tapi motor juga nyebelin, sepertinya semua motor tuch nggak punya rem,
pengendara motor pantang nge-rem kali ya.... nyuruduk mulu bawaannya...
nggak mau ngalah... di kasih lewat 1 ehhh 10 yg lain ikutan....

--- On Tue, 7/13/10, Rochmad Sigit <[email protected]> wrote:

> From: Rochmad Sigit <[email protected]>
> Subject: RE: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, July 13, 2010, 2:26 PM
> Wah Bro Mahen Curhat dari hati yang
> paling dalam,, jadi miris hati gw,, :(
> 
> Warm Regards,
> 
> 
> Rochmad Sigit
> 
> [ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 
> bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 
> tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> Behalf Of Maihendra Faridian
> Sent: Tuesday, July 13, 2010 2:22 PM
> To: [email protected]
> Subject: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
> 
> 
> Sebelumnya saya mohon maaf
>  bila tulisan berikut kurang berkenan.
> Kami hanyalah ingin meminta maaf
> kepada bapak ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami
> di jalan raya.
> 
> Sungguh,
> 
> kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan
> anda.
> 
> Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri,
> 
> itu hanyalah karena kami merasa kepanasan.
> 
> Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker,
> 
> yang kami gunakan di siang bolong.
> 
> Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan,
> 
> karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
> dashboard mobil
> anda.
> 
> Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket,
> 
> ataupun bagian
> 
> bawah helm, he he he.
> 
> Bila anda melihat kami mendaki trotoar,
> 
> ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan,
> 
> itupun bukan karena kami sok jago.
> 
> Tapi kami hanya mencari alternatif jalur,
> 
> sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV
> bapak ibu
>  ?.
> 
> Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang
> knalpot anda,
> 
> yg belum tentu bebas emisi (maaf ya).
> 
> Belum lagi kami takut di PHK,
> hanya karena telat masuk kerja.
> 
> Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu
> absen kan?,
> 
> kalo masuk kerja?
> 
> Sebab kalo sebagian besar dari kami,
> 
> harus pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!!
> 
> Belum lagi,
> 
> kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik
> 
> yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium
> aroma knalpot
> 
> dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami.
> 
> Walau deodorant 5 ribuan telah kami
> 
> semprot,
> 
> tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda
> 
> yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.
> 
> Kami sadar kok,
> 
> kami jg suka keterlaluan.
> 
> Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat.
> 
> Kami cukup tau diri kok,
> 
> dengan pajak yg super murah kami,
> 
> sehingga
>  kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
> Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat
> parkir kami.
> 
> Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu.
> 
> Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.
> 
> Hmmm . . . . . ,
> 
> kami juga gak pernah protes kok,
> 
> terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak
> emaskan.
> 
> Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
> 
> di atas gusuran tanah dan rumah kami.
> 
> Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan
> keluarga,
> 
> hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol
> ataupun taman
> safari.
> 
> Ngomong2 tentang
> 
> tamasya.
> 
> Memang sih . . . . . . . . . . . . . .  . .,
> 
> mungkin anda sering melihat kami
> 
> berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke
> dufan.
> 
> Tapi kami gak yakin apakah anda melihat kami,
> 
> memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat
> parkir.
> 
> Ini karena cara duduk
>  mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami.
> 
> Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda
> 
> yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di
> jok belakang.
> 
> Kami juga gak keki kok,
> 
> dengan senyum kecil bapak-ibu,
> 
> bila melihat kami panik saat hujan turun.
> 
> Dimana kami harus buru-buru,
> 
> loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan
> mengenakan jas hujan.
> 
> Terkadang kami membayangkan,
> 
> bila kami ada di posisi anda.
> 
> Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo' amat,
> 
> cukup putar tuas kecil disamping stir,
> 
> maka wiper kaca akan bekerja lembut
> 
> membersihkan air di kaca depan &
> belakang.
> 
> Aaaah enaknyaa di mobil.
> 
> Kami juga gak protes kok,
> 
> bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan
> lembur kepada kami.
> 
> kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan,
> 
> betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
>  motor.
> 
> Kami cuma berharap,
> 
> bahwa petuah orang tua,
> 
> yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru
> basah,
> 
> adalah isapan jempol semata.
> 
> Amit-amiiiit.
> 
> Kami juga gak protes kok,
> 
> bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat
> jendela,
> 
> sehingga mengenai jaket kami.
> 
> Ataupun celana kami harus 'menerima' sampah,
> 
> yang anda buang lewat jendela.
> 
> Mungkin kami dengan jaket hitamnya,
> 
> tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
> 
> Mohon maaf juga bila,
> 
> kami harus terlihat melotot di depan anda.
> 
> Hmm sungguh, itu gak sengaja kok,
> 
> .
> 
> Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar
> tidak kena debu.
> 
> Naaah begitu berhenti,
> 
> secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he
> he he
> Maaf ya pak-bu. Peace !!!
> 
> Memang siiih,
> 
> kami sering bikin masalah di jalan raya,
> 
> tapi setidaknya,
> 
> kaum kami
>  belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara
> ini.
> 
> (Jadi gak enak nerusinnya)
> 
> Memang siiih,
> 
> rata rata dari kami tidak berpendidikan.
> 
> Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek
> 
> untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke
> tujuan,
> 
> bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.
> 
> Memang siih,
> 
> rata-rata dari kami gak memiliki tata krama.
> 
> Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar
> 
> di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image
> development.
> 
> (SD aja DO ? hiks!).
> 
> Tapi setidaknya,
> 
> kami cukup tau diri
> 
> kok,
> 
> untuk tetap menganggukan kepala
> 
> kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis,
> 
> bila kami bertemu anda di koridor kantor.
> 
> Ataupun menjauh
> 
> dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu
> lift,
> 
> karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air
> jalanan
> 
> akibat sedan mewah anda
>  menyalip kami.
> 
> Namun kami cukup terhibur kok,
> 
> bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami,
> 
> saat kita bersanding manis di lampu merah.
> 
> Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami,
> 
> bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi
> kisi jendela.
> 
> He he he,
> 
> pernah gak anda melihat kami
> 
> juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu
> anda,
> 
> walo cuma 10-20 detik.
> 
> Eh. . . . .  Jadi malu...
> 
> Namun kami cukup terhibur kok,
> 
> dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua
> 
> untuk meresmikan balapan mobil,
> 
> hiks.
> 
> Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu
> 
> banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat.
> 
> Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat.
> 
> Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing,
> 
> udah gak sabar buat melesat,
> 
> hanya untuk bisa dibilang sebagai yang
>  tercepat,
> 
> dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka
> angkat.
> 
> What an ironic...
> 
> Namun, kami cukup terhibur juga kok,
> 
> dengan iklan di TV.
> 
> Di mana banyak artis nan ganteng dan cantik,
> 
> artis senior maupun junior, politikus, budayawan,
> 
> berebut mengiklankan motor untuk kami.
> 
> Walau kami tau persis,
> 
> gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala
> dinner dengan motor
> bebek.
> 
> Sebab kami tau persis,
> 
> mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari
> mobil,
> 
> karena supir nan setia membukakan pintu belakang bagi
> 
> mereka.
> 
> Yaahhh,
> 
> kami gak bermaksud membela diri siih.
> 
> Kami cuma mau sharing aja kok,
> 
> kepada anda pengendara mobil roda empat,
> 
> bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami,

> 
> sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
> 
> Tuhan Maha Adil kan?
> 
> -- 
> you have this email because you join to "aga-madjid"
> GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
> 
> -- 
> you have this email because you join to "aga-madjid"
> GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
> 


      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke