untung gw ga suka film2 kayak gini...

2010/10/20 aga <[email protected]>

> Film sampah yang pernah ada !!!
>
> selama gue nonton ini, gue cuman mainin BB aja sambil berharap hujan
> cepetan berhenti.
>
> Wasting ur time and money for this truly horrible fuckin' movie ever !!!
>
> aga madjid
> ------------------------------
> *From: * "Rochmad Sigit" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Wed, 20 Oct 2010 11:16:13 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *~ aga ~ Review Film : 'Rintihan Kuntilanak Perawan': Bukan
> Hantu, Tapi Industri yang Merintih
>
> Selasa, 19/10/2010 11:14 WIB
> 'Rintihan Kuntilanak Perawan': Bukan Hantu, Tapi Industri yang Merintih
> *Veronika Kusumaryati* - detikMovie
>
> [image: Gambar]
> *ist.*
>
> *Jakarta* - Film ini bisa jadi hanyalah film horor yang akan terlupakan
> setahun yang akan datang. Tak ada yang istimewa selain bahwa KK Dheeraj
> setelah membuat beberapa horor dengan estetika rendahan (low brow), kini
> semakin memperhatikan kualitas produksi maupun presentasinya. Perhatian ini
> tentu saja juga terjadi dengan pemilihan bintang dan pemasaran yang membuat
> film ini menyulut kontroversi, setidaknya untuk Front Pembela Islam (FPI).
>
> Memasang Tera Patrick, bintang film dewasa Amerika Serikat, sebagai salah
> satu tokoh utama bukanlah menjadi kebutuhan film itu sendiri. Melainkan,
> alat pemasaran yang dirasakan cukup ampuh menaklukkan pasar film Indonesia
> yang sedang jenuh.
>
> 'Rintihan Kuntilanak Perawan' bercerita tentang seorang perempuan bernama
> Alice (dimainkan oleh Tera Patrick) yang tinggal bersama sepupunya, Lily
> (dimainkan oleh Angel Lelga). Pada suatu malam, mereka bertandang ke kafe
> milik pacar Lily, Mike. Di kafe tersebut, sebuah band yang  beranggotakan
> empat laki-laki muda, The Keren’s Band, sedang berjuang untuk menjadi
> besar.  Salah satu anggota band mendekati Alice, dan Alice pun diajak oleh
> rombongan band itu ke suatu tempat yang misterius.
>
> Lily pun pulang ke rumah. Keesokan harinya, Alice mulai berubah. Ia
> kemudian menjadi pembunuh keji yang membidik mangsa-mangsanya di kafe milik
> Mike. Satu per satu laki-laki yang terpikat dengannya, termasuk manajer The
> Keren’s, terbunuh secara sadis di tangan Alice. Lily sendiri selalu dihantui
> oleh kuntilanak di rumahnya yang besar bak istana.
>
> Dalam adegan-adegan selanjutnya, film ini tak berbeda dengan film-film KK
> Dheeraj sebelumnya atau pun film-film horor sejenis. Ia mengandalkan efek
> tata suara, bentuk hantu yang lebih bisa dikatakan menjijikkan daripada
> menakutkan, dan tentu saja, penampakan tubuh seksi Angel Lelga dan Tera
> Patrick.  Meski perubahan Alice dari perempuan kulit putih yang masih
> perawan hingga menjadi pembunuh sadis dijelaskan lewat adegan penggunaan
> ilmu hitam oleh anggota The Keren’s, namun secara garis besar, narasi film
> ini lebih mengandalkan gambar-gambar eksplisit hantu, kekejaman, dan tentu
> saja kesintalan daripada alur cerita yang jelas.
>
> Motif perempuan yang disakiti kemudian balas dendam tetap diulang, tanpa
> memberi makna dan perubahan baru dalam cerita. Namun, film ini menghadirkan
> situasi yang menarik bukan hanya di resepsinya, di mana orang-orang yang
> menamakan dirinya ‘penjaga moral bangsa’  menganggapnya sebagai sampah
> pornografi namun juga di dalam cerita, karena hampir semua laki-laki yang
> ditampilkan dalam film tidak memiliki gambaran positif sedikit pun, kecuali
> Mike.
>
> Film ini berakhir dengan drama yang mungkin hanya karakter perempuanlah
> yang memahaminya karena tak satu pun dialog terucap tentang apa yang
> sebenarnya terjadi ketika Alice ‘diculik’ oleh The  Keren’s (tak adakah nama
> band yang lebih norak daripada ini?).
>
> Menonton film ini tak beda dengan menonton film-film eksploitasi tahun
> 1990-an macam 'Kenikmatan Terlarang' (2006) dan 'Puncak Kenikmatan' (1997).
> Apalagi konteks produksi film-film eksploitasi ini hampir sama. Film-film
> itu dibuat pada akhir periode Orde Baru ketika penguasa melakukan sensor
> yang sangat ketat pada seksualitas dan terutama isu-isu politik yang
> dianggap subversif.
>
> Sedangkan, film-film seperti 'Rintihan Kuntilanak Perawan' ini dibuat
> pasca-pengesahan UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi serta menguatnya penguasa
> dan kekuatan-kekuatan masyarakat untuk menertibkan moral dan seksualitas
> perempuan. Film-film ini juga hasil dari sebuah periode di mana produksi
> film-film bermutu mulai turun dan penonton mulai jenuh dengan jenis-jenis
> film yang dibuat oleh pembuat film Indonesia.
>
> Perusahaan pembuat film ini, K2K Production adalah perusahaan film yang
> didirikan pada 2006 yang film pertamanya, 'Genderuwo' (2007) oleh Sinema
> Indonesia dikatakan disunting dengan 'powerpoint'. Ejekan itu sayangnya
> tidak membuat perusahaan tersebut menghentikan film-film 'low brow' yang
> dibuatnya. Semakin banyak hinaan, semakin besarlah tekad mereka untuk
> membuat film-film dengan budget rendah dan keuntungan yang cukup besar.
>
> K2K Production bukanlah satu-satunya perusahaan yang membuat film seperti
> itu. Namun, seperti yang telah diperlihatkan sejarah, produksi film-film
> seperti 'Rintihan Kuntilanak Perawan' ini hanya akan jadi sebuah pertanda
> pada kembalinya masa surut perfilman nasional yang dibangun di atas fondasi
> industri yang rapuh.
>
> *Veronika Kusumaryati*, belajar di Departemen Kajian Film Fakultas Film
> dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Ia adalah salah seorang pendiri Klub
> Kajian Film IKJ. Kini ia bekerja sebagai kurator film. (*mmu/mmu*)
>
>
>
> *Thanks*
>
> *Warm Regards,*
>
> * *
>
> * *
>
> *Rochmad Sigit*
>
>
>
> *[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, *
>
> *bukan disebabkan oleh besarnya masalah, *
>
> *tetapi oleh kecilnya tujuan hidup.** ]*
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>



-- 
ketika hidup penuh dgn makna
Regards,


Eka Prasetia (Phecor)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke