bagus banget ceritanya

what a great reminder to our life

thanks



2008/12/18 Irwan Rosidi, QA Laboratory <[email protected]>

>
>
> Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati
>
> lembah permen lolipop.
>
> Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal.
>
> Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.
>
> Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop
>
> yang berwarni-warni dengan aneka rasa.
>
> Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu
>
> tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan
>
> mereka.
>
>
>
> Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa
>
> diambil.
>
> Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut.
>
> Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya
>
> yang  terlihat sangat banyak didepannya.
>
> Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam
>
> tas  karungnya.
>
> Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya
>
> permen-permen  tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya
>
> supaya bisa mengambil  semua permen yang dilihatnya.
>
>
>
> Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.
>
> Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan".
>
> Itulah batas akhir lembah permen lolipop.
>
> Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar.
>
> Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah
>
> permen lolipop? Apakah permen-permennya  lezat? Apakah kamu mencoba yang
>
> rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi.
>
> Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat."
>
> Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi.
>
> Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga.
>
> Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop
>
> yang  terasa berat di dalam tas karungnya.
>
> Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab
>
> pertanyaan lelaki itu,  "Permennya saya lupa makan!"
>
>
>
> Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen
>
> lolipop.
>
> "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi
>
> kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?"
>
> tanya Bob.
>
> "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.
>
> Rasanya  lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah
>
> sekali!"
>
> Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.
>
> "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia
>
> berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan
>
> bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa
>
> bersama."
>
> Bib menambahkan.
>
>
>
> Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia
>
> lewatkan  dari lembah permen lolipop yang sangat indah.
>
> Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu.
>
> Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati
>
> kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam
>
> tas  karungnya.
>
>
>
> Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal
>
> dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang
>
> berapa  banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana
>
> saya  menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia."
>
> Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali."
>
> Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus
>
> melanjutkan  kembali perjalanannya.
>
>
>
> Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.
>
> Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup.
>
> Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan
>
> permen  tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.
>
>
>
> Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia?
>
> Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya
>
> mereka menjawab,  "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya
>
> sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti
>
> pada saat suami saya lebih  mencintai saya... nanti pada saat saya telah
>
> meraih semua impian saya...
>
> nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "
>
>
>
> Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat
>
> 'sekarang'.
>
> Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang
>
> masa  'nanti' bahagia.
>
> Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah
>
> mengorbankan  begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti'
>
> bahagia.
>
> Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah
>
> sampai di masa 'nanti' bahagia itu.
>
> Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita
>
> capai,  yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu...
>
> tetap semuanya  itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.
>
>
>
> Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita
>
> duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita
>
> mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama
>
> keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan
>
> beras  dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi
>
> lebih indah.
>
>
>
> Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;
>
> memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari
>
> setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah
>
> anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan
>
> menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa
>
> disyukuri.
>
> Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata
>
> jauh  lebih damai dan tenang.
>
> Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur
>
> seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.
>
>
>
> Please don't print this e-mail unless you really need to
>
> DISCLAIMER:
>
> This e-mail and any attachments to it are intended for the named recipient(s) 
> only. If you are not the named recipient, you should notify the sender 
> immediately, and delete this e-mail from your computer. This e-mail may 
> contain the private views and opinions of the sender and does not constitute 
> a formal view and/or opinion of PT. ESSAR INDONESIA, unless specifically 
> stated. The contents of this e-mail and any attachments may contain 
> CONFIDENTIAL information. Any dissemination, distribution or copying of 
> CONFIDENTIAL information to other parties without authorization from PT. 
> ESSAR INDONESIA is strictly prohibited . PT.  ESSAR INDONESIA does not take 
> any responsibility for any damages caused by this e-mail from any virus or 
> communication failure. www.essar.co.id
>
>
> >
>


-- 
best regards,

Astrid


"Hide the pain and fear far
The one who's right will win
Know that everything is in your hands"

RISE ~ Yoko Kanno, Origa

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[email protected]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.gif>>

Kirim email ke