Di Ambang Kehancuran

By: agussyafii

Biasanya setiap orang yang menghadapi kesulitan atau masalah dalam rumah
tangganya selalu saja godaan meninggalkan atau bercerai dengan pasangannya,
saya selalu menjawabnya, 'Beranikah anda Menjadi perantara Kasih Sayang
Allah untuk tetap menjaga keutuhan keluarga dan menyelamatkan keluarga dari
ambang kehancuran?' Sekeras apapun hati seseorang akan selalu bisa berubah,
hanya dengan kasih sayanglah perubahan itu bisa terjadi menuju kehidupan
yang yang lebih baik.

Begitulah yang saya katakan pada seorang ibu. Saya selalu mengatakan kepada
beliau bahwa hanya dengan Kasih Sayang Allah keluarganya bisa diselamatkan.
Beliau telah memiliki tiga putri yang cantik-cantik namun suaminya
menginginkan anak laki-laki. Bagi suami, anak laki-laki ada penerus
keturunan bagi dirinya. Sampai pernah suami mengatakan bila tidak
mendapatkan anak laki-laki, dia akan menikah lagi. Sikap romantis yang biasa
ditunjukkan suami sudah hilang. Berjudi dan minum2an keras hampir dilakukan
setiap malam. Usaha yang dirintisnya bangkrut, semua tanah dijual.

Sang Ibu menjadi penyelamat bagi keluarganya. Buka warung nasi dipinggir
jalan. Semua kehidupan yang dulu menjadi kebanggaannya ditanggalkan. Disaat
orang lain tertidur lelap, beliau harus bangun, berbelanja, memasak, sehabis
sholat subuh sudah berjualan. Setelah dhuhur tiba pulang mengurus rumah,
mencuci, juga melayani suami dan anak-anaknya. Sampai pada satu hari
ditengah kelelahan beliau ambruk, jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah
Sakit. Dalam keputusasaannya karena sakit tidak sembuh, putrinya yang telah
duduk di bangku SMA selalu menguatkan hatinya dan mengajak berdoa, memohon
kepada Allah.

'Ma, Yuk berdoa memohon kesembuhan kepada Allah, jangan putus asa Ma..' kata
putrinya, 'Allah tidak ada,' jawab beliau dengan tetesan air mata, putrinya
terkejut mendengarkan. 'Kalo ada kenapa Allah membiarkan aku hidup menderita
terus.' 'Istighfar Ma, Mama harus yakin. Bukankah Mama yang mengajarkan
hanya Allah penolong kita.' tutur putrinya. Kemudian beliau berdoa bersama
putrinya memohon kesembuhan kepada Allah. Pada pagi hari, dokter
memperbolehkannya pulang.

Anugerah Allah tidak berhenti sampai disitu, putri-putrinya menjadi lebih
peduli dan perhatian kepada beliau. Kehidupan keluarganya berubah, kesabaran
sang ibu membuahkan hasil. Suami mulai berubah kebiasaan buruknya berjudi
dan minuman keras sudah ditinggalkan, sang suami berkomitmen untuk mengurus
istri dan putri-putrinya dengan baik. Di dalam kehidupan rumah tangga
senantiasa membutuhkan  pengorbanan dan kasih sayang. Bila ditengah jalan
Ibu memilih untuk berpisah atau bercerai dari suami maka tidak ada
kebahagiaan yang bisa dirasakan. Pengorbanan dan kasih sayang ibu telah
menjadi teladan bagi putri-putrinya.

Barangkali kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya
banyak kebaikan. (QS. al-Baqarah : 216).

Wassalam,
agussyafii
--
Teman. Yuk, hadir pada kegiatan 'Amalia Berqurban' (AMAR) di Rumah Amalia,
Jl. Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Rabu,
tanggal 17 November 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan
partisipasi anda di
http://agussyafii.blogspot.com/,http://www.twitter.com/agussyafiiatau sms di
087 8777 12 431


__._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke