sampe sekarang gw masih lom liat tuh keong racun versi sinta jojo, denger
lagu aslinnya aja juga lom pernah, wkwkwkwkwkwk


~ Sista Moon waiting for Broda Sun~


2010/9/2 Najib <[email protected]>

>
>
> ”Kalau belum dicoba tampaknya mustahil. Selanjutnya Anda tahu itu tidak
> mustahil.”
> -- Evelyn Underhill, penulis, 1875-1941
>
> MAAF, bila di hari Senin seperti ini Anda, harus disuguhi ‘Keong Racun’.
> Mungkin sudah over exposed. Berkali-kali infotainment sudah mengulas habis
> soal ini. Bila kemudian Anda merasa mual dan ingin muntah, waduh maaf, bukan
> itu maksudnya.
>
> Kalau mau jujur, tidak ada yang istimewa dari lagu ‘Keong Racun’. Iramanya
> persis dangdut koplo. Liriknya pun boleh dikata sama sekali tidak
> menyenangkan untuk didengar. Apalagi kalau nanti keponakan atau bahkan anak
> Anda bertanya, ‘check in’ itu apa sih? Lagi pula, kenapa harus ‘Keong
> Racun’, bukankah bekicot justeru mahal harganya di Perancis sana.
>
> Mari sejenak kita flash back. Masih ingat Milli Vanilli, duet Rob dan Fab
> yang sukses meraih Grammy dengan lagunya ‘Girl You Know It’s True’ di era
> 80-an? Belakangan gelar itu dicabut karena mereka ternyata menipu. Mereka
> bukanlah penyanyi asli lagu itu. Mereka hanya komat-kamit alias lipsynch.
> Pun demikian dengan Sinta dan Jojo. Dua perempuan yang masih belia dari
> Bandung, umur 20 tahun pun belum. Hanya komat-kamit di depan kamera
> laptopnya.
>
> Namun, satu hal yang menarik dari munculnya ketenaran ‘Keong Racun’ adalah
> kreativitas dari duet Sinta dan Jojo. Memang bukan hal baru. Moymoy Palaboy,
> anak muda dari Philipina melakukan hal yang sama, jauh sebelum Sinta dan
> Jojo melakukannya.
>
> Sinta dan Jojo berhasil memanfaatkan jaringan video gratis youtube dengan
> baik. Sebelumnya, publik di negeri ini pernah dihebohkan dengan aksi artis
> muda yang bernyanyi di sana, tetapi dengan tambahan, menghujat
> teman-temannya yang pernah membuatnya kecewa. Alih-alih orang menjadi
> terhibur, banyak yang mempertanyakan kenapa si artis cantik itu tampil aneh
> di youtube. Sedangkan Sinta dan Jojo? Tujuan apa pun tidak pernah mereka
> patok. Kecuali hanya sekedar iseng dan memamerkan diri pada teman-temannya.
> Selebihnya, mereka hanya ingin senang-senang. Khas anak muda.
>
> Namun ternyata, hasilnya dahsyat. Pertama, Sinta dan Jojo sudah menghibur
> banyak orang. Kedua, membuat Subur Tahroni, 49 tahun, pencipta lagu ini,
> meski saya tidak setuju dengan liriknya, pada sebuah pencapaian karir yang
> tak pernah dibayangkan sebelumnya. Subur tinggal di satu gang di rumah
> sempit yang hanya berukuran 5 x 6 meter. Hmm, barangkali lebih kecil dari
> garasi rumah di Jakarta. Subur yang tinggal di Bojongloa Kaler, Kota
> Bandung, langsung sujud syukur setelah tahu lagunya dibeli hak ciptanya.
> Bukan tidak mungkin, Sinta dan Jojo pun akan segera meraup untung yang tak
> disangka-sangka. Menjadi selebritas dengan honor besar, bisa saja terjadi.
> Kabarnya, beberapa pihak telah menawarkan rekaman kepada mereka.
>
> Tentulah ini buah dari sebuah kreativitas. Di dunia yang gampang berubah,
> apa saja bisa terjadi dengan cepat. Mereka yang punya porsi kreativitas yang
> berlebihlah yang bisa menangkap peluang itu dengan baik. Tentu dalam
> beberapa hari mendatang, kaum muda di negeri ini akan mendapatkan inspirasi
> dari polah tingkah Sinta dan Jojo. Tapi pastinya, bukan sekadar mengekor
> atau menjiplak.
>
> Kawula muda Indonesia sebenarnya tak miskin soal kreativitas. Bila potensi
> dan kreativitas disalurkan secara positif, tentu akan mempunyai nilai lebih
> yang bermanfaat. Nah, siapa tahu akan ada yang mengunggah video yang lebih
> bermanfaat. Misalnya, cara belajar mengaji dengan cepat dan mudah. Bertani
> hidroponik yang mudah dan murah. Ah, alangkah indahnya Indonesia.
>
> Teknologi, sama halnya seperti sebuah koin yang mempunyai dua sisi. Seorang
> dapat saja merekam segala aktivitasnya dengan menggunakan kamera ponsel
> untuk mendapatkan popularitas. Popularitas yang membanggakan atau
> sebaliknya. Dan pilihan akhir tetap diserahkan kepada sang pemiliknya. Dunia
> sudah berubah. Saatnya untuk eksis, tentu tanpa harus menjadi lebay alias
> berlebihan. Bisa?
>
> *) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
> Komputindo, 2009
>
> __,_._,___
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke