aep.saepuloh














Renungan Di Awal TAHUN BARU




Segala puji bagi Allah yang telah menetapkan sifat fana bagi dunia ini dan 
mengabarkan bahwa akhirat adalah negeri abadi, dengan kematian dia 
membinasakan usia yang panjang. Saya memuji-Nya atas segenap nikmat-Nya 
yang tercurah dan saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi 
selain Allah semata, Dzat Yang Menundukkan segala sesuatu. Dan saya 
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Dia telah 
memperingatkan dari condong kepada negeri ini, shalawat serta salam semoga 
tercurah kepada beliau dan keluarganya beserta para shahabatnya yang taat 
dan suci sepanjang siang dan malam. 

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan pikirkanlah dunia 
kalian dan betapa cepat dia berlalu. Bersiap-siaplah menyambut akhirat dan 
kengeriannya. Setiap bulan yang menghampiri seseorang semakin menyeret dia 
mendekati ajal dan akhiratnya. Sebaik-baik kalian adalah yang panjang 
umurnya lagi baik amalannya, dan sejelek-jelek kalian adalah yang panjang 
umurnya lagi buruk amalannya. Tidak ada selain apakah seseorang diberi 
pahala atas ketaatan dan kebaikannya atau diganjar dengan dosa atas 
kejelekan dan kemaksiatannya, kecuali apabila dikatakan fulan telah wafat. 
Alangkah dekatnya kehidupan dengan kematian. Dan segala yang akan datang 
pasti datang. Dan kalian sekarang telah meninggalkan tahun yang telah usai 
dan usia kalian pun semakin berkurang,  dan telah memasuki tahun yang 
baru, yang kalian tidak tahu apakah kalian akan menyelesaikannya ataukah 
tidak?! Maka hisablah diri-diri kalian apa yang telah kita perbuat pada 
tahun yang lalu? Apabila kebaikan, bersyukurlah kepada Allah dan 
sambunglah kebaikan itu dengan kebaikan. Sedangkan apabila buruk, 
bertaubatlah kepada Allah darinya dan isi sisa-sisa usia kita (dengan 
kebaikan) sebelum luput darinya. 

Berkata Maimun bin Mihran, "Tidak ada kebaikan dalam kehidupan kecuali 
bagi orang yang bertaubat atau seseorang yang beramal shalih mencari 
derajat yang tinggi." Yakni orang yang bertaubat, kesalahan-kesalahannya 
gugur disebabkan taubatnya dan orang yang beramal shalih 
bersungguh-sungguh dalam menggapai derajat yang tinggi dan selain mereka 
merugi. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Demi masa, sesungguhnya manusia 
benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan 
mengerjakan amal shalih dan saling nasihat menasihati di dalam kebenaran 
dan saling nasihat menasihati di dalam kesabaran." Pada ayat ini Allah 
bersumpah dengan waktu yang merupakan zaman dimana manusia tinggal, bahwa 
setiap manusia berada di dalam kerugian. Kecuali mereka yang memiliki 4 
sifat yang disebutkan; iman, amal shalih, saling nasihat-menasihati di 
dalam kebenaran dan saling nasihat menasihati di dalam kesabaran di atas 
kebenaran. 

Surat yang agung ini merupakan tolok ukur amal perbuatan, dengannya 
seorang mukmin menimbang dirinya sehingga jelaslah baginya apakah dia 
termasuk golongan yang beruntung atau merugi. Oleh karena itu Al Imam 
Asy-Syafi'i berkata, "Seandainya setiap orang mentadabburi surat ini 
pastilah cukup baginya." Dan sebagian ulama berkata, "Dahulu orang-orang 
yang shiddiq merasa malu kepada Allah apabila di hari itu (kualitas) 
amalannya seperti kemarin hari." Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak 
rela hari berganti kecuali amalan kebajikannya bertambah. Dan mereka malu 
apabila tidak ada kebajikan yang bertambah dan mereka menganggap hal itu 
sebagai kerugian. Maka dengan bertambah usia seorang mukmin bertambah pula 
kebaikannya. Barangsiapa kondisinya seperti ini kehidupan lebih baik 
darinya daripada kematian. Dan pada doa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, 
"Ya Allah jadikanlah kehidupan sebagai penambah kebaikan bagiku dan 
(jadikanlah) kematian sebagai penghenti kejelekan dariku". HR Muslim. 
Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Rhadiyallahu 'Anhu, bahwa 
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah seseorang wafat 
kecuali dia menyesal, apabila dia orang yang baik dia menyesal kenapa 
tidak lebih baik dan apabila dia orang jahat dia menyesal kenapa dia tidak 
bertaubat." 
Dan ditampakkan orang-orang yang telah wafat di dalam tidur, ia berkata, 
"Tidak ada pada kami yang lebih banyak daripada penyesalan dan tidak ada 
pada kalian yang lebih banyak daripada kelalaian." Dan sebagian mereka 
melihat di dalam tidurnya, ia berkata, "Kami menyesal atas suatu yang 
besar, kami mengetahui tapi kami tidak berbuat sedangkan kalian berbuat 
tapi tidak mengetahui. Sungguh demi Allah sekali tasbih atau dua kali atau 
satu rakaat atau dua rakaat yang terdapat di lembaran (amalan kami) lebih 
kami cintai daripada dunia dan seisinya." 
Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya setiap amalan tergantung 
penutupannya. Barangsiapa berbuat baik pada sisa umurnya akan diampuni 
kesalahannya yang telah lalu, dan barangsiapa berbuat buruk pada sisa 
umurnya akan dihukum atas kesalahan yang telah lalu dan kesalahan di sisa 
umurnya. Orang-orang yang telah wafat menyesal atas apa yang telah luput 
dari berbagai kesenangan dunia yang fana. Apa yang telah berlalu dari 
dunia walaupun pada masa yang lampau sungguh telah hilang kelezatannya dan 
tinggal sisa-sisanya dan apabila kematian telah datang seolah-olah itu 
semua tidak ada. Allah Ta'ala berfirman, "Maka bagaimana pendapatmu jika 
Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian 
datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya 
tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. (QS. 
Asy-Syuara': 205-207) 

Dan pada Shahih Muslim dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau 
bersabda, "Allah mengangkat udzur dari hambanya yang Dia panjangkan 
umurnya sampai enam puluh tahun." Dan di dalam Sunan At-Tirmidzi, "Usia 
ummatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikir dari 
mereka yang melewati itu." Wahai yang bergembira dengan bertambahnya usia, 
sesungguhnya engkau bergembira atas berkurangnya usiamu. 
Berkata sebagian ahli hikmah, "Bagaimana bisa bergembira seseorang yang 
harinya membinasakan bulannya dan bulannya membinasakan tahunnya dan 
tahunnya membinasakan umurnya. Bagaimana bisa bergembira seseorang yang 
umurnya menggiringnya kepada ajalnya dan kehidupannya menggiringnya kepada 
kematiannya." 

Akan didatangkan di hari kiamat seseorang yang paling panjang umurnya di 
dunia dari golongan kelas atas yang menelantarkan ketaatan kepada Allah 
dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, kemudian dicelup di neraka sekali 
celup, kemudian dikatakan padanya, "Apa engkau pernah merasakan kesenangan 
di dunia sekali saja? Apa pernah engkau melalui kegembiraan di dunia 
sebentar saja? Maka ia berkata, "Sungguh tidak pernah wahai Rabb! Lupa 
segala macam kenikmatan dunia pada awal dirasakan padanya azab. 
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang diberikan pada mereka 
kesempatan hidup kemudian mereka telantarkan dalam kelalaian dan 
kesenangan. Dan diberikan pada mereka harta kemudian mereka 
hambur-hamburkan di jalan syahwat-syahwat yang haram. Ketika mereka 
merasakan balasan mereka yang pertama, mereka lupa setiap apa yang pernah 
mereka miliki di dunia dari waktu dan harta dan semua apa yang pernah 
mereka rasakan dari kelezatan dan syahwat. Merekalah orang-orang yang 
memusatkan akal-akalnya dan aktifitasnya serta perhatiannya untuk dunia 
mereka dan mengikuti syahwat perut dan kemaluan mereka dan meninggalkan 
kewajiban terhadap Rabb mereka dan melupakan akhirat mereka. Hingga datang 
kepada mereka kematian sehingga mereka keluar dari dunia dalam keadaan 
tercela, merugi dari kebaikan-kebaikan, sehingga bersatulah pada mereka 
sakratulmaut dan ruginya kematian. Maka mereka pun menyesal di saat 
penyesalan tidak lagi bermanfaat, "dan pada hari itu diperlihatkan neraka 
Jahannam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna 
lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku 
dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." Maka, pada hari itu 
tiada seorangpun menyiksa seperti siksa-Nya, (QS. Al Fajr: 24-25) 

Maka pikirkanlah wahai manusia sekalian! Dengan habisnya tahun habis pula 
umur seseorang dan pikirkanlah, dengan berpindahnya tahun perpindahan ke 
negeri akhirat. "Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah 
kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. 
(Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas 
melainkan sebanding dengan kejahatan itu.Dan barangsiapa yang mengerjakan 
amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan 
beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya 
tanpa hisab. (QS. Ghafir: 39-40) 

(Di adaptasi dengan sedikit perubahan dari Artikel berjudul: 
"Nasehat Penutup Tahun", 
Penulis: Dr Shalih bin Fauzan Al Fauzan, 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke