*Bangun Tidur Kuterus Mandi...*


http://bestcharacters.blogspot.com/2010/10/bangun-pagi-kuterus-mandi-tidak-lupa.html



Sepotong lagu yang selalu populer saat kita masih balita dan dipopulerkan
langsung oleh orang tua atau orang terdekat kita saat itu. Mengapa lagu ini
begitu populer dan sangat mudah untuk dinyanyikan bahkan terus teringat
sampai dengan dewasa. Kami sudah survey hampir semua peserta dewasa dalam
kelas kami masih mengenal dengan baik kata-kata dan irama lagu ini dan tidak
ada yang merasa malu ketika disuruh ulang bahkan bersedia ramai-ramai
menyanyikannya.

Catatan ini hendak menjelaskan betapa sulitnya mengajarkan seseorang MANDIRI
(mandi sendiri) dan gosok gigi, sehingga perlu dibuat sebuah lagu yang
menyenangkan dan mengajak seorang anak sejak dini bahwa pentingnya mandi dan
gosok gigi.

Di dalam kelas, pertanyaan yang diajukan adalah berapa lama kita mengajarkan
seorang anak dari bayi sampai dia bisa mandi dan gosok gigi sendiri, banyak
yang menjawab dari nol sampai dengan 5-7 tahun baru kebiasaan ini bisa
melekat dan bisa melakukannya sendiri. Lama atau sebentar coba kita sendiri
yang merenungkannya karena pastinya kita yang dewasa telah melewati tahapan
itu bukan? Kecuali memang kita tidak mau membiasakan lagi kebiasaan mandi
dan gosok gigi tersebut.

Kemudian pertanyaan berlanjut, sampai usia berapa seseorang baru tahu
manfaat utama dari mandi dan gosok gigi seperti misalnya mengurangi bau
badan dan bau mulut dengan melakukan kebiasaan tersebut, maka jawaban ini
sangat bervariasi. Rata-rata mereka menyadari setelah usia akil balik bahkan
usia dewasa. Bayangkan itulah situasi dan kondisi nyata, bagaimana membangun
perilaku yang baik untuk tubuh fisik yang manfaatnya sangat-sangat jelas dan
proses seseorang bisa menyadarinya dan nantinaya akan menjadi kebudayaan
keluarganya di kemudian hari.

Mengapa harus rajin dan rutin mandi serta gosok gigi, kira-kira demikian
gambarannya, setiap pagi ketika kita bangun, maka tubuh dan mulut kita akan
mengeluarkan sisa-sisa atau racun dari hasil metabolisme dalam tubuh dan
mulut, maka bisa dipastikan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Masalahnya
kalau tidak dibiasakan dibersihkan, bisa dibayangkan bagaimana bisa nyaman
bertemu dengan orang lain dengan daki atau "jigong" bukan? Jadi, jangan
salahkan bau badannya atau bau mulutnya karena itu adalah sangat normal bagi
manusia yang hidup normal, tetapi apakah perawatannya sudah normal atau
belum.

Begitulah cerita bagaimana kita menjelaskan persoalan perilaku seseorang.
Setiap karakter pasti menghasilkan juga seumpama cerita di atas. Pelajaran
mengenai kelemahan dan kekuatan karakter tidak kami jelaskan di dalam note
ini, tetapi sisi negatif dari kekuatan karakter seseorang itu yang
sebenarnya mengancam cara kerja atau berinteraksi dengan orang lainnya. Hal
ini yang sering dilupakan bahkan tidak diajarkan setelah seseorang itu mulai
sekolah. Mereka tidak diketahui bagaimana mendeteksi "bau mulut" atau "bau
badan" karakternya. Semakin kuat karakter seseorang, dan tidak diimbangi
dengan pengelolaan karakternya maka semakin kuat "bau mulut" yang dirasakan
oleh orang-orang sekitarnya.

Bagi mereka sekitarnya pasti sangat kesulitan menjelaskan atau memberikan
info kepada yang bersangkutan karena ini berlaku kondisi cerita "MEMBOCORKAN
RAHASIA NEGARA" (bisa dilihat di artikel kami di
http://bestcharacters.blogspot.com/2009/05/rahasia-membaca-orang-lain-dalam-10.html
).

Oleh karena itu sering kali didalam pelatihan memberikan perumpamaan sbb:
Seandainya saya mempunyai sahabat karib dan di depan orang yang banyak,
terlihat mukanya ada kotoran, tentunya saya pasti berinisiatif untuk memberi
tahu nya bukan? karena berisik, saya merasa cukup kasih isyarat. Tetapi
katakanlah sahabat saya tersebut tidak mengerti juga dan akhirnya saya
mendekati dan langsung membersihkan mukanya dengan tangan saya karena telah
dikasih tahu tapi ngga bersih-bersih juga. Sampai tahap ini setiap orang
pasti setuju niat baik saya membersihkan muka sahabat saya. Akan tetapi
tanpa disadari, karena dilakukan di depan orang banyak, sahabat saya tidak
menerima "cara" saya tersebut. Sehingga kita semua bisa tahu akhir cerita
ini yaitu kemungkinan sahabat saya sakit hati bukan?

Berarti, tiap kali kita melihat "bau mulut" atau "bau badan" seseorang bisa
diibaratkan dengan perumpamaan diatas, sangat beresiko sekali bila seorang
yang merasa dekat atau pasangan suami-isteri sekalipun yang mencoba
meng-"gosok gigi" atau "memandikan" orang lain bukan? Ibarat pilihan kita
cuma dua: Tega melihat orang tsb memalukan selamanya atau memberi tahu
dengan resiko dimusuhi selamanya.

Seperti contoh seorang atasan yang bingung memberitahu bawahannya yang
terkenal galak supaya jangan galak, atau seorang suami yang mencoba
memberitahu agar isterinya jangan terlalu pelit, atau seorang sahabat yang
mencoba memberitahu supaya temennya jangan berbohong terus dan seorang guru
yang memperingatkan muridnya supaya jangan "ngeyel" kalau dikasih tahu.

Semua hal tersebut pasti atas dasar niat yang baik, tetapi hasilnya bisa
menjadi bencana dan berakibat sakit hati seumur hidup walaupun sudah saling
memaafkan.

Oleh karena itu ini bukan soal orang tersebut punya agama atau tidak,
berpendidikan atau tidak, berpengalaman atau tidak, tetapi belum atau jarang
diajarkan bagaimana pentingnya "Mandi dan Gosok Gigi" karakternya belum lagi
"sabun dan odolnya" yang berbeda-beda.

Secara ringkas, kami menjelaskan didalam kelas, yaitu kembali dengan cerita
saya dan sahabat saya yang mukanya kotor, saya memberikan cermin kepadanya.
Maka dalam 1 detik ybs bisa langsung mengerti problemnya dan saya selamat
dari resiko "membocorkan rahasia negara"-nya bukan?

Demikianlah ilustrasi yang kami berikan bagi teman-teman yang mungkin
mengalami hal serupa baik dibidang bisnis, sosial dan keluarga. Betapa
pentingnya kita mengerti cara menggunakan cermin dan bekerja sama dengan
Coach sebagai "stylist". Hal ini bukan berarti cermin yang paling penting,
tetapi bagaimana dia nantinya kemudian menggunakan cermin untuk lebih
mempercantik atau menjadi lebih ganteng karakternya bersama dengan Coach.
Sampai kapan? Bukankah seumur hidup kita bisa bekerja sama GRATIS lebih
baik?

Salam karakter!

by: William Wiguna, (PIN BBM: 2144922D)

Owner and Managing Partner Care Plus Indonesia®
www.careplusindonesia.com
www.bestcharacters.blogspot.com
Program Solusi Bisnis @ FM 100.6 Heartline Jkt, Radio Streaming
www.heartline.co.id setiap jam 8-9 Sabtu Pertama Dan Ketiga.
Program Konsultasi Bisnis @ Tabloid Wanita Indonesia.
Care Plus Indonesia®The First Life Time® Program & Counseling

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke