Terima Kritik dengan Bangga sebagai Tanda Pendewasaan kita

       by Iwan Ketan




      Beberapa hari ini, mungkin kita mendengar betapa gencarnya ormas mendemo 
kebijakan pemerintah. Mengkritik .Dan bahkan hingga isu-isu pemakzulan. Bisa 
jadi hal itu disebabkan karena ketidak puasan bagian dari elemen bangsa kepada 
pemerintahan sekarang.



      Berbicara tentang kritikan, mungkin hampir  tidak pernah ada manusia yang 
tidak pernah dikritik. Seolah kritikan adalah bagian dari hidup kita. Sebagai 
pengingat akan kelalaian dari sikap kita. Namun bisa juga kritik hadir dari 
mereka yang ingin menjatuhkan diri kita. Itu menurut persepsi dari mereka yang 
memiliki jabatan katanya. Karena tidak sedikit kasus yang berawal dari kritikan 
yang kemudian menjadikan kepada pelengseran jabatan dan pekerjaan.



      Karena kritik itu tidak terhindarkan,lantas apa yang harus kita lakukan 
ketika kritik muncul kepada diri kita?



      Jika kritik itu hadir maka tips berikut semoga bisa membantu anda :



        1.. Bersyukurlah. Karena kritikan itu hadir kepada diri anda. Betapa 
banyak orang yang melakukan kesalahan namun dibiarkan melakukan kesalahan 
sehingga mereka akhirnya semakin jauh dari kebenaran. Bisa jadi kritikan 
iniadalah sarana Tuhan meluruskan jalan anda kepada kebenaran
        2.. Berterimakasihlah. Ucapkan terimakasih kepada mereka yang 
mengkritik anda. Justru dengan anda berterimakasih anda telah menunjukkan 
kedewasaan anda. Jangalah seperti anak-anak yang ngambek ketika dikritik. 
Apalagi langsung memberikan tuduhan tidak berdasar untuk mencari pembenaran 
atas kritikan yang kita terima. Beberapa kali yang saya alami sendiri dengan 
kita berterimakasih kepada si pengkritik justru memberikan simpati luar biasa 
kepada mereka yang mengkritik kita. Bisa jadi seperti dalam butir pertama 
diatas, orang yang mengkritik anda adalah orang yang “diutus” Tuhan untuk 
meluruskan jalan anda.
        3.. Intropeksilah.  Tidak ada asap jika tidak ada abu. Tidak ada orang 
yang 100% benar. Namun tidak ada juga orang yang 100% salah.  Kalau sikap kita 
benar, lurus dan sesuai prosedur serta bermanfaat orang lain masa iya mereka 
menghujat kita. Biasanya mereka mengkritik kita karena ada kelemahan diri kita 
yang mereka lihat. Jadikan kelemahan yang telah dilihat oleh orang lain untuk 
kemudian diperbaiki.
        4.. Bersabarlah. Bagaimana pak jika di kantor saya ada yang mengkritik 
saya karena sepertinya dia sedang mengincar posisi saya sekarang? Sebuah 
pertanyaan yang pernah hadir kepada saya dan dengan tenang saya cukup menjawab 
“bersabarlah.” Yah jika ternyata orang yang mengkritik kita ternyata memiliki 
konspirasi untuk menjatuhkan anda  maka bersabarlah. Terlebih ketika mereka 
telah membuat fitnah. Tunjukkan dengan tindakan dan bukan dengan perkataan. 
Sebab semakin anda berkata maka semakin orang akan mempercayai bahwa anda 
bersalah. Jadilah seperti Muhammad yang dikatakan oleh orang Quraisy sebagai 
orang gila, namun setiap hari dia tetap memberikan makanan kepada orang Quraisy 
yang buta tersebut. Dan akhirnya ketika saatnya tiba malah akhirnya sang 
Quraisy itulah yang meminta maaf kepada Muhammad.
        5.. Berdoalah. Kritikan mungkin tidak mengenakkan. Terlebih ketika 
kritikan mulai menjatuhkan. Seolah menjadi beban. Seolah menjadi hambatan. 
Bahkan ketika berkaitan dengan kekuasaan tak jarang kawan rela menjadi lawan 
karena kekuasaan. Jika hal ini terjadi pada diri Anda,maka sebenarnya Tuhan 
sedang mengingatkan bahwa Tuhan lah tempat anda bergantung atas segala masalah 
kehidupan. Ketika anda bergantung kepada manusia maka bisa jadi manusia akan 
berpaling dari diri anda. Namun Tuhan tetap bahagia dan sangat merindukan 
manusia yang berdoa kepada Dia. Jadikan masa-masa yang penuh hambatan 
mendekatkan hidup anda kepada Tuhan.




      Kritikan memang tidak terhindarkan dalam kehidupan. Justru ketika 
kritikan hadir dalam diri kita yang menjadikan apakah diri kita adalah orang 
yang bijaksana atau malah menjadikan kita kekanak-kanakan. 



      Hadapilah kritikan dengan tegar dan tataplah hambatan dengan senyuman. 
Yakinilah bahwa kritikan semata-mata ada untuk membangun diri anda untuk 
menjadi lebih bijaksana.



      Jika masa-masa kritikan telah terlewati lihatlah betapa banyak orang yang 
dahulunya dikritik atas tindakannya kini malah menjadi orang yang diagungkan. 
Karena mereka memahami ,bukanlah kritikan yang menghancurkan diri mereka namun 
sikap merekalah yang salah yang kemudian menghancurkan diri mereka sendiri. 





      Dan mereka yang kini dihormati adalah mereka yang mampu melewati kritikan 
dengan jawaban yang bijaksana. Jawaban yang bukan berasal dari perkataan mereka 
saja namun juga melalui tindakan nyata mereka bahwa kritikan dan hujatan yang 
dahulu telah dialamatkan kepada mereka kini sudah tidak ada dan tidak terbukti 
dengan berjalannya waktu dan usia.



      Hadapi hidup dengan senyuman, ketegaran dan yakinlah bahwa Tuhan 
senantiasa bersama orang-orang yang beriman.







      Salam berbagi senantiasa

       
     





CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke