Semoga bermanfaat,mohon maaf jika tidak berkenan dengan email ini
5 Kesempatan Sebelum 5 Kesempitan
Oleh: Ustadz Abu Abdirrahman
Dari Ibnu Abbas,bahwa Nabi saw bersabda kepada seseorang ketika
menasehatinya:” Manfaatkanlah lima kesempatan sebelum datangnya lima
( kesempitan ):1) masa mudamu sebelum masa pikun dan tua renatamu, 2)
masa sehatmu sebelum waktu sakitmu, 3) kecukupanmu sebelum kefakiranmu,
4) waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan 5) masa hidupmu sebelum
kematianmu”. ( HR.Hakim 4/341 no.7846, dishahihkan al-Albani dalam
Shahih at-Targhib wat Tarhib 3/168 no.3355 )
Kesempatan adalah nikmat yang Allah SWT karuniakan kepada setiap hamba-
Nya, namun kebanyakan manusia terlena dengan kenikmatan di dunia ini
hingga ia lalai bahwa kesempatan itu tidaklah akan abadi, melainkan
pasti akan ada akhirnya.
Nikmat Adalah Ujian
Nikmat adalah ujian bagi manusia, apakah ia mempergunakannya dengan
sebaik-baiknya ataukah sebaliknya menyia-nyiakan kesempatan yang
diberikan kepadanya. Kebanyakan manusia tertipu dengan nikmat yang
dikaruniakan kepadanya, lupa bahwa nikmat adalah untuk disyukuri, bukan
dikufuri; dimanfaatkan untuk kebaikan dan takwa, bukan untuk dosa dan
maksiat.
Allah SWT memberikan karunia dan nikmat untuk sebuah ujian dalam
kehidupan dunia ini. Allah SWT telah menunjukkan kepada manusia sebuah
jalan yang harus dilalui. Ada yang mau bersyukur dan menjalankan
ketaatan kepad-Nya dan kepada Rasul-Nya, namun banyak yang kufur
terhadap nikmat yang diberikan kepadanya, mempergunakannya untuk berbuat
dosa dan maksiat, melanggar perintah dan larangan-Nya.
Allah SWT berfirman:Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya ( dengan
perintah dan larangan ). Karena itu Kami jadikan dia mendengar dan
melihat. Sesunggguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada
yang bersyukur dan ada pula yang kafir. ( QS.al-Insan(76):2-3 )
Nikmat Itu Melalaikan
Rasulullah saw bersabda: “ Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia
tertipu didalamnya; kesehatan dan kesempatan/ waktu luang”.( HR.Bukhari,
kitab ar-Roqoq, Bab Maa Jaa'a fish Shihhati wal Faroogh,5/2357 no.6049 )
Tidaklah seseorang benar-benar merasakan nikmatnya kesehatan melainkan
ketika ia berada dalam keadaan sakit. Walaupun demikian, banyak orang
yang ketika sembuh dari sakit dan diberi kesehatan, ia kembali lalai
dengan nikmat kesembuhannya, lupa dengan masa sakitnya. Demikian pula
halnya waktu luang. Seseorang akan tersadar ketika ia kehilangan waktu
luangnya, terhimpit oleh berbagai kesempitan dan kesibukan. Begitu pula
masa muda. Tidaklah seseorang benar-benar menyesalinya melainkan ketika
ia telah kehilangan masa itu.
Beruntunglah orang yang memanfaatkan masa mudanya untuk tumbuh dalam
beribadah kepada Allah SWT hingga menjadi orang yang berada dalam
jaminan naungan Allah SWT pada hari dimana tiada naungan kecuali
naungan-Nya.
Yang tidak kalah melalaikan adalah kecukupan dan kekayaan. Kebanyakan
manusia lalai memanfaatkan hartnya dengan sebaik-baiknya saat ia
memiliki kelapangan rezeki dari Allah SWT. Hingga ketika ditimpa
kekurangan, hanya penyesalan dan berandai-andai yang bisa ia lakukan.
Suatu ketika, ada seorang badui datang kepada Nabi saw dan berkata: “
Manakah sedekah yang paling agung pahalanya?” Beliau saw menjawab:”
Engkau bersedekah dalam keadaan sehat dan kikir, takut fakir dan
mengangankan kekayaan. Dan janganlah engkau menunda-nundanya hingga
ketika ( nyawamu ) sampai kerongkongan engkau mengatakan, “ Untuk fulan
sekian dan fulan sekian,” padahal si fulan sudah memilikinya”. ( HR.
Bukhari, kitab az-Zakah, Bab Ayyush Shodaqoti Afdhol, 2/515, dan Muslim
kitab as-Zakah, Bab Bayaan Anna Afdholash Shodaqotush Shohihisy Shahih
3/93 no.2430 )
Allah SWT berfirman:Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami
berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang
diantara kalian, lalu ia berkata: “ Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak
menangguhkan ( kematian ) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan
aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh? “ Dan
Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan ( kematian ) seseorang apabila
telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kalian
kerjakan. ( QS.al-Munafiqun(63):10-11 )
Menunda-nunda Adalah Sebuah Kerugian
Seseorang tidak bisa kembali ke masa lampau. Waktu berjalan maju dan
tidak akan mundur sedetikpun. Jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,
waktu berbalik akan menggilasnya, dan buahnya adalah penyesalan di dunia
sebelum akhirat.
Rasulullah saw bersabda: “ Bersegeralah beramal sebelum datangnya
gelombang fitnah bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Seseorang
dipagi hari beriman dan sore harinya kafir, di sore hari beriman dan
pagi harinya kafir, menjual dien ( agama ) nya dengan nilai yang sedikit
dari dunia”. ( HR. Muslim, kitab al-Iman, Bab al-Hatstsi 'alaa
Mubadaroti bil A'maali qobla Tadzohuril Fitan, 1/76 no.328 )
Sebagaimana juga wasiat Ibnu Umar kepada Mujahid: “ Jika engkau berada
di sore hari, janganlah engkau menunggu pagi hari. Dan jika engkau
berada dipagi hari,janganlah engkau menunggu sore hari. Manfaatkanlah
masa sehatmu untuk masa sakitmu dan masa hidupmu untuk kematianmu”.
( HR. Bukhari, kitab ar-Roqoq, Bab Qoulin Nabi Kun fid Dunya Kaanaka
Ghorib, 5/2358 no.6053 )
Allah SWT telah mengingatkan dalam banyak ayat dalam kitab-Nya yang
mulia ( QS.Ali Imran(5):137; az-Zukhruf:54; dan al-Ashr:1-3 ). Apakah
kita ingin menjadi orang yang menyesal ketika datang lima kesempitan dan
kehilangan lima kesempatan ini? Benar-benar sebuah kerugian terbesar,
wallahul musta'adz.
Sumber: Majalah al-Mawaddah Edisi ke-7 Tahun ke-2/ Shafar 1430
H/PEbruari 2009, Rubrik Cahaya Sunnah, hal.13-14
CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---