sungguh T.E.R.L.A.L.U 2010/8/25 Maihendra Faridian <[email protected]>: > salah satu konspirasi politik...dr dl gw udah meyadari kl politik itu > kejam.... > > aga madjid wrote: >> >> >> >> Saat Sakit, Resep Soekarno Disimpan di Laci >> >> >> Catatan: >> Asvi Warman Adam >> >> >> Tanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan >> fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita >> Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam >> artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan >> bahwa >> Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan >> Bung >> Karno. >> >> >> Betulkah Soeharto melaksanakan prinsip menghormati orang yang lebih tua >> itu >> dalam kasus upaya pengadilan terhadap mantan Presiden Soekarno dan >> lebih-lebih dalam perawatan sang proklamator? Presiden Soekarno tidak >> dibawa >> ke pengadilan dengan alasan yang sangat strategis. Kalau dia >> disidangkan, >> tentu akan timbul protes dari para pendukung Bung Karno yang masih >> banyak. >> Di samping itu, pengadilan bisa membebaskannya karena tidak cukup bukti >> dia >> terlibat dalam upaya kudeta yang janggal itu. >> >> >> Sementara itu, perawatan yang diberikan kepada Presiden Soekarno >> betul-betul >> tidak manusiawi. Bagai bumi dengan langit bila dibandingkan dengan >> perawatan >> sempurna yang diterima orang kuat Orde Baru itu. Selama 10 kali >> mengalami >> masalah kesehatan sejak berhenti jadi presiden pada 1998, Soeharto >> betul-betul memperoleh perhatian medis yang luar biasa. >> >> >> Jenderal besar Soeharto dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada >> ruang >> 536 yang seakan-akan sudah menjadi ruang khusus perawatan presiden. >> Bukan >> hanya dokter kepresidenan, tetapi juga dokter ahli lain dikerahkan >> sehingga >> sampai berjumlah puluhan orang. Maka, berdatanganlah para selebriti >> pemerintahan, dari mantan pejabat era Orde Baru sampai kepada presiden >> dan >> wakilnya. Awal Januari 2008 ketika Soeharto kembali masuk rumah sakit, >> dia >> memperoleh perhatian yang luar biasa dari kru televisi yang >> berbondong-bondong menunggu pengumuman hasil kesehatan setiap hari dan >> malam. >> >> >> Berita medis itu berfluktuasi, kesehatan Soeharto menurun, membaik, >> membaik >> dari pagi tadi tetapi masih kritis, gawat tetapi masih bisa diatasi, >> tergantung dari alat-alat bantu. Bahkan, Menteri Kesehatan yang entah >> terselip lidah mengatakan bahwa Soeharto mengalami kehidupan semu karena >> fungsi-fungsi organ tubuhnya saat ini digantikan oleh mesin. >> >> >> Perawatan Bung Karno >> >> >> Soekarno pernah mengalami gangguan ginjal dan pernah dirawat di Wina >> pada >> 1961 dan 1964. Prof Dr K. Fellinger menyarankan agar ginjal kiri >> tersebut >> diangkat saja. Bung Karno menjawab, "Nanti saja, ik moet mijn taak >> afronde >> (Saya harus menyelesaikan tugas saja). Tugas yang belum selesai itu >> adalah >> mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI. Pada masa selanjutnya, >> pengobatan >> dengan ramuan tradisional Tiongkok/akupunktur diberikan dokter dari RRT. >> >> >> Pada 4 Agustus 1965 terjadi suatu peristiwa yang ikut memicu pecahnya >> Gerakan 30 September, yaitu sakitnya Bung Karno. Beredar rumor bahwa >> Soekarno pingsan dan mengalami koma. Sebetulnya yang terjadi, Bung Karno >> mengalami TIA (transient ischaemic attack), yaitu stroke ringan akibat >> penyempitan sesaat (spasme) pada pembuluh darah otak. Bukan stroke >> karena >> perdarahan atau adanya bekuan darah dalam pembuluh darah otak. Dokter >> meminta Soekarno berbaring di kamar. Para dokter menyarankan agar dia >> tidak >> usah berpidato pada 17 Agustus 1965 karena kondisi kesehatannya belum >> pulih. >> Seandainya dia berpidato, jangan lebih dari satu jam. Ternyata Presiden >> Soekarno berpidato lebih dari satu jam dan untungnya tidak terjadi >> apa-apa. >> >> >> Awal 1969, Soekarno pindah dalam status bisa dikatakan "tahanan rumah" >> ke >> Wisma Yaso di Jalan Gatot Subroto (sekarang Museum Satria Mandala). >> Sementara itu, presiden RI pertama itu terus diperiksa oleh Kopkamtib. >> Setelah sakit Soekarno makin parah, barulah Soeharto memerintahkan >> menghentikan interogasi. >> >> >> Soekarno mendapat perawatan reguler seperti di rumah sakit biasa, dalam >> arti >> diukur suhu badan dan tekanan darah beberapa kali dalam sehari serta >> jumlah >> air kencing selama 24 jam. Pernah ada pemeriksaan rontgen. Tidak >> diberikan >> diet khusus seperti yang dilakukan terhadap pasien gangguan ginjal. >> Ketika >> kondisi Bung Karno kritis, Prof Mahar Mardjono sempat menceritakan >> kepada Dr >> Kartono Mohammad bahwa obat yang diresepkannya disimpan saja di laci >> oleh >> "dokter yang berpangkat tinggi". >> >> >> Hanya Diberi Vitamin >> >> >> Menurut catatan perawat di Wisma Yaso, obat yang diberikan kepada >> Soekarno >> adalah vitamin B 12, vitamin B kompleks, Duvadilan, dan Royal Jelly >> (yang >> sebenarnya madu). Duvadilan adalah obat untuk mengurangi penyempitan >> pembuluh darah periferi. Kalau sakit kepala diberi novalgin, >> sekali-sekali >> kalau sulit tidur, Soekarno diberi tablet valium. >> >> >> Ketika tekanan darahnya relatif tinggi, 170/100, tidak diberikan obat >> untuk >> menurunkannya. Juga tidak tercatat obat untuk melancarkan kencing ketika >> terjadi pembengkakan. Bung Karno telah ditelantarkan. >> >> >> Pada 22 Mei 2006 bersama dr Kartono Mohammad, saya berkunjung ke rumah >> Rachmawati Soekarnoputri di Jalan Jatipadang, Jakarta Selatan. >> Rachmawati >> bercerita tentang dr Suroyo adalah seorang dokter dari dinas kesehatan >> Angkatan Darat berpangkat kapten (kemudian mayor) yang ditempatkan di >> Istana >> menjelang 1965. >> >> >> Menurut Rachmawati, dr Suroyo inilah yang biasanya merawat hewan-hewan >> yang >> ada di Istana Merdeka. Yang aneh pula, urine Soekarno diperiksa pada >> laboratorim Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Entah tidak ada >> laboratorium yang lain waktu itu di Jakarta. Kami sempat melihat surat >> dari >> Pangdam Siliwangi Mayjen HR. Dharsono yang melarang seluruh warga Jawa >> Barat >> mengunjungi atau dikunjungi Soekarno. Selain itu, ada surat dari Pangdam >> Jaya Amir Machmud yang menetapkan bahwa seluruh dokter yang akan >> mengunjungi >> Bung Karno harus sepengetahuan dan didampingi dr Kapten Suroyo. >> >> >> Ketika kesehatan Soekarno semakin kritis, pipinya terlihat bengkak, >> gejala >> pasien gagal ginjal. Guruh dan Rachmawati sempat memotret ayahnya. Foto >> itu >> sempat beredar pada pers asing. Guruh dan Rachmawati kontan diinterogasi >> di >> markas CPM Guntur, Jakarta. >> >> >> Kenyataan yang tidak banyak diketahui masyarakat tentang kondisi >> kesehatan >> dan perawatan Bung Karno sengaja dikemukakan di sini, sungguhpun teramat >> pahit, bukanlah untuk memelihara dendam. Ini demi menuruti pandangan >> beliau >> agar kita "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Bangsa ini perlu >> belajar dan memetik hikmah dari sejarah masa lampau agar lebih arif dan >> proporsional dalam menyikapi persoalan hari ini. >> >> -- >> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. >> to post emails, just send to : >> [email protected] >> to join this group, send blank email to : >> [email protected] >> to quit from this group, just send email to : >> [email protected] >> if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid >> or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or >> add my twitter @aga_madjid >> thanks for joinning this group. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. >
-- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
