Mukaddimah

BY : Ust. Yusuf Mansyur

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut 
nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, 
Tuhan semesta alam.
Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu 
dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala 
fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada 
kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis 
ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, 
maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang 
membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga 
akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya 
dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan 
membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada 
Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya 
orang-orang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala 
fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih
lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudara-saudara semua ikut mengamini doa saya, 
agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, 
KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, 
keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di 
dalam KuliahOnline ini.
Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara 
keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya 
investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai 
sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang 
mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha 
Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap 
sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu 
wata’ala.
Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa 
yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi 
KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar 
bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul 
akibat KuliahOnline ini, mudah-mudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua 
sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki 
yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan 
KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, 
atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah 
kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar 
keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan 
kami ridha terhadap Saudara.

***
Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, 
Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali 
kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya 
tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih 
banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali 
menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran 
buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya 
sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan 
karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan 
mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini 
akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan 
setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya 
meminta kita, jangan sampai kita lalai dari
mengingat-Nya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa 
diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa 
mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun.
Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan 
bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan 
diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah.
Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya.
Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering 
runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki 
rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi 
keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin 
beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha 
Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali 
apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat 
hidup itu sendiri, yang kemudian menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya 
di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya 
belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan 
ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid.
Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti 
belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun 
kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup.
Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan 
kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga 
mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya 
jika kemudian kita betul-betul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi 
jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan 
perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa 
sia-sianya hidup seperti ini.
Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan 
kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar 
tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai 
orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan 
sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan 
kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika 
berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. 
Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan 
membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia 
aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal 
dan semakin dekat dengan Allah.
Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang 
tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, 
manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun 
ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya 
manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya.
Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. 
Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi 
hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit 
seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh 
lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah 
sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat 
manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau 
mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, 
bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh 
jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah 
hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah 
memberi keringanan, sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya 
bekerja. Tapi sayang, manusia
memilih jalan yang berat. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya, ini 
sebab tiada ada ilmu tauhid.
Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain, ia berputus 
asa dari rahmat Allah. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh, tidak mungkin ia 
gapai. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah, lalu 
memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi 
karena ia tidak mengenal Allah. Kasih Sayang Allah begitu besar. Jauh lebih 
besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. 
Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. Allah hanya meminta hanya ada DIA 
di hati kita, di pikiran kita, di kehidupan kita. Jangan ada yang lain. Lalu 
ruku’, sujud, dan berdoa pada-Nya, seraya memperbaiki diri dari sisi iman, 
ibadah, dan amal saleh, niscaya kehidupan akan terang benderang.

***
Saudara-saudaraku, saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. Satu 
saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. Lalu dia memegang dada saya. Dia 
bertanya, “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. Saya terdiam. Sentuhan 
tangannya di dada saya, adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati 
saya yang paling dalam. Ada kesejukan yang mengalir. Katanya, “Yang Kamu 
butuhkan hanya Allah. Iman. Tauhid. Bukan duit. Bukan solusi. Bukan yang 
lainnya. Hanya Allah”.
Saat itu saya menangis. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu, dan 
secepatnya menggelar sajadah dan menangis. Dan saya lakukan itu.
Tauhid! Itulah jawaban buat saya. Tauhid, mengeesakan Allah, menjadikan Allah 
segalanya, itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. 
Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi 
modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya.

***
Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini, kita bershalawat 
kepada Rasulullah shalla ‘alaih. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat 
satu kali padanya, maka Allah bershalawat 10x kepadanya. Dan tiadalah cinta 
kepada Allah dihitung cinta, hingga kita mencintai Allah. Ta’at kepada Allah 
tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah.
Mari kita hadiahkan shalawat dan salam, sebagai doa, kepada orang yang paling 
kita rindukan, Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih, agar diri kita dan segenap 
orang-orang yang ada di hati kita, juga para jamaah yang lain yang belum 
mengetahui adanya KuliahOnline ini, ada di barisannya Nabi ketika semua manusia 
dikumpulkan di Padang Makhsyar. Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa 
mencium wanginya; Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii, wa man ahabbanii kaana 
ma’ii filjannah, siapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh dia telah 
mencintai diriku. Dan barangsiapa yang mencintai diriku, maka dia akan 
bersamaku di surga.
Sungguh, Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya 
minimal 100 kali sehari semalam, betul-betul memotivasi diri saya, agar diri 
ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya, terbiasa hidup 
dengan sunnah-sunnah Rasulullah, dan menjadi orang yang sayang apabila begitu 
gampang meninggalkan sunnahnya. Itu tiada lain, agar Allah -- yang t’lah 
berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid, kalimat “Laa-ilaaha illallaah”, 
tanpa “Muhammadar rasuulullaah”, tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah 
Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang 
mencintai-Nya. Qul, katakanlah, in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii 
yuhbibkumullaah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasuulullaah), 
niscaya kalian akan dicintai Allah.
Mengenal Allah, mengenal Rasulullah. Mencintai Allah, dan mencintai Rasulullah. 
Mengikuti Allah, dan mengikuti Rasulullah. Ta’at kepada Allah, dan ta’at kepada 
Rasulullah, itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi 
perkuliahan ini. Inilah tauhid. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline 
kita. Apapun modul yang dipilih oleh masing-masing peserta. Besar harapan saya, 
agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan; Man qoola 
laa-ilaah illallaah, dakholal jannah, siapa yang mengucapkan Laa-ilaaha 
illallaah, maka dia dijamin masuk surga. Dan besar pula harapan ini, agar 
kita-kita semua ini beserta keluarga kita, bisa benar-benar bersungguh-sungguh 
mengenal diri-Nya, mengenal rasul-Nya, dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya, 
menjadi penyembah-Nya.
Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa 
mengatakan Laa-ilaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Dan 
mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. Bukan hutang yang 
belum terbayar, bukan piutang yang belum tertagih, bukan penyakit yang belum 
sembuh, bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan, bukan rumah 
yang belum bisa kita beli, bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka 
dan masalah kita. Bukan. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau 
kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid.
Maka mari kita belajar sepenuh hati, dan saling mengingatkan.

***
Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. Dan 
tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya 
menjadi ilmu buat kita. Saya berharap, kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan 
diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar, dengan kita mengenal-Nya, dan 
segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya.
Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian 
datang, kita tidak siap. Belum diampuni Allah, belum dapat ridha-Nya, belum 
dapat maaf-Nya. Buat apa kaya dunia, jika kemudian neraka terhidang untuk kita, 
abadan abadaa. Selama-lamanya.
Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya, bisa menjadi satu 
pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala. Tidak ada yang 
aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. Semuanya insya Allah 
perjalanan hidup yang begitu saja. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran 
ini, banyak yang lebih ‘alim, lebih banyak makan asam garam, lebih soleh, maka 
mintalah juga nasihat dari mereka. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah 
sebuah kesalahan. Namun apa yang saya tempuh, dari sedikit cara yang saya 
ketahui ini, sudahlah cukup membuat saya bangga, bahwa Allah Memang Tuhan saya. 
Dia begitu baik, dan sangat-sangat baik. Saya mengenal banyak orang kaya, dan 
berkuasa. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? 
Hanya DIA yang berkenan diminta, tanpa batas, dan diberi! Saya nukilkan sedikit 
pengalaman-pengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah, lalu saya 
membagi-baginya menjadi satu dua kisah
hikmah. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. Sebab kepada-Nya 
juga berpulang semua kebenaran.
Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita 
kasihi; orang tua kita, keluarga kita, sahabat-sahabat kita, para orang yang 
sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh, dan buat orang-orang yang 
mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. Agar Allah angkat derajat kita semua, 
menyingkirkan semua duka, penderitaan, memberi jawaban semua persoalan hidup. 
Dan yang lebih penting lagi, sesuai tujuan perkuliahan ini, agar di diri kita 
semua, tumbuh tauhid, iman, dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk 
segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya.

***
Setelah ini, saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa 
huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar, sebab sebagaimana 
saya katakan di atas, memang saya pun masih terus belajar, dan akan terus 
belajar.
Kelak kita akan undang para ahli, para ‘alim ‘ulama di bidang ini, untuk duduk 
bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid.
Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid 
ini. Saya undang hampir semua kelompok manusia, lewat pintu KuliahOnline yang 
beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. Ada yang tidak bermasalah, 
tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. Ada pula yang memang bermasalah. 
Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online.
Sementara itu, saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. Saya tutup dulu 
pintunya materi-materi lain. Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar 
Tauhid ini dipelajarinya. Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari 
seluruh materi Kuliah Online; baik yang berupa tulisan, audio, visual, hingga 
ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. Mudah-mudahan Anda semua 
bisa berprasangka baik, dan ridha menerima pengajaran seperti ini.
Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri, insya Allah, terdiri dari 41 esai pembelajaran 
tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. Kalau mukaddimah ini dikeluarkan, maka 
jumlahnya 40 esai. Kuliah Tauhid ini bersifat harian. Baru setelah itu, 
Saudara-saudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. Baik Kuliah Dasar, 
Kuliah Pilihan, dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. Mudah-mudahan dengan 
kekuatan getaran hati menuju Allah, perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani 
hari-hari Anda. Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan, yang karenanya 
Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan, ga usah khawatir. Bersabarlah mengikuti 
Kuliah Tauhid ini. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara, bahkan 
sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah.
Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini 
ya, apabila ditemukan banyak kejanggalan. Terima kasih atas kepercayaan Anda 
semua kepada kami. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. Jazaakallaah.
Dalam pada itu, saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini, untuk 
sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah 
Tauhid ini. Yang belum shalat, shalatlah. Yang sudah shalat, tapi masih 
sendiri, berjamaahlah (kecuali perempuan). Yang masih shalat di rumah, 
berusahalah untuk shalat di masjid. Yang sudah shalat wajib, sempurnakanlah 
dengan qabliyah ba’diyah. Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara 
semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudah-mudahan diridhai Allah. Amin.
Dan bukanlah satu kebetulan, kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline 
ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan. Bulan yang 
semua amal dilipatgandakan, penuh keberkahan, penuh ampunan, penuh dengan 
keridhaan Allah. Mudah-mudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 
Agustus 2008, Web Admin).
Selamat mengikuti perkuliahan, mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. Amin.

***
Yaa Allah, izinkan kami mengenal-Mu, dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. Duhai 
Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu, kecuali Engkau yang mengizinkan dan 
mengajarkan. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat 
dunia dan akhirat. Kenalkan kami kepada keagungan-Mu, agar tiada sombong kami 
hidup di dunia ini. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu, agar kami tahu bahwa 
kami hidup tidak sendiri. Apapun kesusahan kami, kesulitan kami, kami tahu 
bahwa Engkau Maha Mendengar, Engkau Maha Menolong, Engkau Maha Kuasa, sehingga 
tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang 
mengenal-Mu.
Rabb, kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari 
permasalahannya. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. Kenalkan kami 
kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak 
sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa.
Kenalkan kami ya Allah. Kenalkan kami pada diri-Mu. Engkau yang berkata dalam 
kalam-Mu; kuntu kanzan makhfiyyan, sungguh dulu Aku adalah permata yang 
tersembunyi. Fa-uriidu an u’rofa, maka Aku ingin dikenal. Fa-kholaqtu kholqon 
liya’rifanii, kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku. Maka, yaa Allah, berilah 
kami ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu, dan 
menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan 
kami, yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu.
Ya Allah, dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang 
abadi. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat, Maha Mengawasi. Agar 
kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan oleh-Mu. 
Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat, dengan Kemurahan Ampunan dan 
Maaf-Mu, izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu, memuji dengan pujian 
yang Engkau sandangkan pada diri-Mu, serta didahului dengan beristighfar yang 
sungguh-sungguh dari dalam hati kami, setelahnya kami memohon agar Engkau 
hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan 
ampunan, maaf dan ridha-Mu. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa 
sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi 
robbil’aalamiin. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih. Yaa Rahmaan, Yaa 
Rahiim, hari ini, saat ini, kami semua memohon ampun dari-Mu, dari kesalahan 
tidak mengenal-Mu, dari kesalahan melalaikan
diri-Mu, juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. 
Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau 
genggam seluruh catatannya. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang 
sudah terampuni. 



__._,_.___ . 
__,_._,___ 



CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke