Jumat, 19/11/2010 13:32 WIB
Kondisi Payudara Berdasarkan Usia

*Vera Farah Bararah* - detikHealth


[image: img]
*(Foto: thinkstock)*
*Jakarta,* Bentuk dan ukuran dari payudara akan mengalami perubahan seiring
bertambahnya usia. Perubahan payudaranya yang besar, kecil atau terlihat
kendur akan terjadi berdasarkan usia perempuan.

Saat masih produktif perempuan khawatir mengenai ukuran dan bentuk
payudaranya, sedangkan setelah menopause lebih memikirkan mengenai risiko
kanker payudara.

Payudara sendiri tidak mengandung otot, melainkan terdiri dari jaringan
ikat, jaringan lemak dan jaringan padat yang meliputi kelenjar penghasil
susu disebut dengan lobulus dan saluran untuk mengalirkan susu.

Seperti dikutip dari *WebMD*, Jumat (19/11/2010) ada beberapa panduan dalam
menjaga payudara sehat berdasarkan usia seseorang, yaitu:

*Payudara saat usia 30-an tahun*

Saat memasuki usia ini, hormon seperti estrogen akan membantu menjaga bentuk
payudara agar tetap kuat. Tapi seiring waktu, payudara akan menjadi kurang
berkelenjar dan berlemak serta tidak ada banyak cara untuk mencegah payudara
kendur.

Para ahli menyarankan untuk menggunakan bra olahraga selama jogging untuk
mencegah pemantulan dan peregangan ligamen, serta menggunakan ukuran bra
yang tepat.

Masalah payudara yang muncul di usia ini adalah tumor jinak (bukan kanker),
nyeri payudara (fibrocystic breast disease), kista dan gumpalan yang bukan
kanker.

Untuk mengurangi rasa nyeri di payudara, perempuan sebaiknya menghindari
atau membatasi asupan kafein dari berbagai sumber makanan dan minuman.
Sedangkan kabar tentang menyusui bisa membuat payudara mengendur hanyalah
mitos belaka.

*Payudara saat usia 40-an tahun*

Secara progresif pada usia 40-an tahun jaringan kelenjarnya lebih sedikit
dibanding usia sebelumnya dan memiliki banyak lemak.

Masalah yang paling umum pada usia ini adalah kista, meskipun bukan kanker
tapi kondisi ini bisa menyakitkan. Selain itu perubahan seperti atypical
ductal hyperplasia mulai terjadi di dekade ini, dan sel-sel abnormal pada
saluran susu dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Satu dari 68 perempuan berusia 40-49 tahun memiliki kemungkinan terkena
kanker payudara. Karenanya para ahli mulai menyarankan perempuan untuk
melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan payudaranya baik melalui Sadari
(periksa payudara sendiri) atau mammografi.

*Payudara saat usia 50 tahun*

Setelah menopause, payudara tidak hanya menjadi berlemak tapi juga menyusut
karena tidak memerlukan kelenjar penghasil susu lagi. Selain itu pada usia
ini kelenjar di payudara kehilangan pengaruh hormonalnya yang membuat
payudara mengendur, kurang lembut serta kurang padat.

Jika benjol yang hilang timbul saat menstruasi tidak berbahaya, maka
benjolan yang muncul saat menopause perlu diwaspadai. Karena ada kemungkinan
sebagai tanda kanker payudara.

Umumnya dokter akan lebih mudah mendeteksi kanker payudara pada perempuan
yang lebih tua, karena kepadatan payudara yang menurun dan tingginya jumlah
lemak sehingga meningkatkan kepekaan mammogram.

Untuk mencegahnya para ahli menyarankan perempuan untuk tetap menjaga berat
badannya agar terkontrol dengan baik, karena kemungkinan kanker payudara
setelah menopause lebih tinggi terjadi pada perempuan kelebihan berat badan
dan obesitas. Serta rajin meemriksakan payudara setiap tahunnya.

(*ver/ir*)

*Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke