Dalam kehidupan kita semua manusia pasti sering berdoa, berdoa ketika kita 
mengharap sesuatu, berdoa kita sedang susah, berdoa ketika kita berhasil, tanpa 
bisa dipungkiri semua manusia berdoa dengan caranya masing-masing dan ditujukan 
kepada yang mereka anggap sebagai Hal yang lebih kuasa dari padanya. Doa adalah 
obat dan ibadah. Doa adalah bukti pengakuan seorang hamba kepada pencipta-Nya. 
Bukti bahwa manusia tidak memiliki satu kekuatan apapun. Doa juga sebagai satu 
cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya serta menyembuhkan hati dari 
keraguan dan kesedihan serta penyakit, membuka pintu rezeki, dan memberikan 
keberkahan dalam hidup bahkan dalam setiap sesuatu.

Doa adalah satu mata rantai ibadah yang berkesinambungan. Doa bukan hanya 
sekedar "lafal atau ucapan"lalu selesai setelah diucapkan, tetapi merupakan 
"perilaku hidup". periLaku berarti "berjalan", berjalan berarti bergerak, 
berkesinambungan dan tidak akan berhenti. Ini adalah siklus atau mata rantai 
dan inilah sebenarnya makna yang tersembunyi dari sebuah DOa. Doa juga dapat 
menjadi peninggat kemampuan diri, doa memberinya rasa aman dan perasaan mampu 
pada diri kita.

Doa membuat kita mampu membangkitkan harapan, doa dapat diibaratkan seperti rel 
kehidupan tetap kukuh dan tak membuat kita anjlok atau terlempar kelembah yang 
membuat kita kotor. Pertanyaan-pertanyaan tentang kejadian yang ada di dalam 
perjalanan kita adalah sebuah anugerah dan beban tugas hidup yang Tuhan 
berikan. Doa kadang berarti tanya jawab dengan Tuhan. Tanya jawab mengenai 
makna,warna, dan rasa yang meliputi hari-hari. Doa Juga merupakan saat di mana 
kita mengungkapkan kerinduan hati kita kepada Tuhan. Tapi, doa juga merupakan 
suatu penyerahan diri kita kepada Tuhan secara total. Artinya, orang yang 
berdoa, mau membuka dirinya terhadap apa yang Tuhan kehendaki; bukan hanya yang 
dikehendakinya sebagai manusia.

Terkadang ada manusia yang angkuh yang memenangkan logika dari pada meminta dan 
berdoa kepada Tuhan, tetapi manusia seperti ini ternyata rapuh, ketika akal 
tidak bisa menjawab yang terjadi adalah sebuah kehancuran jiwa dan pribadinya. 
oleh karena itu kita memerlukan DOa sebagai sarana penyeimbang Akal yang memang 
memiliki batasan atau akal yang terkadang tidak bisa memberi jawaban atas apa 
yang menjadi persoalan kita.

kita bisa memahami doa bukan sekedar pengungkapan kehendak kita semata, kita 
pantas bersyukur, karena kita sudah mulai keluar dari "keegoisan" kita, saat 
kita berdoa. Tapi, ketika kita memahami doa sedemikian rupa, kita seringkali 
justru tidak memiliki kehendak yang kuat. Kita meminta sesuatu dari Tuhan, tapi 
kita tak yakin, bahwa keinginan kita bisa diwujudkan oleh Tuhan. Begitu besar 
kesadaran kita akan kehendak Tuhan yang lebih besar daripada kehendak kita, 
kita pun seringkali justru menyerah sebelum menyatakan maksud kita.

Kita mungkin pantas belajar dari orang lain yang memiliki keinginan yang teguh. 
Mereka mengungkapkan doa permohonan, bahkan kesembuhan, dengan keyakinan yang 
teguh, bahwa doa mereka bisa dikabulkan oleh Tuhan. Ketika kita melihat cara 
orang lain berdoa, yang begitu penuh keyakinan, kita justru berpikir, bahwa 
orang berdoa secara berlebihan. Padahal, mungkin kitalah yang justru perlu 
berbenah diri. Kita berdoa tidak dengan keyakinan teguh. Kita berdoa dengan 
anggapan, bahwa doa kita bisa saja terkabul, bisa juga tidak. Terserah pada 
Tuhanlah, apakah doa kita bisa terkabul atau tidak.

Terkadang kita percaya kepada Motivator, atau trainer untuk menolong kita 
membangkitkan kita dari hilang atau lunturnya harapan kita, Saya sarankan coba 
berdoa kepada Tuhan saat kita butuh pertolongan, dan yakini atas doa yang kita 
minta pasti berhasil, hal ini akan mengahasilkan suatu energi yang besar, 
sehingga sebenarnya, untuk berhasil atau tercapainya suatu maka kita perlu 
berdoa, berusaha dan percaya bahwa doa kita akan terkabul, Tapi perlu diingat 
doa tidak akan menghasilkan sesuatu yang instan (begitu berdoa langsung 
terpenuhi), terkdang sebenarnya doa kita terkabul tapi tidak sesuai dengan yang 
kita doakan, bisa dikabulkan secara bertahap, perlu usaha kita atau dengan cara 
yang kita tak menyadarinya.

Masalah adalah bagian tak terpisahkan dari hidup. Biasanya kita akan berkeluh 
kesah dan berputus asa ketika terperangkap dalam masalah. Tak jarang, ketatnya 
impitan ini membuat kita gelap mata, misalnya dengan mengakhiri hidup atau 
melakuakn tindakan kriminal. Ya, kita telah melupakan doa. Doa adalah senjata 
yang dapat menguatkan manusia mengahadapai segala cobaan hidup. Doa memancarkan 
emosi positif, doa menimbulkan dampak berupa keadaan yang lebih baik dan 
positif dalam jiwa, pemikiran, persepsi, daya ingat, niat, kehendak, dan 
semacamnya. Doa memperbaiki keadaan jiwa dan emosi, serta membawa kepada 
keadaan tenang yang kemudian memancar ke segala sisi kehidupan bagi orang yang 
berdoa.

Sejumlah penelitian ilmiah sudah membuktikan secara nyata kaitan positif antara 
doa dan perbaikan kesehatan. Penelitian tentang kaitan doa dan kepulihan pasien 
pernah dilakukan, misalnya di perguruan tinggi Harvard Medical School. Dalam 
penelitian itu ditemukan sepertiga orang dewasa yang diteliti menggunakan doa 
sebagai bagian dari usaha kesembuhan penyakit.
Dari pasien pengguna doa itu, 75% berdoa untuk kebaikan dan 22% untuk keadaan 
kesehatan tertentu. Dari yang berdoa itu, 70% mengaku bahwa doa sangatlah 
membantu. Doa memunculkan dampak relaksasi Yang dimaksud dengan relaksasi ini 
adalah, ketika seseorang berdoa, orang itu melepaskan ketegangan akibat 
pekerjaan atau aktivitas lain seperti beristirahat, melakukan penyegaran jiwa 
dan raga. ketika kita berdoa diketahui terjadi perubahan pada kerja atau fungsi 
organ tubuh seperti pernapasan yang melambat, penurunan laju detak jantung, 
penurunan tekanan darah, penghangatan bagian luar tubuh, aktivitas gelombang 
otak yang lebih lambat, dan keadaan metabolisme yang rendah. 

Selain itu, muncul perasaan ruhiyyah yang lebih, kepuasan jiwa dan fisiologis, 
rasa damai dan tenang. Sistem hypothalamik-pituitary di dalam otak adalah 
saluran komunikasi utama yang menghubungkan pikiran dan emosi dengan molekul 
pembawa yang dilepaskan ke dalam cairan syaraf dan melewati sistem peredaran 
darah ke seluruh tubuh. Di tataran inilah emosi positif membangkitkan perubahan 
fungsi tubuh yang berdampak besar bagi kesehatan dan ke'afiyatan kita.Sejumlah 
riset membuktikan antara lain bahwa orang yang tidak religius ataupun tidak 
mendapatkan intervensi doa, lebih tinggi risikonya untuk melakukan bunuh diri, 
lebih rendah tingkat kesembuhan dari penyakit, lebih tinggi risikonya untuk 
mengalami sakit, dan lebih rentan terhadap penyakit.

orang buta,tuli,lumpuh, yang tidak memiliki tangan, yang lemah, yang bodoh dan 
yang hina, yang sedih - semua dapat berdoa kepada Tuhan; karena doa adalah 
kepunyaan hati dan perasaan, dan bukan kepunyaan badan. Doa tidak menuntut 
intelijensi tinggi atau kepasihan lidah. Tuhan menginginkan hati kita ketika 
kita berdoa. Bahkan beberapa patah kata dari jiwa murni, yang sederhana, 
sekalipun buta huruf, akan lebih berkenan bagi Tuhan dari pada aliran kata-kata 
fasih dari seorang orator atau seorang manusia terpelajar. Sekalipun kita 
melakukan kesalahan dalam doa kita kepadaNya, sekalipun ada kesalahan dalam 
kata-kata yang kiata ucapkan, bila kiata tulus, bila doa itu datang dari hati 
kita, Dia mendengarnya, karena Dia mengerti bahasa hatikita.

Kamu menangis ketika rumahmu dirampok; kamu menangis dan tersedu ketika anakmu 
meninggal; kamu bersedih dalam penderitaan ketika tanganmu hancur terlindas. O 
manusia! Pernahkah kamu menangis untuk Tuhan? Menangislah selalu untukNya. Dia 
akan menjauhkan segala macam bencana. Ikatkan dirimu disekitarnya untuk 
pertolongan. Kamu akan bebas dari penderitaan hidup. Ikutilah metoda ini dan 
petik hasilnya. Sembahyanglah dan menjadi sejahtera. Tidak sesuatupun di dunia 
ini akan menyelamatkan kamu. Hanya Tuhan sendiri yang paling mencintaimu. 
Datanglah padanya dan mohonlah kemurahan hatinya. Berdoalah dengan 
sungguh-sungguh mulai detik ini untuk kehidupan kita, untuk kesuksesan kita, 
Untuk kesembuhan kita, dan untuk harapan yang ingin kita wujudkan, berdoa 
adalah sebuah langkah awal kita menuju sukses

" Satu Doa Sejuta Manfaat, mari kita berdoa dengan keihlasan dan Keyakinan"

" Hanya kepada Engkau yang kami abdikan diri, dan hanya kepada Engkau kami 
memohon pertolongan"

Depok 6 Mei 2009
Http://erwin-arianto.blogspot.com


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke