Menteri Malaysia Ditantang Gugat Migrant Care

Migrant Care siap jika Rais Yatim berniat menggugat ke polisi Malaysia

Kamis, 6 Januari 2011, 16:01 WIB

Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu 

Description:
http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/12/15/61002_menteri_luar_negeri_malay
sia_rais_yatim_300_225.jpg

Menteri Malaysia, Rais Yatim (VIVAnews/Tri Saputro)

BERITA TERKAIT

*       Menakertrans Usut Isu Menteri Perkosa TKW
<http://nasional.vivanews.com/news/read/197747-menakertrans-usut-isu-menteri
-perkosa-tkw> 
*       Isu Menteri Perkosa TKI, LSM Ancam Demo
<http://dunia.vivanews.com/news/read/197742-isu-menteri-perkosa-tki--lsm-anc
am-demo> 
*       Isu Perkosaan TKI Jerat Menteri Malaysia
<http://fokus.vivanews.com/news/read/197739-isu-perkosaan-tki-jerat-menteri-
malaysia> 
*       Tak Ada Laporan Menteri Malaysia Perkosa TKW
<http://dunia.vivanews.com/news/read/197689-tak-ada-laporan-menteri-malaysia
-perkosa-tkw> 
*       Menteri Malaysia Bantah Perkosa TKI
<http://dunia.vivanews.com/news/read/197675-menteri-malaysia-bantah-isu-perk
osa-tkw> 

VIVAnews - Menteri Informasi, Komunikasi dan Budaya Malaysia, Rais Yatim,
tengah mendapat sorotan dari kubu oposisi dan media alternatif karena
dicurigai memperkosa pembantunya asal Indonesia pada 2007. Kendati Rais
sudah membantah, mereka menantang dia untuk menuntut pihak-pihak yang
terlibat dalam penyebaran kasus tersebut. 

Tantangan ini disampaikan pemimpin partai oposisi PAS (Partai Islam
Se-Malaysia), Zulkefly Mohamed Omar. Seperti dilansir laman Free Malaysia
Today, Kamis 6 Januari 2011, Zulkefly mengatakan bahwa bantahan Rais
terhadap tuduhan tersebut sehari sebelumnya tidak cukup membuktikan kalau
dia memang tidak bersalah.

"Bantahannya tidak cukup, dia harus menuntut WikiLeaks, blogger, dan Migrant
Care di Jakarta untuk membersihkan namanya," tantang Zulkefly sambil merujuk
pada pihak-pihak yang pertama kali mengungkapkan perkosaan itu. 

Rais membantah suatu dokumen tahun 2007, yang disinyalir merupakan laporan
investigasi dari lembaga non pemerintah asal Indonesia yang memperjuangkan
hak-hak pekerja di luar negeri, Migrant Care. Dia mengatakan bahwa tuduhan
liar itu dialamatkan kepadanya oleh para lawan-lawan politiknya, termasuk
para partai oposisi.

Rais juga mengatakan bahwa tuduhan ini sengaja dibuat oleh kubu oposisi
untuk merusak reputasinya dan menghancurkan usahanya dalam mendukung konsep
1Malaysia yang dicanangkan oleh Perdana Menteri Najib Razak.

Mendengar tuduhan ini, para tokoh oposisi angkat bicara. Selain Zulkefly,
tokoh oposisi dari koalisi Partai Keadilan Rakyat (PKR) Wanita, Zuraida
Kamaruddin, menuntut Rais untuk meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

"Rais menyalahkan Pakatan Rakyat, blogger dan media, seolah-olah insiden ini
diciptakan untuk tujuan politis. PKR Wanita menganggap ini adalah tuduhan
yang serius dan Rais harus meminta maaf," ujar Zuraida.

Zuraida juga menantang Rais untuk melayangkan tuntutan kepada polisi jika
memang dia merasa tidak bersalah. "Penjahat sebenarnya harus dibawa ke
pengadilan, jika memang dia mengaku tidak bersalah," ujar Zuraida lagi.

Sementara itu, Migrant Care siap jika Rais berniat menggugat laporan mereka
ke kepolisian Malaysia. "Kami siap mempertanggungjawabkannya," ujar analis
kebijakan publik Migrant Care, Wahyu Susilo, saat dihubungi VIVAnews, Kamis,
6 Januari 2011.

Sebelumnya, Rais mengatakan bahwa pihak berwenang perlu melakukan
penyelidikan atas isu perkosaan itu. "Saya menyatakan laporan apapun dibuat
oleh pihak manapun terkait masalah ini harus diinvestigasi oleh hukum di
negara ini," ujar Rais seperti dikutip kantor berita Bernama, Rabu 5 Januari
2011.

Politisi keturunan Sumatra ini bahkan menyatakan, dia dan keluarganya siap
bekerja sama bila ada penyelidikan resmi, begitu pula akan menerima apapun
hasilnya.

. VIVAnews 

 

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke