Kedamaian Dalam Kepedihan

By: M. Agus Syafii

Setiap orang senantiasa memiliki cara bagaimana untuk bisa berdamai dalam
derita. Untuk tidak mengeluh terhadap peristiwa yang sedang dihadapi namun
mensyukuri disetiap perjalanan kehidupan. Itulah yang dituturkan oleh
seorang perempuan muda kepada saya di Rumah Amalia. ketika rumah tangga
sudah parah, pertengkaran demi pertengkaran yang tidak pernah terselesaikan
sehingga tidak ada pilihan lain memaksanya untuk bercerai. Kesetiaannya
dikhianati, kekerasan dalam rumah tangga tiap hari harus ditelannya sampai
menimbulkan trauma. Kata-kata kasar mengiris dan membuat luka dihatinya.
Sepanjang ingatannya tidak pernah ada kata cinta yang tulus dari suaminya
bahkan 'rayuan gombal' tidak pernah didengarnya.

Perkawinannya tidak melalui proses pacaran, semuanya begitu singkat, tak
terasa menikah dan sampai punya anak. hampir delapan tahun perkawinannya
semua dilalui dengan air mata dan percekcokan. Dirinya seolah menjadi anak
kecil yang selalu dihina. Pendidikan yang cukup tinggi dan pekerjaan yang
lebih menjanjikan masa depan di perusahaan asing terpaksa ditinggalkan demi
pengabdiannya sebagai seorang istri. terlebih sejak kelahiran anaknya yang
kedua. Sejak perceraian itu dirinya dihinggapi rasa sepi dan sendiri, duka
dan derita yang dirasakan bercampur baur menimbulkan kekelaman dalam
hidupnya. Dirinya mencoba untuk bangkit dengan mencari kesibukan atau
pekerjaan ternyata tidak mudah dilakukan. Merubah suasana hati tentunya
tidaklah mudah. Paling tidak, keceriaan diwajahnya nampak berbinar.

Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan baru sekalipun hanya menjadi staf
kantor baginya telah cukup membahagiakan yang penting bisa mendapatkan
penghasilan untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Meski sederhana
ternyata dirinya masih banyak pemuda yang mendekati dirinya, bahkan
teman-teman dikantornya tidak ada yang tahu bahwa dirinya sudah memiliki dua
anak. Sanjungan yang tidak pernah didengar dari suaminya justru sering
didengar dari teman-teman barunya. Tentunya saja trauma perkawinan masih
membekas luka dihatinya. Membuat dirinya selalu menjaga jarak kepada
siapapun yang mencoba mendekatinya. Luka dihati juga yang menyebabkan sinis
terhadap laki-laki sekalipun diusia tiga puluh tahun yang relatif muda masih
membutuhkan kasih sayang seorang suami membuat hatinya terasa pedih.

Sampai pada suatu hari dirinya datang ke Rumah Amalia. Dalam pertemuan itu
saya menyarankan agar lebih bersyukur atas anugerah Allah Subhanahu Wa
Ta'ala kepadanya, terlebih memiliki dua anak yang masih membutuhkan cinta
dan perhatian sebagai ibu sekaligus ayah. Perjuangan yang begitu hebat
dilakukan adalah untuk mengubah rasa benci dan dendam terhadap bekas
pasangan hidupnya dengan memaafkan dan mengasihi, telah mampu diwujudkan.
Bahkan mengajarkan kepada anak-anak agar tetap senantiasa menyayangi dan
menghormati ayah mereka. Semua yang telah dilakukan memberikan kedamaian
dalam kepedihan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala. Sejak itu hari-harinya menjadi indah dan penuh kebahagiaan bersama
anak-anaknya.

'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung.
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka
ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai
karunia yang besar.' (QS. ali Imran : 173-174).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, ikutan menjadi Sahabat Amalia dengan berbagi kebahagiaan, silahkan
hadir di kegiatan 'Sahabat Amalia' Ahad, 23 Januari 2011, di Rumah Amalia.
Jl. Subagyo Blok ii 1, no.24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang. Dukungan &
partisipasi anda sangat berarti bagi kami.  [email protected] atau SMS
087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii,
http://agussyafii.blogspot.com/


__._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke