Nursinah/





Jadilah Pemburu Surga
Kamis, 28/10/2010 12:50 WIB | email | print | share
oleh Aidh al-Qarni
Islam tidak akan dapat tegak, kecuali dengan perjuangan para penganutnya. 
Islam tidak akan tertanam, kecuali dengan siraman darah. Oleh karena itu, 
guru kita, Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa salam, gagah berani – dalam 
semua arti yang dikandung kata – ‘berani’. Para sahabat beliau juga 
orang-orang yang pemberani. Abu Bakar seorang siddiq, Umar terbunuh, 
Utsman juga tewas, Ali mandi darah. Delapan puluh persen sahabat beliau 
terbunuh.
Sehari sebelum perang Uhud, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda 
diatas mimbar :
“Demi Allah yang menggenggam jiwaku, setiap orang yang terbunuh di jalan 
Allah pasti datang pada hari Kiamat seperti keadaannya ketika terbunuh 
didunia. Warnanya warna darah, tapi baunya bau minyak kesturi”.
Dalam hadist lainnya Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman kepada para syuhada pada hari Kiamat. Siapa 
yang membunuh kalian?” Mereka menjawab, “Musuh-musuh-Mu”. Dia berfirman 
lagi, “Mengapa kalian dibunuh?” Mereka menjawab,”Kami terbunuh karena 
perjuangan di jalan-Mu. ‘Dia berfirman, “Aku telah mengampuni kalian”.
Kita perlu menengok perang Uhud agar kita bisa melihat, bagaimana para 
leluhur kita dahulu, bagaimana keadaan kita sekarang, an apa yang kita 
berikan kepada Islam?
Mana para syuhada hari ini?
Mana para pahlawan Islam hari ini?
Mana peran kita dalam menyebarkan Islam hari ini?
Mana darah? Mana harta? Mana waktu? Mana pengorbanan?
Semuanya kosong.
Sehari sebelum pecah perang Uhud, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam 
bermusyawarah dengan para sahab at. Beliau mengumumkan hendak memerangi 
Abu Sufyan dan kaum musyrikin. Beliau bertanya kepada para sahabat, 
“Bagaimana pendapat kalian?Apakah kita memerangi mereka di lorong-lorong 
kota atau kita cegat mereka di gunung Uhud”.
Orang-orang tua menjawab, “Wahai Rasulullah, lebih baik kia tetap di 
tempat, bertahan di lorong-lorong dan rumah-rumah kita. Kalau mereka 
malsuk kota.klta perangi mereka”. Beliau pun setuju. Tetapi, baru selesai 
ucapan itu, para sahabat yang berusia muda, yan g berjumlah delapan puluh 
orang, keluar, lalu menghunus pedang dan memasang besi pelindung di 
kepala. Kemudian mereka melantunkan nasyid di luar masjjid dengan suara 
lantang.”Kami adalah orang-orang yang membaiat Muhammad untuk berjihad 
selamakami hidup”, tandas mereka.
Kemudian, seorang pemuda yang berusia sekitar dua puluh tahun berkata 
nyaring,”Wahai Rasulullah, pimpinlah kami ke Uhud. Jangan halangi kami 
masuk surga! Demi Allah, saya pasti masuk surga”. Mendengar gelora penuh 
semangat itu, Rasulullah bangkit. Setiap bulu di tubuh beliau berdiri. 
Setiap tetes darah beilaiu bergejolak. Beliau lalu berdiri. Beliau 
mengumumkan bahwa pintu-pintu surga telah dibuka dan Allah telah 
menempatkan diri kepada hamba-hamba-Nya . “Dengan apa kamu masuk surga?”, 
tanya beliau kepada para pemuda itu?
Para pemuda itu menjawab, “Dengan dua h al. Pertama, saya mencintai Allah 
dan Rasul-Nya, dan saya tidak lari dari medan pertempuran”. Kemudian air 
mata Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam mengalir. Dengan mengangkat 
kedua tangan beliau bersabda, “Kalau kamu jujur kepada Allah, Dia pasti 
akan membalas kejujuranmu”.
Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, Kami akan 
tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta 
orang-orang yang berbuat baik”. (QS : al-Ankanbut : 69)
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, tak lama, berangkat menuju medan 
perang. Beberapa saat sebelum perang berkecamuk, beliau mencabut pedangnya 
dan bertanya, “Siapa yang ma memegang pedang ini?”. “Kami semua ingin 
memegangnya”, jawab para sahabat. Abu Dujanah bertanya, “Apa hak pedang 
ini, wahai Rasulullah?”, tanyanya. “Haknya adalah menebaskannya kepada 
kaum kafir hingga ia bengkok”, tegas Rasulullah.
Pernah anda mendengar ada pedang yang bengkok, karena digunakan membunuh 
musuh? Ya, ada .. dengan telapak tangan sahabat-sahabat Muhammad 
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Kemudian Abu Dujanah mengambil 
pedang itu, sambi bersyair.
“Akulah yang berjanji kepada kekasihku,
Tatkala kami berada di gunung diantara rumpun kurma ..
Untuk selamanya tidak berdiri di barisan belakang
Aku membunuh dengan pedang Allah dan Rasul ..”
Kemudian Abu Dujanah menggunakan pedang untuk berperang dan membunuh 
orang-orang kafir, hingga pedang itu bengkok. Lalu, dia mengembalikan 
pedang bengkok kepada Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Para pahlawan 
lahir bermunculan.
intu-pintu surga dibuka. Para malaikat ikut meramaikan pertempuran. 
Pintu-pintu langit dibuka, menurunkan tentara yang dikomandani Jibril as. 
Dan turun diatas gunung Uhud. 
Agama ini lenyap dari muka bumi atau kebenaran ini yang menang.
Tentu, kemenangan islam yang akan datang. Tak akan berhasil mereka yang 
menodai dan menggunakan agama hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat 
dengan melakukan kerjasama dengan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. 
Wallahu’alam.
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke