Ibu...

Dikisahkan, saat sedang melaksanakan thawaf,Rasulullah SAW bertemu dengan
seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf
Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, "Kenapa pundakmu itu?"

Jawab anak muda itu, "Ya Rasulullah, saya dari Yaman. Saya mempunyai

seorang ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika
shalat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya."

Kemudian anak muda itu bertanya, "Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk
ke dalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Nabi SAW sangat
terharu mendengarnya, sambil memeluk anak muda itu

beliau bersabda, "Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu anak yang saleh, anak
yang berbakti. Tapi anakku, ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan
terbalaskan oleh pengorbanan dan kebaikanmu."

Kisah di atas memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa kasih sayang dan
cinta seorang ibu kepada anaknya tidak akan terbalas dan tidak akan ternilai
dengan apa pun. Perjuangan seorang ibu untuk seorang anak sangat luar biasa.
Ketulusan dan kesabarannya dalam menjaga seorang anak sejak dari kandungan
hingga anak tersebut dewasa dan bahkan hingga si anak sudah berkeluarga
tidak akan tergantikan. Seorang ibu rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk
kehidupan sang anak. Bahkan, untaian doanya tidak pernah terputus untuk
seorang

anak. Mereka selalu berharap dan memohon kepada Allah agar anaknya menjadi
anak-anak yang saleh dan salehah.



Inilah beberapa alasan yang menyebabkan kita sebagai seorang anak wajib
hukumnya untuk berbakti dan memuliakannya. Secara khusus, Allah pun telah
memerintahkan kita untuk berbakti dan memuliakannya sebagaimana yang
difirmankan dalam surat Luqman. Firman-Nya, "Dan

Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang

ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah

kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."
(QS 31: 14).

Rasulullah pun menegaskan dengan mengatakan tiga kali menyebut nama ibu dan
kemudian bapak untuk orang-orang yang perlu kita perhatikan. Dalan riwayat
lainnya, Rasulullah melarang seorang sahabat untuk berjihad di jalan Allah
dan memerintahkan untuk menjaga ibunya yang masih hidup. Utusan Allah itu
bersabda, "Jika demikian tinggallah bersamanya karena surga berada di bawah
kakinya." (HR Ibnu Majah dan Nasai).

Kini, di saat ibu kita masih hidup, sudahkah kita memuliakan dan
menyayanginya dengan sepenuh hati?
Sudahkah kita memohon maaf atas kealpaan kita kepadanya? Dan, apabila ibu
kita telah lebih dulu menghadap Allah, seringkah kita memohonkan ampun
untuknya? Sudahkah kita menjalankan amanat dan wasiatnya? Mari, mumpung
Allah masih memberikan waktu, kita berbuat baik dan memuliakan ibu dan bapak
kita. Doakan mereka dengan doa, "Wahai

Tuhanku, ampunilah kedua orang tuaku dan kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

Allahumma Amiin.

Wallahu a'lam bishawab.

sumber: republika/hikmah/Mulyana







CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke