17/06/2010 - 00:43
 
RI No 2 Paling Berisiko Ditabrak Asteroid
Richard Claproth Ph.D


(IST)
INILAH.COM, Jakarta - Apakah bentuk ancaman terbesar kepunahan manusia? 
Tsunami? Gempa bumi? Badai topan? Gempa bumi? Nuklir? Yang jelas Indonesia 
nomor dua paling berisiko.

Hasil penelitian dari Nick Bailey dan kawan-kawannya dari University of 
Southampton's School of Engineering Sciences menunjukkan dua hal penting.

Pertama, ancaman bumi ditabrak sebuah asteroid semakin diterima sebagai bahaya 
bencana alam tunggal terbesar yang dihadapi oleh umat manusia.

Kedua, sepuluh besar negara yang paling berisiko adalah China, Indonesia, 
India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brazil dan Nigeria.

Pertanyaannya, apakah benar asteroid merupakan bencana alam tunggal terbesar 
bagi manusia? Stephen Hawking, ilmuwan kondang dunia berpendapat bahwa salah 
satu faktor utama dalam kemungkinan kelangkaan kehidupan cerdas di galaksi kita 
disebabkan oleh tingginya probabilitas asteroid atau komet bertabrakan dengan 
planet.

Hawking menunjukkan dalam bukunya "Life in the Universe" di mana terjadi 
benturan komet Schumacher-Levi dengan Yupiter yang menghasilkan serangkaian 
bola api besar, dengan tinggi ribuan kilometer yang melontarkan "gelembung" 
panas hitam di atmosfer selama beberapa minggu.

Bayangkan jika di planet Yupiter ada penduduknya seperti di bumi, apa yang akan 
terjadi dengan mereka? Sekalipun di Yupiter ada penduduk yang memiliki 
keecerdasan tinggi, maka sangat kecil kemungkinannya mereka bisa survive.

Bagaimana dengan sejarah asteroid yang menghantam bumi? Sekitar 60 juta tahun 
yang lalu, terjadi katastrofi besar sehingga mahluk raksasa seperti dinosaurus 
juga musnah. 

Dengan demikian, kita sangat beruntung karena berkembangnya kehidupan cerdas di 
bumi hanya mungkin terjadi karena tidak ada tabrakan besar dalam 60 juta tahun 
terakhir.

Berdasarkan berbagai simulasi tabrakan asteroid kecil dengan diameter hanya 1 
km saja yang dibuat dengan software NEOimpactor, ada 10 negara yang paling 
besar risikonya dan Indonesia menempati urutan kedua di dunia. 

Saat galaxy kerdil Sagitarius melintasi tata surya kita setiap 250 juta tahun 
maka saat itu terjadi kepunahan spesies yang ada di bumi.. Tidak mustahil dalam 
dua tahun ke depan, akan lebih banyak komet menghantam bumi. 

Jika demikian halnya, Indonesia harus bersiap-siap diri karena tidak mustahil 
200 juta rakyat Indonesia akan musnah dan bukan hanya saja negeri besar kita 
menjadi sejarah, tetapi lebih buruk lagi, yaitu dilupakan sejarah. 

Mungkin sudah saatnya ilmuwan kita lebih mencermati hasil penelitian dari tim 
ilmuwan di atas.

*) Richard Claproth adalah lulusan geologi ITB dan pakar ilmu bumi bergelar 
Ph.D dari University of Wollongong Australia. Pria yang menilai sains dan 
spiritualitas bisa selaras ini, juga penerima beasiswa dari UNESCO di 
International Institute for Research in Geothermal Science Pisa Italia.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

<<icon_zoom1.gif>>

<<icon_zoom2.gif>>

<<604651.jpg>>

Kirim email ke