Dearest Be Positive - Be Possible Professionals,
Semoga kebahagiaan dan prestasi menyertai Anda semua dalam menjalankan 
aktivitas hari ini.
 
Supir Bajaj 
Ketika saya pulang ke Bangka awal Desember 2008 yang lalu, saya dan 
keluarga sempat bertemu dengan seorang Guru Spiritual (GS) di pulau 
tersebut. Banyak hal unik dari cerita yang disampaikan oleh beliau dan 
salah satunya cerita bagaimana beliau naik bajaj di Jakarta.
Suatu hari sang GS berada di Jakarta dan beliau hendak menuju ke Pasar 
Baru bersama dengan seorang temannya. Beliau bermaksud untuk naik bajaj, 
maka di pinggir jalan yang panas terik dipanggillah sebuah bajaj yang 
sedang melintas :
GS : Pak Pasar Baru berapa ?
Supir Bajaj (SB) : dua puluh ribu.
GS : enam ribu ya !
SB : tanpa basah-basih lebih banyak beliau langsung memacuh gas bajajnya 
dan meninggalkan sang GS
Tidak berapa lama, muncullah bajaj yang ke-2 :
GS : Pak Pasar Baru berapa ?
SB : dua puluh ribu.
GS : enam ribu ya !
SB : delapan belas ribu deh ..
GS : mahal amat bang, ya udah tujuh ribu ya .
SB : tanpa basah-basih lebih banyak beliau langsung memacuh gas bajajnya 
dan meninggalkan sang GS
Tidak berapa lama kemudian muncul lagi bajaj yang lain :
GS : Pak Pasar Baru berapa ?
SB : dua puluh ribu.
GS : enam ribu ya !
SB : delapan belas ribu deh ..
GS : tujuh ribu ya ..
SB : wah tidak bisa tujuh ribu pak soalnya pasar baru itu jauh dari sini, 
udah lima belas ribu saja
GS : bagaimana kalau delapan ribu saja ?
SB : pak delapan ribu sih berat, jauh pak pasar baru dari sini
GS : sudah sembilan ribu saja
SB : mungkin dengan sedikit kasihan melihat sang GS kepanasan akhirnya SB 
mau mengantarkan GS ke Pasar Baru dengan bajajnya.
Sesampainya di Pasar Baru, sang Guru Spiritual mengeluarkan uang senilai 
dua puluh ribu dan memberikannya kepada Supir Bajaj. Sementara sang Supir 
Bajaj mempersiapkan uang kembalian, sang Guru Spiritual seperti tidak 
memperdulikannya dan pergi meninggalkan sang Supir Bajaj. 
SB : Pak ini uang kembaliannya
GS : kembalian apa ? Tadi Bapak minta ongkos berapa ?
SB : dua puluh ribu
GS : nah itu khan 20 ribu
SB : tadi bapak nawar sembilan ribu !
GS : iya sembilan ribu itu uang dari saya naik bajaj dan sebelas ribu itu 
adalah rezeki untuk Bapak yang sudah bekerja dengan baik dan bersedia 
mengantarkan saya sampai ke pasar baru. Maka sebelas ribu itu anggaplah 
imbalan atas kebaikan Bapak.
Kemudian sang Guru Spiritual becerita bahwa saat ini semakin sulit untuk 
mencari orang yang bekerja dengan suka cita yang tidak hanya mempersoalkan 
uang di atas segala-galanya. Sang Guru Spiritual berpesan "bekerjalah 
dengan sungguh-sungguh dan dengan hati dan pikiran yang tulus maka 
percayalah rezeki itu akan datang dengan sendirinya kepada diri anda" 
 
Andreas  Hartono
Achievement Motivator
 




.

__,_._,___ 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke