SETUJUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!



________________________________
From: Zigo AlCapone <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, January 4, 2011 11:25:05 AM
Subject: ~ aga ~ 500 Juta dan PSSI yang Zalim

Jumat, 08/10/2010 07:01 WIB  
Kolom Sepakbola  
500 Juta dan PSSI yang Zalim  
Zen Rachmat Sugito - detiksport
 

detiksport 
Jakarta -       Kemarin, saat kedatangan tim nasional  Uruguay jadi pemberitaan 
di 
mana-mana, saya membaca pernyataan manajer  Persibo Bojonegoro, Taufiq 
Risnendar. Dari sebuah situs sepakbola, saya  membaca pernyataan Risnendar: 
"Hadiah yang menjadi hak kami belum  diterima." 


Persibo, kita tahu, berhasil menjadi juara Divisi  Utama musim kompetisi 
2009/2010. Di partai final, Persibo mengalahkan  Deltras Sidoarjo dalam laga 
yang digelar di Stadion Manahan Solo. Partai  itu berlangsung pada 29 Mei 2010 
silam. Ini sudah Oktober dan Persibo  sudah tampil dua kali dalam kompetisi 
Super League 2010/2011.

Kemarin,  saat saya membaca pernyataan Taufikq Risnendar tentang PSSI yang  
ingkar, media massa sedang asyik-asyiknya memberitakan batalnya  kedatangan 
Diego Forlan ke Jakarta. Tim nasional Uruguay memang punya  prestasi hebat, 
tapi 
Forlan punya nilai khusus sehingga kedatangan  Forlan ke Jakarta kabarnya masuk 
hitung-hitungan tersendiri. Ada  match-fee khusus yang harus dibayarkan PSSI 
jika Forlan ingin hadir di  Jakarta.

Anda tahu berapa hadiah juara yang menjadi hak Persibo? "Hanya" 500 juta. 

Saya  terpaksa menggunakan kata "hanya" karena saya memang hendak  
membandingkan 
dengan match-fee yang harus dikeluarkan PSSI untuk bisa  mendatangkan tim 
nasional Uruguay. 500 juta memang "hanya", karena  --seturut pernyataan Imam 
Arif selaku Ketua Badan Tim Nasional (BTN)--  angka yang harus dikeluarkan PSSI 
untuk mendatangkan tim nasional  Uruguay mencapai 4 miliar. 


Kemarin, masih di hari yang sama saat  saya membaca pernyataan Taufiq Risnendar 
tentang PSSI yang ingkar, PSSI  dan BTN diberitakan akan meninjau ulang 
match-fee yang akan dibayarkan  kepada tim nasional Uruguay gara-gara Diego 
Forlan urung datang ke  Jakarta. Perlu diketahui, dari 4 miliar match-fee itu, 
20 ribu US dolar  di antaranya sebagai match-fee untuk Diego Forlan.

Saya belum  membaca berita terbaru apakah sudah dilakukan re-negosiasi mengenai 
 
match-fee yang harus dibayar PSSI dan BTN gara-gara batalnya Diego  Forlan 
datang ke Jakarta. Saya tidak tahu harus berapa kali PSSI dan BTN  bernegosiasi 
lagi mengenai match-fee. Yang saya tahu, Persibo tak  pernah bernegosiasi 
mengenai jadwal turunnya hadiah juara yang menjadi  hak mereka. Yang saya tahu, 
lagi-lagi dari pernyataan Taufiq Risnendar,  Persibo sudah mengirim surat 
sampai 
lima kali ke PSSI untuk menanyakan  soal uang hadiah juara Divisi Utama 
2009/2010. 


Kemarin, saat  saya membaca pernyataan Taufikq Risnendar tentang PSSI yang 
ingkar, saya  juga membaca berita tentang gagal tampilnya tiga pemain keturunan 
yang  sedianya akan diturunkan dalam laga melawan tim nasional Uruguay. Tobias  
Waisapy, Johnny van Beukering dan Raphael Guillermo Eduardo Maitimo  adalah 
beberapa calon pemain yang hendak dinaturalisasi oleh PSSI.  


FIFA  memperingatkan PSSI bahwa jika tiga pemain yang belum menjadi WNI itu  
diturunkan, maka pertandingan dengan Uruguay tidak akan mendapatkan  poin. Apa 
pun hasil pertandingan itu, tidak akan menambah poin tim  nasional Indonesia 
dalam ranking FIFA. PSSI ternyata memilih tidak  memakai tenaga tiga pemain 
keturunan itu. 


Saya tidak tahu berapa  biaya yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan tiga 
pemain keturunan  itu. Anda yang paham sila menghitung kalkukasinya, dari mulai 
tiket  sampai akomodasi. Jika dikalkulasi dengan 20 ribu US dolar Amerika yang  
sedianya digelontorkan PSSI untuk mendatangkan Diego Forlan seorang,  mungkin 
angkanya bisa mencapai setengah dari hadiah yang menjadi hak  Persibo 
Bojonegoro.

Menyedihkan sekali, bukan? Tidak, kali ini  bukan soal uang yang saya 
persoalkan, tapi kegagapan PSSI dan BTN dalam  memahami peraturan FIFA mengenai 
laga internasional. Dengan biaya besar  yang dikeluarkan untuk mendatangkan tim 
nasional Uruguay, kok ya masih  muncul berita-berita tak enak hanya karena 
kegagapan PSSI dan BTN dalam  memahami peraturan FIFA. 


Ruwet, karut marut, tak pernah belajar, mungkin memang tak mau belajar.

Butuh  kolom tersendiri untuk menelaah seberapa efektif ujicoba berharga 4  
miliar ini bagi persiapan tim nasional Indonesia menghadapi Piala AFF  Desember 
mendatang. Saya tak hendak membicarakan mengenai pokok  persoalan satu itu. 
Saya 
hanya ingin menyoroti betapa laga berharga  milyaran itu digelar di atas hutang 
500 juta. Tidak perlu membawa kasus  yang jauh jauh (hadiah juara bagi Arema 
yang sempat ditunggak  berbulan-bulan juga, atau kasus ngemplangnya PSSI dari 
kewajiban  membayar biaya akomodasi dan hotel beberapa tahun lalu), cukup 
dengan  
hutang 500 juta kepada Persibo kita bisa melihat ironi dari laga ujicoba  
miliaran rupiah ini. 


Apes betul nasib Persibo. Sudahlah  menggunakan miliaran dana APBD untuk 
mengarungi kompetisi Divisi Utama  2009/2010, hadiahnya "hanya" 500 juta, 
ealah... hadiah yang "cuma"  segitu pun masih juga dikemplang. Saya harus 
mengatakan bahwa PSSI  benar-benar zalim dalam kasus ini. Ya, zalim.  


Anda masih percaya bahwa sebuah rezim penuh kezaliman akan menghasilkan manfaat 
dan prestasi? Saya sih tidak. 


Oya,  di artikel ini saya berkali-kali mengaku "tidak tahu". Ya, saya memang  
tidak tahu, apalagi dalam urusan duit dan perputarannya di kantung PSSI.  
Seperti yang dikatakan Dedi Miing saat PSSI minta duit 1,5 triliun  kepada DPR 
pada 4 Oktober lalu, "PSSI tidak pernah transparan soal  keuangaan, dan laporan 
keuangannya pun tidak boleh diketahui oleh  publik. Jika mereka punya masalah, 
selalu berlindung di balik statuta." 


Nah,  kali ini kata zalim tidak tepat dikatakan pada PSSI. Itu bukan  
tanda-tanda rezim yang zalim, tapi itu ciri-ciri rezim yang korup! 


*Penulis  adalah pencinta sepakbola, editor di IndonesiaBoekoe. Tulisan adalah  
opini penulis dan tidak mencerminkan pendapat redaksi detiksport.


(       arp     /       a2s     ) 
Warm Regards,


Zigo AlCapone


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.



      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke