----
Budhi 





“Jangan renggut lambang garuda itu dari kami”
Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 15 December 2010, pada kategori:Tim Nasional
Sumber: http://bambangpamungkas20.com/bepe/?p=423#more-423
(Saya jarang mengutip tulisan orang.. tapi tulisan teman di twitter ini 
menggugah dan membuat saya beberapa kali merinding.. so saya berbagi)
Nama saya Bambang Pamungkas, pekerjaan saya adalah pemain sepakbola, dan 
saya hanyalah lulusan jurusan IPS dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 
Salatiga. Dengan latar belakang yg saya sebutkan tadi, maka saya katakan 
dengan jujur, jika saya adalah pribadi yg tidak begitu mengerti atau boleh 
dikatakan buta terhadap masalah hukum, tata negara maupun undang-undang di 
negeri ini…
Salah satu hal yg paling saya hindari dalam kehidupan saya adalah, 
mengeluarkan pendapat atau berkomentar pada hal-hal diluar bidang yg saya 
tekuni. Disamping karena keterbatasan pemahaman saya, hal itu juga di 
khawatirkan akan menimbulkan persepsi yg salah terhadap hal-hal tersebut..
Akan tetapi hari ini, ada sebuah hal yg sangat menggelitik hati dan 
perasaan saya. Sebuah hal yg menurut saya tidak seharusnya 
dipermasalahkan. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut menjadi sebuah 
perdebatan publik yg sangat panas, sehingga menimbulkan pro dan kontra di 
khalayak ramai..
Hal tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah digugatnya keberadaan 
lambang garuda di dada kiri seragam tim nasional Indonesia, seragam yg 
selama ini saya (Atau kami lebih tepatnya) kenakan dalam setiap 
pertandingan. Sebuah lambang, yg dirancang oleh Sultan Hamid II dari 
Pontianak, yg kemudian di disempurnakan oleh Presiden pertama republik 
ini, yaitu IR. Soekarno..
Adalah seorang pengacara bernama David Tobing yg menggugat kepantasan 
lambang kebanggan negara Indonesia tersebut menempel di seragam tim 
nasional Indonesia. Terkesan aneh dan mengada-ada memang, akan tetapi saya 
yakin jika saudara David Tobing mempunyai argumentasi yg menurut dia 
benar, sehingga nekat melakukan hal tersebut…
Hal pertama yg melintas di benak saya adalah, gugatan tersebut terkesan 
salah alamat jika hanya di tujukan kepada tim nasional sepakbola 
Indonesia. Karena sepanjang apa yg saya tahu dan mengerti, tidak hanya 
cabang olahraga sepakbola yg menyertakan lambang garuda di seragam nya. 
Khusus untuk tim nasional sepakbola, lambang garuda itu sendiri sudah ada 
sejak tahun 1956, ketika tim nasional Indonesia berlaga di olimpiade 
Melbourne…
Setiap cabang olah raga yg membawa nama Indonesia baik dalam apapun 
eventnya, “HAMPIR” semuanya menempelkan lambang kebanggan negara tersebut 
di seragam mereka (Silakan koreksi jika saya salah). Sehingga alangkah 
lebih tepatnya jika gugatan tersebut di tujukan kepada KONI, yg dalam hal 
ini menjadi induk organisasi dari seluruh cabang olahraga di negeri ini..
Sehingga, jika memang pencantuman lambang garuda itu melanggar aturan 
hukum di negeri ini. Maka biarkanlah KONI yg dalam hal ini berkewenangan 
memberikan himbauan kepada seluruh cabang olahraga, untuk menghapus 
lambang garuda tersebut, dari setiap seragam yg dikenakan oleh atlet dari 
seluruh cabang olahraga yg mewakili negara kita.. .
Jika kita perhatikan dengan seksama, ketika 11 pemain nasional tengah 
berada di tepi lapangan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Maka barisan 
pemain tersebut, tidak ubahnya seperti kibaran bendera merah-putih, dengan 
baju merah menyala, celana dan juga kaos kaki berwarna putih. Warna itu 
memang sengaja di pilih, agar tim ini mempunyai ciri khas yg mampu 
melambangkan identitas bangsa ini, yaitu sangsaka merah-putih…
Dan jika lambang garuda tersebut, tidak tidak pantas berada di seragam 
kami. Apakah kami juga harus menanggalkan seragam kebesaran kami 
tersebut..?? Karena sepanjang apa yg saya mengerti (Sekali lagi silakan 
koreksi jika saya salah), kedudukan bendera merah putih lebih tinggi dari 
lambang garuda itu sendiri, atau setidaknya saya yakin tidak lebih rendah. 
Dengan demikian, maka rasanya kamipun juga tidak pantas menggunakan dua 
warna kebesaran tersebut…
Terlepas dari pantas atau tidaknya lambang negara tersebut melekat di dada 
diri kami, saya ingin sejenak mengajak rekan-rekan untuk meninggalkan 
polemik yg tengah hangat merebak tersebut. Saya ingin sedikit 
mengungkapkan tentang arti dari lambang burung garuda tersebut di hati 
kami, iya di hati para pesepakbola nasional yg berjuang mewakili nama 
bangsa dan negara…
Bagi kami lambang garuda itu tidak hanya sebuah simbol, akan tetapi juga 
sebuah pemacu semangat yg tidak ada duanya. Kami memang bangga menggunakan 
seragam berlambangkan klub kami masing-masing, akan tetapi rasa bangga itu 
tidak akan pernah sebanding dengan kebanggan kami ketika menggunakan 
seragam merah-putih berlambang burung garuda…
Terkadang kami memang harus tersungkur, sehingga lambang garuda itu harus 
kotor oleh tanah dan debu. Sesekali kami juga harus bersimbah-darah, 
sehingga mungkin lambang garuda itu terkena percikan darah kami. Dan juga 
sudah barang tentu kami akan berkeringat, sehingga lambang garuda itu 
basah oleh tetesan keringan kami. Akan tetapi, itu adalah bagian dari 
cerminan totalitas serta loyalitas kami dalam berjuang atas nama bangsa 
dan negara ini…
“Memang tidak semua pertempuran dapat kami menangkan, dan juga tidak 
setiap saat kami mampu memberikan kebanggaan bagi negara ini. Akan tetapi 
setidaknya, kami adalah anak-anak bangsa yg berjuang dengan tulus ihklas 
dan sepenuh hati untuk mengharumkan nama tanah tumpah darah yg kami 
cintai”
Oleh karena itu, secara pribadi maupun sebagai kapten tim merah-putih 
mewakili seluruh komponen di dalam tim ini, kami mohon “Jangan renggut 
lambang garuda itu dari kami”. Karena lambang garuda itu telah menjadi 
saksi dari penjalanan panjang kami, lambang garuda itu telah menemani kami 
dalam setiap pertempuran kami, dan burung garuda itu adalah sahabat kami 
yg paling setia baik dalam kepedihan, kebahagiaan, kekalahan maupun 
kemenangan…
Terlepas dari segala perdebatan dan kontroversi yg meyelimuti seragam yg 
kami kenakan, hal tersebut tidak akan pernah mengurangi semangat, 
kebanggan, komitmen serta dedikasi kami dalam berjuang atas nama 
Indonesia…
Karena pada kenyataannya, simbol burung garuda berwarna emas tersebut 
“Sudah menjadi bagian dari jiwa dan raga kami”
Selesai..

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/15/%E2%80%9Cjangan-renggut-lambang-garuda-itu-dari-kami%E2%80%9D/

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke