----- Original Message ----- 
  From: Asean, Anthonious 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, September 02, 2010 9:33 AM
  Subject: ~ aga ~ RE: Merasakan Manisnya Iman - Renugan Pagi


  Betuuulll….

  Justru imel pertama kali yg gw trima dan ada footnote AGA-nya..adalah email 
dari Arthur ttg Islam ini… n gw forward ke temen2 Muslim gw yg lain…

   

  @ Aga :Si kunyuk udah diblok ya??

  Awas hati2 kalo ada yg mau subscribe baru… pasti mau coba ngaco2 lagi tuh… 
ntar gw kasih presiden RDK..biar di zolimi…. Hehehehehehehehe…. J

   

  @ Najib : seharusnya loe mmg dah pantes masuk RDK siy… sabar ya… kan lagi 
puasa…nanti bikin loe gak konsen puasanya… J…semoga di tanggal 3 Syawal 1414 H 
..loe dah jadi anggota RDK ya …. hehhhehee


  SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS


  P Please consider the environment before printing this e-mail.


  The information transmitted is intended only for use by the addressee and may 
contain confidential and//or privileged material. Any review, re-transmission, 
dissemination or other use of it, or the taking of any action in reliance upon 
this information by persons and//or entities other than the intended recipient 
is prohibited. If you received this in error, please inform the sender and//or 
addressee immediately and delete the material from all locations. Thank you.

  The Redpath Group
  Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
  (705) 474-2461

   

   

  From: ear.one [mailto:[email protected]] 
  Sent: Thursday, September 02, 2010 9:21 AM
  To: [email protected]
  Subject: SPAM - RE: ~ aga ~ Fw: Merasakan Manisnya Iman - Renugan Pagi

   

  Nikmatnya kebersamaan J

   

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of [email protected]
  Sent: Thursday, September 02, 2010 9:15 AM
  Subject: ~ aga ~ Fw: Merasakan Manisnya Iman - Renugan Pagi

   

   

        ZAINAL ARIFIN 
        

              

       

   


    

  السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها

    

  semoga bermanfaat
  wass....zainal 

  Merasakan Manisnya Iman

  ولهما عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « ثلاث من كن فيه وجد بهن 
حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ، وأن يحب المرء لا يحبه 
إلا لله ، وأن يكره أن يعود في الكفر بعد إذ أنقذه الله منه ، كما يكره أن يقذف في 
النار » . 

  وفي رواية : « لا يجد أحد حلاوة الإيمان حتى يحب المرء لا يحبه إلا لله » إلى 
آخره .

  “Dan dalam riwayat keduanya (Al-Bukhari dan Muslim) dari Anas, dia berkata: 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ada tiga perangai atau sifat 
yang jika ada pada diri seseorang, maka orang tersebut akan mendapatkan 
manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain 
keduanya, (2) Mencintai seseorang, yang dia tidak mencintai orang tersebut 
kecuali karena Allah, (3) Membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah 
selamatkan dia dari kekufuran tersebut sebagaimana dia benci untuk dilemparkan 
ke dalam api neraka.” 

  Dan dalam riwayat yang lain disebutkan dengan lafazh: “Tidaklah seseorang 
mendapatkan manisnya iman sampai dia mencintai seseorang, dan tidaklah 
kecintaannya itu kecuali karena Allah …” -sampai akhir hadits-. 

  Penjelasan hadits 

  Tidak semua orang yang beriman akan merasakan kelezatan imannya. Sebagaimana 
seseorang yang memiliki makanan, belum tentu dia bisa merasakan lezatnya 
makanan itu. Iman yang dimiliki seseorang akan bisa dirasakan lezatnya oleh 
orang tadi sehingga iman itu akan bisa menyenakan hati dia, dan dia bisa 
merasakannya nikmatnya ketaatan, meskipun kelihatannya lelah dan habis waktunya 
untuk melakukan ibadah. 

  Manisnya iman adalah sesuatu yang didapati oleh manusia dalam hatinya berupa 
ketenangan dan kelapangan dada, dia merasa senang dengan iman tersebut dan 
tidak merasa terbebani. 

  Dan rasa manis (حَلاَوَة) di sini bukanlah sesuatu yang bisa dirasakan oleh 
lisan ini. Akan tetapi yang dimaksud halawah ini adalah halawah qalbiyyah. Jika 
seseorang ingin mendapatkan halawah iman ini, maka dia harus mempunyai tiga 
sifat/perangai sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tersebut. 

  Yang Pertama 

  Mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada selain keduanya. Ini 
adalah perkara yang berat kecuali bagi orang yang mau bersungguh-sungguh untuk 
mengorbankan dirinya demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Seseorang yang 
mencintai istri ataupun orang tuanya, ketika dihadapkan pada kepentingan Allah 
dan Rasul-Nya, maka dia harus mendahulukan kepentingan Allah dan Rasul-Nya 
tersebut, ini membutuhkan mujahadah (kesungguhan). 

  Dan di antara tanda seseorang mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah dia 
mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan dia membenci 
segala sesuatu yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya, dia mengutamakan 
keridhaan Allah daripada selain-Nya, dia juga mengikuti jejak Rasul-Nya, 
melaksanakan perintah beliau dan menjauhi larangannya. 

  Taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunjukkan ketaatan 
kepada Allah subhanahu wata’ala, sebagaiman disebutkan dalam ayatul mihnah: 

  قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ.

  “Katakanlah wahai Muhammad, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku 
(yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam), niscaya Allah akan 
mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31) 

  Yang Kedua 

  Mencintai seseorang, dan tidaklah dia mencintai orang tersebut kecuali karena 
Allah, bukan karena kepentingan duniawi. Mencintai seseorang karena dia adalah 
orang yang taat kepada Allah, atau karena dia adalah orang yang beriman, 
meskipun orang yang dicintai tadi adalah orang yang fakir. 

  Mencintai seseorang banyak sebabnya, mungkin karena kekerabatan, teman, atau 
karena ingin mendapatkan kepentingan duniawi. Barang siapa yang mencintai 
sesorang karena Allah, maka ini akan menjadi sebab untuk bisa merasakan 
manisnya iman. Sehingga kita hendaknya bisa mengoreksi diri kita, apakah 
kecintaan kita kepada orang lain itu disebabkan karena Allah atau karena adanya 
kepentingan lainnya. 

  Yang Ketiga 

  Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari 
kekufuran tersebut sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka. 

  Kebencian kembali kepada kekufuran disamakan dengan kebencian untuk 
dilemparkan ke dalam api neraka. Ini menunjukkan sangat bencinya dia kepada 
kekufuran dan tentunya benci pula kepada pelaku kekufuran. Orang yang merasakan 
kenikmatan dan manisnya iman tidak akan senang kembali kepada kekufuran setelah 
dia mendapatkan hidayah. 

  Inilah tiga sifat/perangai yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wasallam, barang siapa yang tiga sifat tersebut ada pada diri 
seseorang, maka dia akan mendapatkan manisnya iman. Dan ini dipahami bahwa 
seseorang tidak akan bisa merasakan manisnya iman kecuali dengan adanya tiga 
sifat ini. Sebagaimana dalam hadits yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad 
bin ‘Abdil Wahhab rahimahullah setelahnya yaitu 

  لا يجد أحد حلاوة الإيمان حتى يحب المرء لا يحبه إلا لله.

  “Tidaklah seseorang mendapatkan manisnya iman sampai dia mencintai seseorang, 
dan tidaklah kecintaannya itu kecuali karena Allah.” 

  Faedah yang bisa dipetik dari hadits ini, di antaranya[1] : 

  1.       Menetapkan adanya manisnya iman yang bisa dirasakan, dan setiap 
mukmin belum bisa merasakan manisnya iman sampai dia memiliki tiga sifat 
tersebut. 

  2.       Keutamaan dan kewajiban mendahulukan kecintaan kepada Allah dan 
Rasul-Nya daripada kecintaan kepada selain keduanya. 

  3.       Mencintai seseorang karena Allah merupakan tanda keimanan. 

  4.       Wajibnya membenci kekufuran dan juga sekaligus orang kafir, karena 
orang yang membenci sesuatu, maka dia juga harus membenci orang yang melakukan 
sesuatu tersebut. 

  5.       Barangsiapa yang memiliki tiga sifat ini, maka dia lebih utama dari 
orang yang tidak memilikinya, walaupun orang yang memilikinya ini dulunya kafir 
yang kemudian masuk Islam, atau dulunya bergelimang dengan kemaksiatan kemudian 
bertaubat darinya. Ini lebih utama daripada yang tidak memiliki tiga sifat 
tersebut sama sekali. 


------------------------------------------------------------------------------

  [1] Dinukil dari kitab Al-Jadid Fi Syarhi Kitab At-Tauhid karya Asy-Syaikh 
Muhammad bin ‘Abdil ‘Aziz Al-Qar’awi rahimahullah dan kitab Al-Mulakhkhash Fi 
Syarhi Kitab At-Tauhid karya Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan 
hafizhahullah.

  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.


  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<[email protected]>>

Kirim email ke