memang ada manusia begini hidup di dunia ini???? kalau aku terjumpa biar aku bunuh dia hidup-hidup.
2010/11/11 Titik <[email protected]> > Good Story, Silahkan dibaca. > > > Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya > lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama > Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak > terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk > dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya > terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan > saya pun > melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya > menamainya Angelica. > Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami > mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang > indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki > beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu > melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu > menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. > Eric sudah berumur > 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang > semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya > menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampong kelahiran saya > beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu > saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah > rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, > 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu. Saya telah menikah kembali > dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia > Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat > buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi > sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun > dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi > yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya. > Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. > Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. > > Sambil tersenyum ia berkata, > "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!" > > Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, > "Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?" > "Nama saya Elic, Tante." > "Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?" > > Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai > perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas > kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar > dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya > dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., > mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan > ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran > saya. > Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric... > Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan > Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang > sebenarnya terjadi?" > "Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang > telah saya lakukan dulu." Tapi aku menceritakannya juga dengan > terisak-isak... > Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang > begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari > mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk > yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa > gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. > Eric... > Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih > saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari > bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata > saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. > Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong > kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya > dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain > tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya... > Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun > keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu > saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil > untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat > seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu > gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. > Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia > tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. > "Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!" > Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, > "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di > sini?" > Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah > kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus > menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya > terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun > saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya > tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric > meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama > bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..." > Saya pun membaca tulisan di kertas itu... > "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, > ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy > tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..." > Saya menjerit histeris membaca surat itu. > "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan > meyayanginya sekarang! > Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" > Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. > "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah > meninggal dunia..Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, > ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk > ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut > apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di > dalam sana ... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk > ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus > bersikeras menunggu Nyonya di sana . > Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. > > > > Renungkan : > > Surat An Nisa' :19 > > "Barangkali kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya > kebaikan yang banyak" > > > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > please visit to www.facebook.com/aga.madjid, > add my Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
