*Hati-hati terhadap scammer dating....*

berikut ini saya berikan link tuk mewaspadai bila ada seseorang dari luar
negeri yang ceritanya bahwa keluarganya telah dibunuh karena perang saudara
dan dia adalah putra/putri sesorang yang memiliki perusahaan.

Pertama-tama sih masih wajar perkenalan didapat dari situs jejaring yang
kita kunjungi tetapi pada email kedua mulai ketahuan dan kecurigaan mengenai
dirinya...

Setelah saya telusuri ternyata itu adalah scammer dating dan sudah banyak
yang mendapatkan email seperti itu karena itu adalah email aktif bukan email
bohongan jadi tidak ditandai spammer oleh keamanan email kita.

Nih link yang menceritakan scammer dating tersebut, link ini bukan
link bohongan tapi beneran...

*http://www.delphifaq.com/faq/russian_marriage_scams/f3969.shtml?p=5#216687*



============================================

From: *Ikhwan Sopa*



*Kita Butuh Konflik*



Sahabat, rata-rata kita yang normal cenderung tidak menyukai konflik.
Konflik membuat kita menderita dan merasa tidak nyaman. Konflik bahkan bisa
membuat kita berani mengatakan bahwa dunia seperti mau kiamat, atau
kehidupan sudah seperti neraka yang menyala-nyala.

Dalam beberapa segi, konflik ternyata punya manfaat, sebab segala sesuatu
tidak tercipta dengan sia-sia.

Yang berikut ini saya terjemahkan dari tulisan Carter McNamara MBA, PhD yang
diadaptasi dari "Field Guide to Leadership and Supervision". Semoga
bermanfaat.

*KARAKTERISTIK KONFLIK*

Konflik terjadi ketika ada *dua* atau lebih *nilai*, *sudut pandang*,*
prinsip*, atau *pendapat* berkontradiksi satu sama lain.

*Konflik dapat terjadi:**
*
1. Di dalam diri kita sendiri (konflik internal), yaitu ketika merasa tak
lagi *hidup di dalam sistem nilai* yang kita yakini sebagai kebaikan dan
kebenaran.

2. Ketika kita merasa bahwa *nilai*, *sudut pandang*, *prinsip*, atau *
pendapat* kita sedang *terancam* (konflik eksternal).

3. Ketika kita merasa terancam oleh *ketakutan dan kekhawatiran *akibat
kekurangtahuan atau oleh sesuatu yang tidak kita ketahui, atau oleh rasa
kurangnya pencapaian (konflik eksternal). Ini bisa diselesaikan dengan *terus
belajar*.

Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Di dalam konsep
kerjasama tim ada "form, *storm*, norm, perform". Selain "pembentukan",
"penciptaan norma dan standar", dan "berunjuk kerja", ada juga "*badai*".
"Di dalam konsep perubahan ada "*pain*, isolate, heal, dan commitment."
Selain "mengisolasi diri", "penyembuhan", dan "berkomitmen", ada juga
"*merasakan
sakit*". Semua fase di dalam kerjasama tim dan perubahan itu adalah
tahapan-tahapan yang paling alamiah di dalam kehidupan.

Maka, konflik sebenarnya juga membawa *kebaikan* di baliknya. Di manakah
letak kebaikannya?

*MANFAAT KONFLIK*

1. Konflik membantu *memunculkan* dan *mempertegas* persoalan.
2. Konflik memberi *kekuatan* untuk lebih fokus pada isu-isu dari persoalan.
3. Konflik membantu kita untuk tetap hidup realistis "di dunia nyata" yang
tidak sempurna.
4. Konflik membantu kita untuk *belajar* dan *mengambil manfaat* dari
berbagai perbedaan.

Lantas, di manakah letak bahaya dari konflik?

*BAHAYA KONFLIK*

1. Ketika konflik menjadi *penghambat produktifitas*.
2. Ketika konflik merusah *moral* di dalam keseharian.
3. Ketika konflik menjadi *berkepanjangan* dan seakan tak berujung.

Di manakah titik kritis dari mulai merebaknya bahaya konflik di atas?

Titik kritis itu ada pada dampak konflik yang menciptakan *rasa tidak nyaman
*. Manusia adalah *makhluk perasaan*. Maka, bukanlah konflik yang menjadi
persoalan melainkan dampak buruknya pada *perasaan*.

*PERAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN DALAM MENCIPTAKAN KONFLIK*

1. Budaya *komunikasi* yang buruk. Misalnya:

- Ketika orang-orang di dalam organisasi terus-menerus mengalami "*shock*"
karena keputusan dan tindakan manajemen yang *mengejutkan atau mendadak*,
sementara mereka tidak menerima informasi yang *cukup jelas* dan *tepat
waktu* tentang semua keputusan dan tindakan itu.

- Ketika orang-orang di dalam organisasi *kurang memahami alasan* di balik
berbagai keputusan dan tindakan manajemen. Lebih dari itu, mereka mungkin
merasa *kurang dilibatkan* di dalam pengambilan keputusan.

- Ketika mereka, akibat segala fenomena di atas, mulai lebih mempercayai
"pabrik gosip" ketimbang informasi resmi dari manajemen.

2. *Kesimpangsiuran* peran sumber daya. Misalnya:

- Tidak jelas "siapa" mengerjakan "apa".
- Rasa frustrasi akibat berbagai keterbatasa di dalam sumber daya (komputer
berebut, komputer ngadat, sering mati listrik, telepon bisnis dengan pulsa
sendiri, pergi keluar urusan dinas tidak diongkosi, dan sebagainya).

3. Perbedaan-perbedaan di dalam *karakter pribadi*. Misalnya:

- Perbedaan budaya asal, perbedaan usia, sistem nilai pribadi dan
sebagainya.
- Rasa tidak suka terhadap "sesuatu" di dalam diri sendiri, yang
mengakibatkan rasa tidak suka terhadap "sesuatu" itu yang juga ada pada diri
orang lain.

4. Aspek *kepemimpinan*. Misalnya:

- Kebiasaan menghindari konflik.
- Kebiasaan tidak cukup memfollow-up keputusan.
- Terulangnya persoalan yang sama dan berkepanjangan.
- Kekurangpahaman supervisor terhadap karakteristik pekerjaan timnya
(sindrom "orang meja versus orang lapangan" atau "orang admin versus staf
operasional").

*CARA ORANG BERURUSAN DENGAN KONFLIK*

1. *Menghindar*. Berpura-pura tidak melihat atau tidak merasakan keberadaan
masalah.
2. *Mengakomodir* secara negatif. Menyerahkan persoalan kepada orang lain
atas nama pelimpahan wewenang dan otorisasi.
3. *Berkompetisi*. Menyelesaikan persoalan dengan cara sendiri.
4. *Berkompromi*, demi berlalunya isu dan persoalan.
5. *Berkolaborasi*, demi rasa kebersamaan dan komitmen.

*CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK INTERNAL*

1. *Identifikasi* konfliknya, jika perlu jadikan *proyek* dan *beri nama*.
Ingatlah bahwa "*nama=makna*". Tanpa nama, sulit memberi makna. Dan tanpa
makna, yang ada adalah kebingungan dan ketidakjelasan.

2. *Berbicaralah* kepada seseorang. Ini diperlukan untuk meringkaskan
konflik menjadi deskripsi yang lebih pendek dan akurat.

3. Ambillah sebuah *sudut pandang* terhadap konflik. Gunakan sebuah "*
kacamata*", misalnya "pengembangan diri", "kemajuan karir", "pribadi", "masa
depan profesi", "karyawan", "pebisnis", dan sebagainya. Seberapa pentingkah
terselesaikannya konflik ini? Apakah memburuknya konflik ini terjadi karena
kita lelah, karena kita marah, atau karena hal lain? Apa peran diri kita di
dalam konflik ini? Pemicu, penyebab, memperparah, meringankan, memperjelas,
memperberat? Ini diperlukan untuk memutuskan apakah kita perlua melakukan
yang nomor 2 di atas.

4. *Lakukan* apa yang bisa kita lakukan secara *konstruktif* terkait dengan
konflik. Uraikan deskripsi konflik (poin 2 di atas) menjadi poin-poin isu.
Pilih setidaknya satu isu yang bisa kita garap untuk keluar dari konflik.
Lalu tentukan setidaknya tiga tindakan terkait dengan isu itu. Untuk setiap
tindakan, tentukan minimal tiga pro dan kontranya. Pilih tindakan yang
paling meringankan konflik.

5. *Lakukan*. Tunggu perkembangan setidaknya satu hari, guna menentukan
tindakan lain.

*CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK EKSTERNAL*

1. Segeralah menemukan hal-hal yang tidak kita sukai *di dalam diri kita
sendiri*. Tuliskan jika perlu. Sadarilah bahkan ini sering menjadi pemicu
bagi sensasi tidak nyaman yang kita rasakan.

2. Belajarlah untuk "*calm*". Berbicaralah seolah-olah orang lain "calm",
apapun situasinya.

3. *Hindari* kata-kata "kamu", "anda", "kau", dan sebagainya guna
menghindari tuding-menuding.

4. Gunakan *bahasa tubuh* yang menyamankan, beri tanda yang jelas dengan
bahasa tubuh kita.

5. Gunakan tatapan mata, *hanya* ketika kita merasa "calm".

6. Jika perlu berdiskusi cukup panjang, manfaatkan ruang yang punya *privasi
*.

7. Beri *kesempatan* pada orang lain untuk berpikir sejenak, menarik nafas,
atau menimbang-nimbang sesuatu.

8. *Tidak menginterupsi* atau menghakimi. "Apa kubilang!", "Makanya!",
"Tuhkan!", "Lagi-lagi", "Kamu selalu saja...", lebih baik gunakan "oleh
sebab itu" atau "justru karena itulah". Kalimat yang sedikit lebih panjang
ini akan membuat suara kita lebih ritmis dan tidak berasosiasi pada
teriakan.

9. Jangan *menembak* dengan "kenapa?" atau "mengapa?", lebih baik gunakan
pertanyaan terbuka, "menurut kamu...", "apakah jika...?", atau "apa yang
perlu kita lakukan...?" - Kita perlu latihan paraphrasing atau re-phrasing
untuk digunakan sebelum kalimat-kalimat di atas. "Ok, kamu tadi bilang...",
"tadi kamu mengatakan...", "jadi, ....".

10. Gunakan "*I message*" bukan "You message", "Kamu anggap saya ini...!",
"Saya merasa dianggap...", "saya bisa merasakan bahwa..."

11. Sebisa mungkin bicarakan "*yang sekarang*" dan "*yang di sini*". Jangan
bawa-bawa masa lalu yang tak perlu.

12. Biasakan mengungkapkan "*rasa*", seperti poin 10 di atas.

13. *Perjelas* ketika kita menyetujui atau tidak menyetujui sesuatu, gunakan
bahasa yang bijak dan menenteramkan.

14. Urusilah *isunya*, bukan orangnya.

15. Biasakan menyelipkan kalimat, "*apa yang bisa kita lakukan?*"

16. Ketika "*pencairan*" sudah terjadi, sepakatilah setidaknya satu
tindakan, dan mintalah setiap orang mendukung tindakan itu. Jika belum bisa,
tetapkanlah "time out" untuk mendinginkan suasana.

17. Jangan lupa, *berterimakasihlah* untuk setiap keterlibatan orang lain.

18. Jika konflik masih berkepanjangan, kembalilah ke *kebijakan dan prosedur
resmi* tentang sikap dan perilaku yang diperbolehkan. Naikkan konflik ke
jenjang hirarki yang lebih tinggi. Pertimbangkan keterlibatan *pihak
ketiga* untuk
membantu menyelesaikan konflik.

Sahabat, semua yang di atas berakar pada dampak *konflik* terhadap*perasaan*.
Konflik itu sendiri justru sering *kita butuhkan*. Apa yang perlu kita
hindari adalah perannya dalam memicu perasaan tidak nyaman, yang
mengakibatkan konflik berkembang dan melebar makin menyakitkan.

Kita adalah makhluk perasaan, dan perasaan adalah bahasa pikiran yang telah
sampai ke dunia fisik.

Jika perasaan itu adalah "tidak karuan", maka sebabnya adalah pikiran yang
"tidak fokus" atau "simpang siur".

Jika perasaan itu adalah "amarah atau emosi" karena "sesuatu", maka sebabnya
adalah pikiran yang "terlalu berfokus" pada sesuatu yang kita anggap
"buruk".

Uraian di atas, sangat membantu kita untuk *menata ulang* kembali berbagai
hal yang berkecamuk di kepala, dan untuk *memusatkan fokus* pada masalah
yang sebenarnya.

Dengan begitu, mudah-2an *konflik justru akan menjadi teman yang menguatkan*.
Aamiin. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://www.motivasi-komunikasi-leadership.co.cc
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305




*****
"This message is intended only for recipients who are authorized to receive
it.
It contains confidential and/ or legally priveleged information belong to PT
INDOSAT Tbk ("INDOSAT"), therefore the authorized recipients shall  protect
this confidential information disclosed pursuant to provisions of Indosat's
policy.
If you are not a valid recipient of this message, please delete it from your
system and/ or destroy all of the tangible material produced from the
information herein together with all copies or reproductions thereof and
notify the sender immediately.
Please also be notified that any disclosure, copying, distribution or taking
any action based on the contents of this message is strictly prohibited and
may be unlawful".
*****

*Perhatian: E-mail ini (termasuk seluruh lampirannya, bila ada) hanya
ditujukan kepada penerima yang tercantum di atas. Jika Anda bukan penerima
yang dituju, maka Anda tidak diperkenankan untuk memanfaatkan, menyebarkan,
mendistribusikan, atau menggandakan e-mail ini beserta seluruh lampirannya.
Mohon kerjasamanya untuk segera memberitahukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
di alamat email yang tercantum di atas serta menghapus e-mail ini beserta
seluruh lampirannya. Semua pendapat yang ada dalam e-mail ini merupakan
pendapat pribadi dari pengirim yang bersangkutan dan tidak serta merta
mencerminkan pandangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., kecuali telah
terdapat kesepakatan antara pengirim dan penerima bahwa e-mail ini termasuk
salah satu bentuk komunikasi kedinasan yang dapat diterima oleh kedua pihak.


Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be
legally privileged and/or confidential and is intended only for the use of
the addressee(s). No addressee should forward, print, copy, or otherwise
reproduce this message in any manner that would allow it to be viewed by any
individual not originally listed as a recipient. If the reader of this
message is not the intended recipient, you are hereby notified that any
unauthorized disclosure, dissemination, distribution, copying or the taking
of any action in reliance on the information herein is strictly prohibited.
If you have received this communication in error, please immediately notify
the sender and delete this message.Unless it is made by the authorized
person, any views expressed in this message are those of the individual
sender and may not necessarily reflect the views of PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk.*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke