cin,,,kl kiyim yg ad gambarna dunk,,,
penasaran nich..

Thank's & Best Regards,
 
Winda  ( PCIa 管理部助理 )

E-mail :[email protected]
----- Original Message ----- 
  From: gejolak nafsu 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, June 23, 2009 10:34 AM
  Subject: ~ aga ~ Cara Aman Melakukan Seks Oral


  Cara Aman Melakukan Seks Oral
   
  Shutter Stock
  Ada beberapa cara untuk melakukannya dengan aman.
  /Senin, 22 Juni 2009 | 15:25 WIB
  KOMPAS.com — Meskipun sudah ada berbagai peringatan seputar seks oral, 
misalnya bisa menyebabkan penularan virus penyakit, orang tidak lantas 
mengurangi aktivitas seks jenis ini. Maklumlah, banyak pasangan menganggap seks 
oral lebih memberikan rasa intim daripada intercourse-nya sendiri. Rangsangan 
klitoral secara langsung pada seks oral menyebabkan wanita lebih mudah mencapai 
orgasme, dibandingkan dengan melakukannya secara intercourse. Di lain pihak, 
kaum pria pun mendapatkan kenikmatan yang lebih intens dengan seks oral.

  Namun bagi banyak pasangan lain, seks oral merupakan suatu tantangan 
tersendiri. Seks oral tidak akan dapat terjadi jika Anda masih malu-malu dengan 
pasangan. Untuk dapat melakukannya, lebih dulu kita harus merasa nyaman dengan 
si Mr P. Sedangkan bila Anda menjadi pihak yang menerima "layanan" tersebut, 
Anda pun harus merasa nyaman dengan Ms V Anda sendiri. Bila tidak nyaman, kita 
tidak akan mendapatkan kenikmatan yang diinginkan, atau memberikan kepuasan 
yang diharapkan pasangan.

  "Oral sex memang merupakan salah satu aktivitas seksual yang paling erotis, 
menyenangkan, dan memuaskan, yang dapat Anda lakukan," jelas Dr Ava Cadell, sex 
therapist dan penulis buku The Pocket Idiot's Guide to Oral Sex. "Itu adalah 
satu bagian yang dibutuhkan untuk menjadi pecinta yang hebat. Jadi jika yang 
satu menginginkan, sedangkan yang lain menolak, hal itu bisa menyebabkan 
hubungan menjadi kacau."

  Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 90 persen 
pria dan wanita pernah melakukan oral sex dalam hidup mereka. Memang tidak 
berarti mereka masih melakukannya secara rutin, atau apakah mereka langsung 
menyukainya. Mengapa ada sebagian di antara mereka yang tidak melakukan atau 
bahkan ingin mencobanya, tak lain karena rasa khawatir akan higienitasnya. Yang 
lain tidak menyukai "rasanya" (meskipun sekarang sudah ada kondom beraneka 
rasa). Yang lainnya lagi khawatir tidak mampu melakukannya dengan baik. Sisanya 
cukup mengatakan bahwa menempatkan wajah begitu dekat pada bagian tubuh yang 
biasanya ditutupi adalah hal yang tidak menyenangkan.

  Saling berkompromi

  Kita memang tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak nyaman untuk kita, namun 
tak ada salahnya kita melakukan sesuatu untuk mengatasi kendala yang membatasi 
kenikmatan Anda maupun pasangan, bukan? Percaya tidak, hampir semua keengganan 
Anda mengenai oral sex ternyata dapat diatasi dengan penjelasan yang simpel.

  "Jika Anda mempertanyakan kebersihan, Anda bisa kok mandi dulu bersama 
pasangan," kata Ian Kerner, penulis buku She Comes First and He Comes Next. 
"Jika seorang pria tidak suka melakukan seks oral untuk pasangannya, ia perlu 
tahu bahwa vagina itu memiliki self-cleaning ecosystem," jelasnya. Di lain 
pihak, tambahnya, jika wanita mengombinasikan oral seks dengan stimulasi manual 
(dengan tangan) untuk menghindari perasaan ingin tersedak, dan meminta 
pasangannya untuk tidak mendorong terlalu dalam, mereka bisa tetap berkompromi. 
Anda hanya perlu melakukannya perlahan-lahan.

  Hal lain yang perlu Anda ketahui, pihak yang menerima seks oral seharusnya 
tidak menjadi satu-satunya yang menikmati sesi tersebut. Saat Anda memijat Mr 
P-nya, dan melihat betapa si dia menikmatinya, juga memberikan rangsangan 
tersendiri bagi Anda. Bahkan bila Anda suka memberikan seks oral untuk pasangan 
namun Anda sendiri tidak menyukainya—alias satu arah—pun tidak jadi masalah. 
Namun, Anda bisa mencoba mengenali penyebabnya. Sebab, "Orang-orang yang tidak 
menikmati seks oral biasanya memiliki hambatan psikologis," kata Dr Cadell.  

  Penyebabnya, karena salah satu pihak merasa terpaksa melakukannya. Misalnya, 
wanita yang sedang tidak mood untuk berhubungan seks, dipaksa memberikan seks 
oral (atau fellatio) kepada pasangannya. Atau, pria yang "bertekad" memberikan 
oral seks sampai pasangannya mencapai orgasme, padahal—lagi-lagi—pasangannya 
sedang tidak ingin berhubungan, atau merasa tidak nyaman melakukannya.

  Jika memang Anda melakukan kompromi, seharusnya kompromi tersebut disetujui 
kedua belah pihak dan saling menyenangkan satu sama lain. "Jangan biarkan rasa 
takut menentukan apa yang harus Anda lakukan, tak terkecuali kesenangan seperti 
ini," demikian saran Dr Sharna L. Striar, sex therapist bersertifikasi yang 
berpraktik di New York City. "Seks oral harusnya menyenangkan, memberikan 
variasi, dan meningkatkan kenikmatan. Tetapi karena hal ini sangat intim 
sifatnya, Anda harus saling berkomunikasi mengenai apa yang diinginkan dan 
diperlukan."

  Pastikan pula Anda sudah berkomunikasi sebelum melakukannya!


  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke