Mentang2 polisi, mainnya keoyokan. Dasar ayam kampung,, mau nya enak aja !!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bona, Mirza Rotua" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 26 Aug 2010 08:42:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Polisi Indonesia

Ingatkan Polisi yang SMS-an Saat Bermotor, Mahasiswa Yogya Malah
Dipukuli
Ken Yunita - detikNews


Ilustrasi 
Jakarta - Sungguh sial nasib Mashono Rio Kertonegoro. Maksud hati ingin
mengingatkan seorang polisi yang sedang ber-SMS ria saat mengendarai
motor, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu malah dipukuli
hingga babak belur. Rio harus menginap di rumah sakit empat hari.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Wonosari Km 12,5, Bantul, DIY pada
tanggal 21 Agustus lalu. Saat itu, Rio sedang mengendarai motor menuju
rumahnya yang terletak di daerah Piyungan, sekitar pukul 16.30 WIB.

"Di situ banyak polisi yang habis menggelar razia itu lho. Nah salah
satu polisi itu naik motor, menyeberang jalan, sambil tangan kirinya
memegang handphone," kata Rio saat berbincang dengan detikcom, Rabu
(25/8/2010).

Entah polisi itu sadar atau tidak, motor yang dikendarainya itu
miring-miring dan hampir menabrak motor Rio. Karena kaget, Rio langsung
mengerem mendadak hingga nyaris terjatuh.

Setelah berhasil mengembalikan keseimbangan, Rio kemudian menghampiri
motor polisi tersebut. Rio mencoba mengingatkan agar lain kali polisi
itu tidak mengendarai motor sambil ber-SMS ria.

"Saya bilangnya baik-baik. Saya cuma bilang, kalau SMS-an sambil naik
motor itu membahayakan orang," kata Rio menirukan kata-katanya waktu
itu.

Menurut Rio, polisi itu membantah dirinya sedang SMS-an. "Saya cuma
lihat jam kok," kata polisi yang memakai rompi polisi itu ditirukan Rio.

Rio mengaku tidak habis pikir dengan polisi itu. Menurutnya, polisi
tersebut mengenakan jam di tangan kirinya.

"Dia kan pakai jam tangan, ngapain lihat jam di HP," kata Rio.

Melihat Rio yang menyinggung-nyinggung jam tangannya, polisi tersebut
mulai kesal. "Lha terus kenapa?" tanya polisi itu kepada Rio.

Rio yang kesal akhirnya melaporkan polisi tersebut ke komandannya yang
berada di pos polisi, tidak jauh dari tempatnya bersitegang dengan
polisi tadi. "Saya bilang, Pak Komandan, itu anak buah bapak kok tadi
pakai handphone sambil naik motor, kan bahaya. Saya hampir tertabrak,"
katanya.

Sang komandan lantas meminta Rio menunjukkan anak buahnya yang dimaksud.
Tak lama, si polisi yang tadi bersitegang dengan Rio menghadap
komandannya.

"Saya cuma lihat jam kok, Dan (Komandan)," begitu kata polisi itu
seperti ditirukan Rio.

Rio kemudian mengatakan, polisi itu sudah memakai jam tangan. "Lagipula,
kalau mau lihat jam, kenapa harus pas naik motor. Wong jarak dia naik
motor sampai pos itu nggak jauh," kata mahasiswa yang mengambil jurusan
hukum itu.

Rio lalu menunjuk ke arah jam yang dipakai polisi itu di tangan kirinya.
Namun tiba-tiba saja, tangannya dipegang oleh polisi itu dan
disingkirkan.

"Lalu saya bilang ke komandannya, kok kasar gitu, Pak? Lalu tiba-tiba
saya dipukul dari belakang oleh polisi tadi," cerita Rio.

Rio yang kaget sekaligus kesakitan, berbalik menghadap polisi tadi.
Belum sempat Rio berkata-kata, sekitar lima polisi lainnya sudah
memukulinya dari belakang. Bak! Buk! Bak! Buk! Rio pun babak belur.

"Tiba-tiba saya diseret sama komandannya. Saya dibawa ke ruangan dan
ruangan itu dikunci. Di dalam, saya diinterogasi, ditanyai nama, alamat
dan sebagainya," kata Rio.

Rio akhirnya diperbolehkan pulang setelah diinterogasi. Sambil menahan
sakit, Rio langsung pulang menuju rumahnya. "Bapak saya langsung bilang,
kita ke rumah sakit," cerita Rio.

Rio pun dibonceng ayahnya, Sahana, menuju RS Hidayatullah di kawasan
Gambiran, Yogyakarta. Di rumah sakit itu, Rio sekalian divisum.

"Pas lagi menuju rumah sakit, kami sempat dicegat oleh komandan polisi
yang tadi. Tapi bapak saya diam saja, langsung pergi ke rumah sakit,"
katanya.

Rio dirawat di RS Hidayatullah hingga Selasa 24 Agustus kemarin. Selain
luka memar di sekujur tubuh, Rio juga sempat muntah-muntah sehingga
dokter sempat menduganya gegar otak.

Kasus Rio telah dilaporkan ke Polsek Piyungan. Namun kini, kasusnya
ditangani oleh Polres Bantul.

(ken/fay) 

Rafyandi Sjofjan


 
  

Sumber:    

http://www.detiknews.com/read/2010/08/25/160602/1427835/10/ingatkan-poli
si-yang-sms-an-saat-bermotor-mahasiswa-yogya-malah-dipukuli?991102605
<http://www.detiknews.com/read/2010/08/25/160602/1427835/10/ingatkan-pol
isi-yang-sms-an-saat-bermotor-mahasiswa-yogya-malah-dipukuli?991102605>

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<polisiluar1.jpg>>

Kirim email ke