan Yahudi. Ia 
sudah
menjadi manusia yang kaya raya di usianya yang lagi belum mencapai 40 
tahun.
Lebih dari 200 negara sudah ia sambangi. Semua itu dilakukan demi mencari
kekayaan dunia untuknya, dan untuk perusahaannya yang dimiliki orang 
Yahudi.

Dia bertutur betapa satu sen pun harus
dikejar dalam bisnisnya. Kerugian meski hanya satu dollar akan membuat 
pemilik
usaha menjadi panik. Apalagi model krisis global seperti saat ini.

Selalu mencari harta. Mengejar kekayaan
dunia. Takut miskin. Itulah yang selalu tertanam dalam benaknya!

Namun dalam sebuah tugasnya di Maroko,
Afrika Utara. Andi ini singgah di sebuah perkampungan muslim yang 
sederhana
lagi bersahaja. Sebagai seorang muslim, kehadirannya di kampung itu 
disambut
dengan baik oleh muslim di sana.

Andi dijamu makan dan makanan untuk
disantap pun sudah tersaji dihadapan. Namun tidak seorang pun mulai 
menyantap
makanan dan Andi pun belum lagi dipersilakan. Hingga seseorang datang ke 
dalam
ruang makan lalu menyampaikan berita kepada tuan rumah dalam bahasa Arab. 
Usai
itu, Andi pun dipersilakan untuk makan.

Saat menyantap hidangan itu, Andi
diberitahu oleh tuan rumah bahwa warga kampung muslim tersebut tidak akan
pernah menyantap makanan, selagi mereka belum merasa yakin bahwa di luar 
sana
tidak ada seorang pun yang kelaparan. Warga di dusun tersebut saling 
berbagi
makanan antara satu rumah dengan yang lain. Dan orang yang datang sebelum
santap makanan tadi, adalah pembawa kabar bagi tuan rumah yang 
menyampaikan
bahwa ia sudah membagi makanan bagi penduduk kampung yang belum mendapat
makanan.

Andi malam itu mendapat pelajaran berharga
bahwa berbagi kepada sesama akan membawa ketentraman dan kebahagiaan. 
Penduduk
desa ini mayoritas adalah penduduk miskin, namun mereka bahagia dengan 
cara
berbagi kepada sesama. Inilah pelajaran yang jauh berbeda dari apa yang 
Andi
dapatkan di perusahaan tempat ia bekerja.

Usai dari Maroko, ia ditugaskan untuk
terbang ke Cairo, Mesir. Perjalanan bisnis malam itu membawa dirinya untuk
menyewa sebuah taksi di sana. Taksi di kota Seribu Menara itu dimiliki 
oleh
perorangan, dan kebanyakan armadanya sudah jelek dan bobrok.

Malam itu Andi membuka pembicaraan dengan
sopir taksi Mesir demi memecah kebekuan. "Berapa uang yang kau hasilkan
dalam sehari dengan membawa taksi seperti ini?" Andi melempar tanya kepada
sopir taksi. Dibenaknya Andi akan membayangkan betapa jauh penghasilan 
yang
akan disebutkan oleh sopir taksi ini dibandingkan penghasilan yang ia 
dapatkan
di perusahaan Yahudi terkenal. "Aku tak membawa taksi ini seharian!"
jawab sopir itu dengan bahasa Inggris sekenanya.

"Apakah kamu punya pekerjaan lain di
luar sana?" kejar Andi. "Alhamdulillah, aku punya dua pekerjaan yang
diberi Allah untukku. Dari pagi hari sampai sore aku bekerja di restoran, 
malam
harinya aku menjadi supir taksi!" sahut sang sopir.

 "Apakah hidup di Mesir sudah sedemikian
sulit sehingga engkau harus bekerja double dan mencari nafkah sampai
malam?" tanya Andi lagi. "Tidak...., hidup di negeri ini amat nikmat
sekali! Dari pagi hingga sore aku mencari nafkah untuk diriku dan keluarga 
dan
itu cukup untuk kami..." jelas sang sopir. "Lalu mengapa engkau
menjadi sopir taksi?" kejar Andi.

"Saudaraku.. .., hidup ini hanya
sekali. Dan aku ingin hidup yang cuma sekali ini berarti untuk bekalku 
setelah
mati. Maka sudah beberapa lama ini aku membawa taksi agar aku bisa mencari
tambahan penghasilan dan kemudian aku sedekahkan kepada mereka yang 
membutuhkan. "
jelas sang sopir.

Degg...! kalimat itu terasa bagai kilat
menyambar di hati Andi. Betapa hebat niat sopir taksi itu gumamnya. Tak 
pernah
dengan kekayaan yang dimiliki, Andi bercita-cita mulia seperti itu. Tak 
berani
ia meneruskan pembicaraan dengan sopir taksi. Dalam hati Andi bergumam 
bahwa
seluruh harta yang ia cari rupanya belum apa-apa, dibandingkan kekayaan 
hati
yang dimiliki penduduk muslim miskin di Maroko dan supir taksi shalih yang 
ia
temui di Cairo, Mesir ini.

"Rupanya umat Islam lah yang memiliki kekayaan yang hakiki!" gumam Andi.

 
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa di antara kalian di waktu pagi ia merasa
aman rumah tangganya, sehat badannya, dan mempunyai persediaan makanan 
untuk
hari itu, maka seolah-olah ia telah mendapatkan kebahagiaan dunia dengan 
semua
kesempurnaannya. " HR. Tirmidzi

 
__._,_.___ 
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
Pengajian Email : 

Agama sebagai pengalaman menjadi katagori yg lebih penting 
daripada agama sebagai rumusan atau pemahaman, 
pemahaman tanpa amalan hanya akan menjadi filsafat kosong, 
sebab ujung dari suatu keyakinan adalah tindakan .

Tidak bertindak berarti tidak yakin .


Group Email Addresses :
Post message: [EMAIL PROTECTED] 
Subscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
List owner: [EMAIL PROTECTED] 

MARKETPLACE
>From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods 

Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format 
to Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
Recent Activity
 7
New Members
Visit Your Group 
Everyday Wellness
on Yahoo! Groups
Find groups that will
help you stay fit.
Y! Messenger
Want a quick chat?
Chat over IM with
group members.
All-Bran
10 Day Challenge
Join the club and
feel the benefits.
.

__,_._,___ 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke