TIPS MENGHINDARI PENCULIKAN ANAK
Yayat Suratmo
Published 01/13/2010
- 4:12 a.m. GMT
Rate This Article:
Kasus penculikan anak semakin sering terjadi selama setahun belakangan ini.
Orangtua diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, karena diduga selain diculik
untuk dijual, organ tubuh anak juga diperjual-belikan, demikian hasil pantauan
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).
Bahkan Komnas PA menduga ada sindikat internasional perdagangan anak dan organ
tubuh anak. Dilaporkan oleh Komnas PA, saat ini ada seorang anak yang diduga
menjadi korban sindikat internasional perdagangan anak yang tengah berada di
Tokyo, Jepang.
Anak tersebut sekarang dirawat oleh keluarga Indonesia di Tokyo. Menurut Arist
Merdeka Sirait, anak perempuan yang namanya dirahasiakan itu diculik ketika
masih berumur 8 tahun, kini anak itu berumur 12 tahun. Bahkan bukan hanya
diculik, anak itu juga dipotong lidahnya.
Sejauh ini pihak Komnas PA masih terus berkoordinasi dengan KBRI Tokyo untuk
memastikan kondisi anak tersebut.
Selama tahun Januari 2009 hingga Januari 2010, di Indonesia tercatat ada
delapan
kasus penculikan anak dengan berbagai modus. Jumlah ini diyakini hanya puncak
gunung es, karena sangat mungkin kasus semacam ini banyak yang tidak terpantau.
Dari delapan kasus penculikan anak tersebut, empat korban masih belum diketahui
keberadaannya hingga kini. Kasus terakhir menimpa pasangan suami istri Edi
Sugianto-Murtanti. Pasangan ini kehilangan bayi lelaki mereka yang baru
dilahirkan di Puskesmas kembangan Jakarta Barat. Hanya berjarak 14 jam sejak
dilahirkan, si jabang bayi dibawa kabur seorang perempuan yang menyamar
sebagai
suster.
Menyikapi maraknya penculikan anak, bagaimana orangtua harus bersikap? Berikut
ini ada berberapa tips :
1. Jangan Bicara Pada Orang Asing
Selalu ingatkan anak Anda agar tidak percaya kepada orang yang baru dikenal.
Ditekankan pula bahwa mereka dilarang berbicara dengan orang asing. Hal ini
agar
anak terhindar dari rayuan si penculik. Karena tak jarang para pelaku
penculikan
menggunakan ‘obrolan’ sebagai pintu masuk dalam melakukan aksinya.
2. Jangan Menerima Pemberian Orang Asing
Pelaku penculikan kerap menggunakan barang berupa mainan atau sejenis jajanan
dengan rupa menarik agar sang anak mau mengikutinya. Namun alangkah lebih
baiknya jika anak ditemani selama perjalanan menuju ke sekolah atau tempat
aktifitas yang lainnya. Bila anda tidak memiliki waktu khusus, percayakan pada
pengasuh yang terpercaya.
3. Waspada Orang Sekeliling
Dari kasus-kasus yang terjadi, tak jarang penculikan terjadi berkat kerjasama
orang ‘dalam’, misalnya sopir, pembantu, pengasuh atau karyawan Anda. Pastikan
orang-orang yang bekerja dengan Anda adalah orang-orang yang baik dengan cara
meneliti latar belakang mereka sebelum Anda terima bekerja di tempat Anda.
4. Sering Memantau dan komunikasi
Jangan malas memantau keberadaan anak Anda saat Anda sedang berada di kantor
atau dalam perjalanan bisnis keluar kota. Meskipun anak Anda diawasi oleh
pengasuh kepercayaan sekalipun, tak ada salahnya Anda menelepon minimal 3
kali dalam sehari untuk mengetahui kondisi Anak. Usahakan Anda berbicara
langsung dengan anak Anda, dan mengajaknya ngobrol. Sisi positifnya Anda juga
tetap merasa dekat dengan anak. Jika Anda keluar kota selama berhari-hari,
mintalah kerabat Anda untuk menemani anak Anda di rumah. Jangan biarkan anak
Anda hanya ditemani pengasuh.
5. Belajar Menghapal
Jika anak Anda sudah berusia lima tahun keatas dimana umumnya usia demikian
sudah bisa mengerti dan mengingat perintah-perintah sederhana, mintalah dia
untuk menghafal nomor-nomor telepon penting, misalnya nomor telepon rumah Anda
atau kerabat Anda. Anda harus pintar mencari cara memberi perintah-perintah
sederhana jika penculikan benar-benar menimpa anak Anda.
Ajarkan juga dia untuk menghapal nama jalan rumah Anda, nama lengkap orangtua
atau kakek neneknya. Jika Anda sedang berjalan-jalan dengan Anak dan menjumpai
polisi atau kantor polisi, ceritakanlah dengan cara yang menarik, bahwa polisi
dan kantor polisi adalah tempat yang paling tepat didatangi jika anak Anda
tersesat.
6. Hindari Memakai Perhiasan
Barangkali karena rasa sayang, Anda memakaikan perhiasan yang mencolok kepada
anak Anda. Hindari hal tersebut, karena mengenakan perhiasan yang menyolok
atau
membawa barang-barang mahal lainnya dapat memicu terjadinya penculikan.
7. Tanggap terhadap bahaya Penculikan
Bila penculikan benar-benar terjadi, anda harus mengetahui apa yang harus anda
lakukan.
Pertama : anda harus berani melaporkan penculikan tersebut kepada pihak
kepolisian meskipun ada ancaman dari pihak penculik. Anda bisa melaporkan
secara
diam-diam. Jangan publikasi secara berlebihan bila pelaku belum tertangkap
karena justru akan membahayakan nasib korban.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?34361
__._,_.___
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.