mas, saya mau tanya dong...
bagaimana caranya kirim email bergambar seperti email OCEAN WAVES dari
mas aga, supaya gambarnya itu langsung keluar ketika si penerima
membukanya, tidak usah didownload dulu.

mas aga kan sering banget tuh kirim gambar2 yang model kaya' begitu.
bahkan ada animasinya seperti yang judulnya FOUR CATS itu.
tolong kasih tau bagaimana caranya ya mas.

soalnya kalau saya forward email2 bergambar dari mas aga, pasti
diterimanya oleh teman saya kosong tanpa gambar hanya tulisan saja.

terima kasih sebelumnya untuk bantuannya.

Pada 25 Mei 2009 15:09, aga madjid <[email protected]> menulis:
>
>
> Kepuasan Hidup
>
> Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah
> "Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia"? Apakah bangsa yang paling makmur?
> Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan
> 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu
> bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas
> Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New
> Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh
> dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia adalah...
> DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa, dari
> yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.
>
> Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :
> 1. DENMARK
> 2. Swiss
> 3.. Austria
> 4. Islandia
> 5. Bahama
> 6. Finlandia
> 7. Swedia
> 8. Bhutan
> 9. Brunei
> 10. Canada
> 11. Irlandia
> 12. Luxemburg
> 13. Kosta Rika
> 14. Malta
> 15. Belanda
> 16. Antigua
> 17. Malaysia
> 18. Selandia Baru
> 19. Norwegia
> 20. Seycheles
>
> Dan yang lainnya :
> 23. Amerika
> 26. Australia
> 35. Jerman
> 41. Inggris
> 53. Singapura
> 64. INDONESIA
> 76. Thailand
> 82. China
> 90.. Jepang
> 102. Korea Selatan
> 125. India
>
> Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :
> 176. Kongo
> 177. Zimbabwe
> 178. Burundi.
>
> INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding
> saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan
> India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya
> dan makmur dibanding kita.
>
> Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada
> Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan
> Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau,
> memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya
> akan relatif lebih bahagia.
>
> Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau
> Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin
> mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi
> seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan
> bahagia.
>
> DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?
>
> Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka
> selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang
> Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka
> bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki
> atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga
> segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti
> bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik
> sepeda memang menyenangkan.
>
> Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak merasa
> perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati
> hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak
> perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya
> kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting
> dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan yang
> baik.
>
> Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah. Mereka
> berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap
> kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal,
> mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha
> lagi. Begitu saja.
>
> Dan bangsa-bangsa lain yang "tidak bahagia", termasuk banyak negara terkaya
> di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka
> terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american
> dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu
> bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda
> justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang
> tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan
> kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik.
>
> "Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our
> grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you,"
> Nathaniel Hawthorne
>
> Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan
> masyarakat yang:
> 1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur
> 2. Punya impian dan keinginan yang realistik
> 3. Tidak membanding-bandingk an dengan orang lain
> 4. Jaminan dari pemerintah yang cukup.
>
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke