--

"Edwin" 













 

From: Yudi Irfan Arrafiq 
Sent: Thursday, April 29, 2010 8:28 AM
Subject: Menyikapi Kematian Anak

Menyikapi Kematian Anak
 
KotaSantri.com © 2002-2009
 
Penulis : Arda Dinata
 
"Ya Allah, ringankanlah kami menanggung beban musibah dunia. Berikanlah 
kami sifat ridha atas qadha
dan qadharMu. Pimpinlah kami di dunia dan di akhirat, karena hanya 
Engkau-lah sebaik-baik pemimpin,
wahai Tuhan Seru sekalian alam."
 
Diceritakan dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas RA bahwa anak 
Thalhah merintih sakit,
sedangkan Abu Thalhah ke luar rumah. Kemudian anak itu meninggal dunia. 
Ketika Abu Thalhah pulang, ia
bertanya, "Bagaimana keadaan anakku?"
Ummu Sulaim (ibu anak itu) menjawab, "Ia tenang seperti sedia kala (yang 
dimaksud adalah meninggal
dunia, sedangkan Abu Thalhah mengira bahwa anaknya itu dalam keadaan 
sehat)." Kemudian Ummu
Sulaim menyediakan makan malam untuk Abu Thalhah. Setelah itu, ia berhias 
diri, lebih cantik daripada
biasanya, hingga Abu Thalhah menggaulinya.
 
Setelah ia melihat bahwa suaminya sudah melepaskan rindunya dan merasa 
puas, Ummu Sulaim berkata
kepada suaminya, "Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu, jika suatu kaum 
meminjamkan suatu
pinjaman, apakah yang meminjam itu berhak menolak mereka jika memintanya 
kembali?"
Abu Thalhah menjawab, "Tentu saja tidak!" Kemudian Ummu Sulaim berkata, 
"Demikian pula dengan
anakmu. Anakmu telah meninggal dunia, maka mintalah pahala dari Allah."
Abu Thalhah berkata sambil marah, "Engkau telah membiarkan aku, hingga 
setelah aku berjunub karena
bergaul denganmu, engkau beritahukan tentang anakku." Kemudian ia pergi 
mendatangi Rasulullah SAW
untuk memberitahukan apa yang terjadi.
 
Rasulullah SAW membenarkan apa yang telah dikerjakan oleh Ummu Sulaim, 
lalu bersabda, "Semoga
Allah memberkahi malam kalian berdua." Dan dalam sebuah riwayat dikatakan, 
beliau bersabda, "Ya Allah,
berilah berkah kepada mereka berdua."
Kemudian Ummu Sulaim melahirkan seorang anak kembali yang diberi nama 
Abdullah oleh Nabi SAW.
Dan salah seorang di antara kaum Anshar berkata, "Kemudian aku melihat 
tujuh orang anak, semuanya
pandai membaca Al-Qur'an, yakni anak-anak dari Abdullah. Semua itu, tidak 
lain karena dikabulkannya
do'a Rasulullah SAW ketika berdo'a, 'Ya Allah, berikanlah berkah kepada 
mereka berdua.'."
Kisah di atas, telah mengajarkan kepada kita bahwa di antara sikap 
patriotisme imani yang dimiliki oleh
istri-istri para sahabat yang menunjukkan kesabaran, keridhaan, dan 
keimanan ketika kematian anaknya,
adalah sikap tabah Ummu Sulaim. Sikap inilah yang senantiasa mesti kita 
tiru dan dibangun dalam sebuah
keluarga muslim. Lalu, jangan lupa dalam menghadapi cobaan hidup itu kita 
berdo'a, "Ya Allah,
ringankanlah kami menanggung beban musibah dunia. Berikanlah kami sifat 
ridha atas qadha dan
qadharMu. Pimpinlah kami di dunia dan di akhirat, karena hanya Engkau-lah 
sebaik-baik pemimpin, wahai
Tuhan Seru sekalian alam."
 
Menyikapi fenomena itu, Dr. Abdullah Nashih Ulwan mengungkapkan, ketika 
seorang muslim mencapai
taraf iman dan keyakinan yang tinggi, mempercayai ketentuan takdir, baik 
dan buruknya itu adalah dari
Allah SWT, maka akan tampak kecil segala peristiwa dan musibah yang 
menimpa dirinya. Ia akan berserah
diri kepada Allah SWT, jiwanya akan merasa tenang, hatinya akan tabah 
menghadapi cobaan, ridha akan
ketentuan Allah dan tunduk kepada takdirNya.
 
Sehingga dengan berlandaskan iman semacam itu, Nabi SAW telah 
memberitahukan kepada umatnya
bahwa siapa pun yang ditinggal oleh kematian anaknya, kemudian ia bersabar 
dan mengucapkan, "Inna
Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un." (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah 
dan sesungguhnya
kepadaNyalah kami akan kembali). Maka Allah akan membangunkan baginya 
sebuah rumah di surga yang
diberi nama Baitul Hamdi (Rumah Pujian).
 
Akhirnya, tidak diragukan lagi, jika iman kepada Allah SWT ini benar-benar 
telah meresap di dalam kalbu.
Ia akan membuat keajaiban-keajaiban. Sebab, iman itu sesungguhnya dapat 
mengubah seseorang dari
kondisi lemah menjadi kuat. Pengecut menjadi pemberani. Bakhil menjadi 
dermawan. Dan dari gelisah
menjadi tabah.
 
Wallahu a'lam.
 
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke