Mba eti,mending baca yang ini dulu biar ga salah nantinya, bedakan antara 
investasi dan asuransi.

Ilusi Finansial
Alkisah pada suatu hari ada dua orang penerbit koran yang saling 
berkompetisi, sebutlah namanya A dan B. Kedua koran ini memiliki kualitas 
yang sama persis. Penerbit A menjual langganan korannya seharga Rp 50 ribu 
per bulan. Sedangkan penerbit B tidak puas dengan harga Rp 50 ribu per bulan 
karena merasa keuntungannya tidak cukup banyak, dia menjual korannya dengan 
biaya Rp 100 ribu/bulan.

Walaupun demikian, jika B menjual korannya dengan harga tersebut, maka 
korannya tidak akan laku. Dengan kualitas yang sama, bisa dibilang hampir 
semua konsumen akan memilih koran A yang harganya cuma setengah koran B. 
Dalam pasar bebas, B dihadapkan pada dua pilihan: tetap menjual dengan harga 
mahal tetapi mendapatkan pangsa pasar yang sedikit; atau menjual dengan 
harga lebih murah dan mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. B tidak 
menginginkan kedua pilihan tersebut, yang diinginkan B adalah menjual dengan 
harga mahal dan mendapatkan pangsa pasar yang besar pula. Mungkinkah B 
melakukan hal tersebut tanpa misalnya meningkatkan kualitas korannya?

Selain pengusaha koran, B juga seorang ahli finansial yang licik sekaligus 
jeli dalam melihat kesempatan. Dia bukannya menjual korannya lebih murah 
untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar, dia justru meningkatkan 
harga berlangganan koran B dua kali lipat. Koran B yang tadinya dijual 
seharga Rp 100 ribu, kini dia jual seharga Rp 200 ribu.

Logika mengatakan bahwa posisi B di pasar koran seharusnya akan semakin 
terjepit. Tapi tunggu dulu. B tidak begitu saja menaikkan harga korannya. 
Harga berlangganan koran B yang Rp 200 ribu/bulan ini dia bagi menjadi dua 
porsi: porsi pertama sebesar Rp 100 ribu dialokasikan untuk biaya 
berlangganan korannya itu sendiri, dan sisanya sebesar Rp 100 ribu adalah 
porsi investasi. Dengan kata lain, B tetap menikmati harga berlangganan 
korannya seperti sebelumnya yaitu sebesar Rp 100 ribu/bulan. Sedangkan 
tambahan Rp 100 ribu yang dia pungut dari pelanggan akan disetorkannya ke 
sebuah instrumen investasi yang hasilnya nanti akan dikembalikan kepada 
pelanggan.

Jika seorang konsumen berlangganan koran B selama 10 tahun, dengan asumsi 
perkembangan investasi 13%, maka nilai tunai hasil investasinya akan 
berjumlah lebih dari Rp 24 juta. Atau dengan kata lain sudah 'balik modal'. 
Selama 10 tahun, pelanggan B telah menyetorkan biaya berlangganan sebesar Rp 
24 juta, dan pada akhir tahun ke-10, nilai tunai yang dia dapatkan sudah 
melebihi Rp 24 juta. Secara nominal, pelanggan mengeluarkan Rp 24 juta untuk 
berlangganan selama 10 tahun dan pada akhir tahun ke-10 uang tersebut akan 
dikembalikan seluruhnya. Sebagian pelanggan akan merasa telah menikmati 
koran B dengan gratis!

Lebih daripada itu, pelanggan dapat pula meneruskan berlangganan setelah 
tahun ke-10 dengan sebuah catatan: konsumen dibebaskan atas biaya 
berlangganan sama sekali! Pelanggan bisa terus berlangganan koran B seumur 
hidupnya hanya dengan membayar biaya berlangganan selama 10 tahun! Bukan 
hanya itu, pada akhir tahun ke-20, selain bisa menikmati koran B dengan 
gratis, pelanggan juga dapat menikmati hasil investasi sebesar hampir Rp 60 
juta.

Jika ada yang menanyakan kepada seorang konsumen mana yang lebih dia sukai:

  a.. Membayar Rp 50 ribu seumur hidup untuk berlangganan koran A; atau
  b.. Membayar Rp 200 ribu selama 10 tahun untuk berlangganan koran B, lalu 
seluruh uang tersebut akan dikembalikan di akhir tahun ke-10, atau pelanggan 
bisa meneruskan untuk berlangganan seumur hidup dengan gratis ditambah 
dengan menikmati hasil investasi yang berlipat-lipat jumlah yang telah 
disetorkan sebelumnya.
Secara intuitif, konsumen yang awam urusan finansial akan memilih koran B. 
Konsumen akan merasa koran B lebih menguntungkan karena jumlah yang dia 
dapatkan secara nominal jauh lebih banyak daripada jumlah yang dia setorkan. 
Tetapi tentunya ini salah kaprah, di balik itu semua, biaya berlangganan 
koran B tetap saja dua kali lipat lebih mahal daripada koran A. Pelanggan 
tetap membayar biaya berlangganan dua kali lipat lebih mahal daripada koran 
A, tetapi mereka tidak menyadari telah melakukannya. Teknik berjualan 
seperti ini saya sebut sebagai 'ilusi finansial'. Hanya dengan ilusi 
finansial, seseorang bisa mengeluarkan uang dalam jumlah besar tetapi tidak 
merasa mengeluarkan uang sama sekali.

Dengan memasarkan koran B dengan menggunakan ilusi finansial, B bisa menjual 
korannya dengan harga dua kali lipat koran A, sekaligus mendapatkan pangsa 
pasar yang lebih banyak dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Selain 
itu, B juga dalam posisi yang lebih bagus karena memiliki margin keuntungan 
yang jauh lebih besar. Posisi ini bisa dimanfaatkan misalnya dengan 
melakukan pemasaran yang jauh lebih agresif untuk meraup pangsa pasar lebih 
banyak lagi.

***

Orang yang mengerti urusan finansial dan jeli melihat situasi tersebut di 
atas akan berpikir lain lagi: "Bagaimana jika saya tetap berlangganan koran 
A, dan selisih harga berlangganan koran A dan B saya investasikan sendiri 
secara terpisah?" Hasilnya sebagai berikut:

  a.. Pada akhir tahun ke-10, nilai tunai yang didapatkan adalah lebih dari 
Rp 37 juta, dan bukan hanya Rp 24 juta seperti di koran B.
  b.. Pada akhir tahun ke-20, nilai tunai yang didapatkan adalah lebih dari 
Rp 114 juta, dan bukan hanya Rp 60 juta seperti di koran B.
Kesimpulannya, dengan biaya yang dikeluarkan sama persis (Rp 200 
ribu/bulan), berlangganan koran A tentunya jauh lebih menguntungkan daripada 
koran B. Sayangnya, tidak banyak konsumen yang mengerti masalah finansial 
sehingga bisa dipastikan mayoritas akan terjebak pada ilusi finansial dan 
berlangganan koran B.

Tulisan saya di atas memang cuma wacana. Saat ini tidak ada koran yang 
dijual seperti koran B (dan mudah-mudahan tidak akan pernah ada). Tetapi 
apakah anda tahu produk lain yang saat ini kebanyakan dijual seperti B 
menjual korannya? Dan apakah anda cukup waspada dalam menyikapi 
produk-produk tersebut?


----- Original Message ----- 
From: "Eti Herawati" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, December 17, 2008 1:13 PM
Subject: ~ aga ~ Stop dan pikirkan apa yang bisa anda beli dengan uang Rp 
15.000


>
> Dear Bapak/Ibu yang mencintai diri sendiri dan keluarga,
>
> Rp 15.000 per hari mungkin tidak berarti apa-apa buat anda. Makan siang
> atau makan malam anda mungkin lebih daripada itu. Namun tahukah Anda
> bahwa
> dengan menyisihkan Rp 15.000 saja per hari Anda akan memperoleh MANFAAT
> MASA DEPAN YANG MELIMPAH karena anda sudah punya simpanan dana darurat,
> dana pensiun, dana pendidikan anak serta modal untuk  bisnis anda.
>
> Investasi Rp 15.000 saja per hari, dapat hasil investasi 32% per tahun.
>
> Tidak itu saja, Anda juga memperoleh proteksi untuk diri anda dan
> keluarga.
>
> 1 tabungan 2 keuntungan !!
>
> Hanya dengan menabung minimal Rp 15.000 per hari anda bisa berinvestasi
> dengan tingkat resiko menengah serta memperoleh proteksi untuk diri anda
> dan keluarga.
>
> 1. Investasi ke reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi Terbaik.
> Produk: Managed Fund, Equity Fund baik dalam Rupiah maupun Dollar.
> Tingkat
> hasil investasi (return) 32,8% (tahun 2006) dan 42,8% (tahun 2007)
>
> 2. Proteksi biaya kesehatan. Proses klaim cepat dan mudah (5-7 hari
> kerja). Bisa double claim dengan asuransi lain/tunjangan kesehatan dari
> kantor anda (Kini masuk rumah sakit bukan lagi menjadi hal yang
> menakutkan
> tetapi akan menyenangkan buat anda).Customer Care siap melayani selama
> jam
> kerja 6 hari seminggu. Agen siap dihubungi 24 x 7.
>
>   * Rawat inap = Rp 320.000/ malam
>   * ICU = Rp 640.000/ malam
>   * Operasi minor = Rp 800.000 per operasi
>   * Operasi intermediate = Rp 1.600.000 per operasi
>   * Operasi major = Rp 2.400.000 per operasi
>   * Operasi kompleks = Rp 3.200.000 per operasi
>   * Meninggal /cacat tetap total = Rp 112 juta
>   * Terkena salah satu dari 34 penyakit kritis = Rp 51 juta
>   * Tunjangan jika terkena salah satu dari 33 penyakit kritis = Rp
> 6.000.000 per tahun sampai usia 65 thn
>   * Meninggal/cacat akibat kecelakaan = Rp 138 juta
>
> Tabungan tidak hilang /hangus walaupun klaim kesehatan sudah diambil
> maupun tidak dipakai. Tabungan terus terakumulasi dan meningkat
> berdasarkan hasil investasi reksadana.
>
> Contoh menabung 10 tahun saja = Rp 15.000 per hari x 20 hari (ini adalah
> hari kerja anda) x 12 bulan x 10 tahun = 36 juta
>
> Hasil yang didapat (dengan tingkat hasil investasi 15% saja) :
>
>   * Tahun ke-10 = Rp 40.720.000 + benefit proteksi biaya kesehatan
>   * Tahun ke-15 = Rp 69.847.000 + benefit proteksi biaya kesehatan
>   * Tahun ke-20 = Rp 123.469.000 + benefit proteksi biaya kesehatan
>   * Tahun ke-25 = Rp 224.948.000 + benefit proteksi biaya kesehatan
>   * Tahun ke-30 = Rp 420.349.000 + benefit proteksi biaya kesehatan
>
> Lihatlah bahwa hasil investasi ini jauh di atas bunga bank bahkan bunga
> deposito. Anda menabung hanya selama 10 tahun tetapi benefit anda
> dapatkan
> sampai usia 65-99 tahun.
>
> Berminat untuk mendapatkan ilustrasi khusus untuk Anda? Saya berikan
> GRATIS untuk 50 orang pertama saja. Cukup kirimkan info nama lengkap,
> tanggal lahir, jenis pekerjaan, merokok/tidak merokok, rencana jumlah
> tabungan per bulan kemudian kirim by email ke [email protected]
>
> Mau lihat langsung presentasinya? Konsultasi & presentasi ke rumah/kantor
>
> anda, GRATIS (Jabotabek)..hubungi saya:
> by SMS atau telpon: Paula ke 0856-971-76-119 / 021-99895778 /
> 0819-73178478
>
> Saya tak sabar menunggu pertemuan dengan Anda
>
> Salam
>
> -- 
> Paula Widiastuti
> AAJI Licensed Agent # 11126281
> http://tabungan2in1.blogspot.com
>
> Konsultasi Gratis:
> YM. paula_widiastuti
> Email. [email protected]
> Hp. ke 0856-97176119 / 021-99895778 / 0819-73178478
>
>
> > 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[email protected]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke