--
ZAINAL 






 السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
 semoga bermanfaat
wass....zainal
MERENUNGI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN
 
Setiap jiwa pasti akan menemui ajalnya. Tiada setiap jiwa pun yang kekal 
abadi hidup di dunia. Bila ajal telah tiba tak ada yang bisa menghindar 
dan lari darinya. Bukan berarti telah berakhir sampai disini. Tetapi telah 
berpindah ke alam berikutnya, yaitu alam kubur atau alam barzakh, yang 
termasuk bagian dari beriman kepada hari akhir.
Setiap yang telah memasuki alam kubur maka akan mengalami fitnah kubur. 
Yaitu ujian berupa pertanyaan dua malaikat kepada si mayit, tentang 
Rabbnya, agamanya dan Nabinya. Dari ujian ini akan diketahui apakah dia 
termasuk hamba-Nya yang jujur keimanannya sehingga berhak mendapatkan 
nikmat kubur, atau apakah dia termasuk yang dusta keimanannya sehingga 
berhak mendapakan adzab kubur.
Ini merupakan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang wajib setiap mu’min 
untuk meyakini kebenaran adanya fitnah kubur, nikmat kubur dan adzab 
kubur. Termasuk konsekuensi dari beriman kepada Allah ? dan Rasulullah ? 
adalah meyakini kebenaran apa yang dikhabarkan di dalam Al Qur’an dan As 
Sunnah tentang kejadian-kejadian di alam ghaib. Di awal-awal ayat Al 
Qur’an Allah ? mengkhabarkan ciri orang-orang yang mendapatkan hidayah dan 
keberuntungan di dunia dan di akhirat, diantaranya adalah orang yang 
beriman tentang perkara ghaib. Allah ? berfirman (artinya): 
“Orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, menunaikan shalat dan 
menginfaqkan sebagian yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka pula 
beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka (Al Qur’an) dan 
kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya 
kehidupan akhirat. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Rabb mereka 
dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al Baqarah: 3-5)

Dalil – Dalil Tentang Fitnah Kubur
Dalil-dalil yang menunjukan adanya fitnah kubur, diantaranya; 
Dalam Al Qur’an firman Allah ?:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي 
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ 

“Allah meneguhkan dengan al qauluts tsabit kepada orang-orang yang beriman 
dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)
Di dalam ayat di atas menetapkan akan adanya fitnah kubur. Karena Allah ? 
memberikan kemulian kepada orang-orang yang benar-benar beriman dengan 
diteguhkannya al qaulul tsabit. Yaitu keteguhan iman si mayit di alam 
kubur ketika ditanya oleh dua malaikat. Sebagaimana hadits dari shahabat 
Al Barra’ bin ‘Azib ? bahwa Rasulullah ? bersabda:
“Jika seorang mu’min telah didudukkan di dalam kuburnya kemudian didatangi 
(dua malaikat dan bertanya kepadanya) maka dia akan (menjawab) dengan 
mengucapkan dua kalimat syahadat:

أَنْ لاَ إِله إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

itulah al qauluts tsabit sebagaimana yang tertera dalam firman Allah ? di 
atas.” (H.R. Al Bukhari no. 1379 dan Muslim no. 2871)
Ayat di atas juga sebagai dalil bahwa peristiwa fitnah kubur ini merupakan 
bagian dari hari akhir. Karena Allah ? menyebutkan peristiwa fitnah kubur 
ini dengan lafadz “wafil akhirah” yaitu di hari akhir.
Demikian pula dari As Sunnah, dari shahabat Al Barra’ bin ‘Azib yang 
diriwayatkan oleh Abu Dawud 2/281, Ahmad 4/287 dan selain keduanya, bahwa 
Rasulullah ? mengisahkan peristiwa fitnah kubur yang akan dialami oleh 
orang mu’min dan orang kafir. Keadaan orang mu’min ketika ditanya oleh dua 
malaikat, maka dia akan dikokohkan jawabannya oleh Allah ?. Siapakah 
Rabb-mu? Dia akan bisa menjawab: Rabb-ku adalah Allah. Apa agamamu? Dia 
akan bisa menjawab: Agamaku adalah Islam. Siapakah laki-laki ini yang 
diutus kepadamu? Dia pun bisa menjawab: Dia adalah Rasulullah ? 
(Demikianlah Allah ? pasti memenuhi janji-Nya sebagaimana dalam Q.S. 
Ibrahim: 27 di atas). Sebaliknya keadaan orang kafir ketika ditanya oleh 
dua malaikat, maka dia tidak akan bisa menjawab. Siapakah Rabb-mu? Dia 
akan menjawab: Hah, hah, saya tidak tahu. Apa agamamu? Dia akan menjawab: 
Hah, hah, saya tidak tahu. Lalu siapakah laki-laki ini yang diutus 
kepadamu? Dia pun akan menjawab: Hah, hah, saya tidak tahu. 
Demikian pula hadits dari Ummul Mu’minin Aisyah, bahwa Rasulullah ? 
bersabda:

فَأُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُوْنَ فِي قُبُورِكُمْ مِثْلُ أَوْ 
قَرِيْبٌ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Telah diwahyukan kepadaku sungguh akan ditimpakan fitnah kepada kalian di 
dalam kubur-kubur kalian seperti atau hampir mirip dengan fitnah Al Masih 
Ad Dajjal.” (H.R. Al Bukhari no. 87 dan Muslim no. 905)
Padahal fitnah Al Masih Ad Dajjal merupakan fitnah terbesar dari 
fitnah-fitnah yang terjadi sejak diciptakan Adam sampai hari kiamat nanti. 
Rasulullah ? bersabda:

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ أَمْرٌ أكْبَرُ مِنَ 
الدَّجَّالِ 

“Tidak ada fitnah yang paling besar sejak diciptakan Adam sampai hari 
kiamat dibanding dengan fitnah Dajjal.” (Muslim no. 2946)
Sehingga fitnah kubur itu pun amat ngeri seperti atau hampir mirip dengan 
fitnah Dajjal, kecuali bagi orang-orang yang jujur keimanannya. Oleh 
karena itu bila si mayit telah dikuburkan maka dianjurkan bagi kita untuk 
mendo’akannya. Rasulullah ? bersabda:

اسْتَغْفِرُوا لأَخِيْكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَثْبِيْتَ فَإِنَّهُ الآنَ 
يُسْئَلُ

“Mohonkan ampunan untuk saudaramu, dan mohonkan untuknya keteguhan (iman), 
karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.” (Shahihul Jami’ no. 476)
Adapun nama dua malaikat tersebut adalah malaikat Munkar dan Nakir, 
sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi no. 1071, Ibnu 
Hibban no. 780 dan selain keduanya dari shahabat Abu Hurairah ?. Hadits 
ini dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1391.

Dalil – Dalil Adzab Kubur Dan Nikmat Kubur
Setelah mengalami proses fitnah kubur, maka akan mengalami proses 
berikutnya, yaitu proses nikmat kubur dan adzab kubur. Bila dia selamat 
dalam fitnah kubur maka dia akan mendapatkan nikmat kubur dan sebaliknya 
bila ia tidak selamat dalam fitnah tersebut maka dia akan mendapatkan 
adzab kubur.
Para pembaca, proses ini pun merupakan perkara ghaib yang harus diyakini 
kebenarannya. Karena Allah ? dan Rasul-Nya telah mengkhabarkan peristiwa 
ini di dalam Al Qur’anul Karim dan As Sunnah An Nabawiyyah. 
Di antara dalil dalam Al Qur’an yaitu firman Allah ? (artinya): “…, 
Alangkahnya dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang zhalim (kafir) 
berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut sedang para malaikat memukul 
dengan tangan mereka, sambil berkata: ‘Keluarkanlah nyawamu.’ Pada hari 
ini (sekarang ini, sejak sakaratul maut) kamu dibalas dengan siksaan yang 
sangat menghinakan. Karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah dengan 
perkataan yang tidak benar dan selalu menyombongkan diri terhadap 
ayat-ayat-Nya.” (Al An’am: 93)
Berkata Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di dalam kitab tafsirnya Taisirul 
Karimir Rahman: “Ayat ini sebagai dalil tentang adanya adzab di alam 
barzakh dan kenikmatan di dalamnya. Dan adzab yang diarahkan kepada mereka 
dalam konteks ayat ini terjadi sejak sakaratul maut, menjelang mati dan 
sesudah mati.”
Dalam Q.S. Ghafir ayat ke 46 Allah ? berfirman (artinya): “ (Salah satu 
bentuk azdab di alam barzakh nanti) Neraka akan ditampakkan di waktu pagi 
dan petang kepada Fir’aun dan para pengikutnya. Kemudian pada hari kiamat 
(dikatakan kepada malaikat): Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam 
adzab yang sangat keras.” 
Berkata Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i: “Ayat di atas merupakan landasan 
utama yang dijadikan dalil bagi aqidah Ahlus Sunnah tentang adanya adzab 
di alam kubur.” (Lihat Al Mishbahul Munir)
Adapun dalil dari As Sunnah, diantaranya; hadits dari Al Barra’ bin ‘Azib 
?, bahwa Rasulullah ? bersabda:

اسْتَعِيْذُوا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ 

“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur (diulangi sampai 2/3 
kali).” Kemudian Rasululah ? berdo’a:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari adzab 
kubur (sampai 3 kali).” 
Kemudian Rasulullah ? menggambarkan keadaan orang mu’min dengan 
dibentangkan tikar dari al jannah, dikenakan pakaian dari al jannah dan 
dibukakan pintu baginya ke arah al jannah yang mendatangkan aroma harum, 
serta diperluas tempatnya di alam kubur seluas mata memandang. Sebaliknya 
keadaan orang kafir, maka dibentangkan baginya tikar dari neraka, 
dibukakan pintu yang mengarah ke neraka yang mendatangkan panas dan aroma 
busuk, serta disempitkan tempatnya di alam kubur sampai tulang belulangnya 
saling merangsek. (H.R. Abu Dawud 2/281 dan lainnya)
Dalam riwayat Al Imam Ahmad 6/81 Rasulullah ? bersabda:

اسْتَعِيْذُوا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَإِنَّ عَذَابَ الْقَبْرِ 
حَقٌّ 

“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur, karena sesungguhnya 
adzab kubur itu adalah benar adanya.”
Dalam hadits Ibnu Abbas ?, bahwa Rasulullah ? pernah melewati dua kuburan. 
Kemudian beliau bersabda:

أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيْرٍ أَمَّا 
أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ وَأَمَّا الآخَرُ فكَانَ لاَ 
يَسْتَنْزِهُ مِنْ بَوْلِهِ

“Kedua penghuni ini sungguh sedang mendapat adzab. Dan tidaklah keduanya 
diadzab karena melakukan dosa besar. Adapun salah satunya karena berbuat 
namimah (adu domba) dan yang kedua karena tidak membersihkan air 
kecingnya.” (H.R. Muslim no. 292)
Demikian pula do’a yang ditekankan oleh Rasulullah ? sebelum salam ketika 
shalat:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ 
الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَ الْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ 
الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari adzab jahannam, dari 
adzab kubur, dan dari fitnah selama hidup dan sesudah mati, serta dari 
fitnah Al Masih Ad Dajjal.” (H.R. Muslim dan selainnya, lihat Al Irwa’ no. 
350)
Apakah adzab kubur dan nikmat kubur itu terus menerus? Adapun adzab kubur 
bagi orang kafir adalah terus menerus sampai datangnya hari kiamat. 
Sedangkan bagi orang mu’min yang bermaksiat, bila Allah ? telah 
memutuskannya untuk mengadzabnya maka tergantung dengan dosa-dosanya. 
Mungkin dia diadzab terus menerus dan juga mungkin tidak terus menerus, 
mungkin lama dan mungkin juga tidak lama, tergantung dengan rahmat dan 
ampunan dari Allah ?. Mungkin pula orang mu’min yang bermaksiat tadi 
diputuskan tidak mendapat adzab sama sekali dengan rahmat dan maghfirah 
Allah ?. Semoga kita diselamatkan oleh Allah ? dalam fitnah kubur dan dari 
adzab kubur. 
Para pembaca, semua peristiwa yang terjadi di alam kubur itu merupakan 
perkara ghaib yang tidak bisa dinilai kebenarannya dengan logika, analisa 
dan eksperimen. Bahkan semua peristiwa di alam kubur itu amatlah mudah 
bagi Allah ?. Karena Allah ? memilki nama Al Qadir Yang Maha Kuasa atas 
segala sesuatu. Sehingga peristiwa di alam kubur harus dinilai dan 
ditimbang dengan nilai dan timbangan iman. Karena ini adalah perkara yang 
ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh kemampuan akal dan logika manusia. 
Karena ini adalah perkara yang ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh 
kemampuan akal dan logika manusia. Sehingga bila ada manusia yang mati 
tenggelam dilaut yang badannya hancur dimakan ikan laut, atau manusia yang 
mati terbakar sampai menjadi abu sangatlah mudah bagi Allah ? untuk 
mengembalikannya. 
Marilah kita perhatikan firman Allah ? (artinya): “Dan kami (malaikat) 
lebih dekat kepadanya (nyawa) dari pada kalian. Tetapi kalian tidak bisa 
melihat kami.” (Al Waqi’ah: 85)
Ketika malaikat hendak mencabut nyawa seseorang, sesungguhnya malaikat 
tersebut ada disebelahnya tetapi ia tidak bisa dilihat oleh mata 
kepalanya. Demikianlah kekuasaan dan kagungan Allah ? yang tidak tidak 
bisa diukur dengan logika manusia.
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke