-

 semoga bermanfaat
wass....zainal
Setan pun Hafal Al-Quran
Oleh : SYAIFUL ISLAM MUBARAK

MUKADDIMAH

Sejak beredar buku Kiyai Meruqyah Jin Berakting, penulis buku sering 
menerima pertanyaan dari masyarakat. Bahkan, tidak sedikit dari mereka 
yang meminta penulis buku tersebut untuk meruqyah baik untuk dirinya 
maupun yang lainnya karena mereka meyakini bahwa ruqyah adalah doa dan doa 
adalah bagian dari ajaran Islam.
Kenyataan ini patut kita syukuri karena mereka meyakini bahwa Islam ajaran 
yang lengkap dan menyeluruh. Oleh karena itu, siapa pun dari kita jika 
diminta saudara seiman untuk mendoakan baik untuk kepentingan duniawi 
maupun ukhrowi maka sepatutnyalah memenuhi permohonan tersebut. Sungguh 
berdoa bukan perbuatan yang sulit dan tidak pula memerlukan waktu khusus 
dan kita meyakini bahwa sesungguhnya Allah senantiasa menanti siapa pun 
yang memohon kepada-Nya di mana pun mereka berada.
Yang patut diperhatikan adalah: apakah praktik meruqyah yang berlangsung 
di beberapa tempat dan yang sering kita saksikan di layar televisi itu 
semuanya sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. atau ada yang menyimpang? 
Kendatipun yang dibaca para peruqyah itu adalah ayat-ayat Al Quran dan 
doa-doa dari Rasulullah saw. namun cara yang mereka lakukan masih 
dipertanyakan, apakah semuanya sesuai dengan cara yang berlangsung pada 
zaman Rasulullah saw. dan sahabatnya?.
Buku ini mencoba untuk membahas beberapa pertanyaan yang paling sering 
muncul dan dirasa perlu untuk diprioritaskan pembahasannya.
Semoga buku soal-jawab ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mengurangi 
problem mereka yang sering memberi peluang kepada setan untuk mengganggu 
keharmonisan hidup dan ketenangan beribadah mereka baik yang mengerti 
agama maupun yang tidak.

1. SETAN JUGA PANDAI MERUQYAH
Masalah:
Ada dua kasus yang perlu dibahas:
* Seorang gadis telah hafal Al Quran atau disebut hafizhah, sejak 
dikatakan bahwa di dalam dirinya terdapat jin, maka dia sekarang sering 
melamun. Sungguh kasihan, hafalannya pun sudah mulai banyak yang hilang.
* Ada seorang ibu yang dinyatakan perlu segera diruqyah karena dalam 
dirinya terdapat jin. Berita ini telah membuat suaminya terkejut, karena 
merasa kecewa punya istri yang “mengandung” jin. Secara psikologis 
hubungan keluarga pun mulai terganggu. Akibat pengaruh berita yang 
senantiasa mewarnai pandangan suami terhadap isterinya, maka setiap kali 
suami menemukan perilaku isteri yang tidak sesuai dengan harapannya selalu 
dia hubungkan dengan jin. Pertnyaannya: Siapakah nama setan yang telah 
berhasil mengganggu alhafizhah dan menodai keharmonisan keluarga ini?
Pembahasan:
Memang, ketika disebut kata “setan” maka yang sering tersirat dibenak kita 
adalah sesuatu yang abstrak. Bahkan, sebagian orang mengatakan bahwa setan 
itu tidak ada selain sifat-sifat buruk yang ada pada manusia. Betulkah 
demikian? Marilah kita perhatikan firman Allah:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu 
setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka 
membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang 
indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya 
mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka 
ada-adakan. (QS. 6:112)
Pelajaran dari ayat:
- Pada ayat ini sebutan manusia mendahului sebutan jin, pada ayat–ayat 
lain jin disebut sebelum manusia . Sungguh hal ini sangat menarik untuk 
kita tadabburi atau kita hayati, ada isyarat apakah di balik sebutan 
manusia mendahului sebutan jin. Memang setan dari manusia lebih susah 
untuk diketahui dan dihindari, karena boleh jadi dia tampil lebih ‘alim, 
tuturkatanya sangat menakjubkan, bahkan sering tampil sebagai penasihat.
Maka sangat mungkin bagi orang yang kurang wawasan keislaman mudah 
terjebak dan tergoda hingga terjerumus ke dalam jurang kehancuran. Karena 
itu sebutan setan manusia disebut lebih dulu memberi isyarat betapa 
pentingnya bagi kita untuk lebih waspada, namun pada kenyataannya, malah 
sebaliknya. Hal itu boleh jadi akibat kurang mengerti siapa sebenarnya 
setan dari golongan manusia itu.
Menghindar dari setan manusia tidak cukup hanya dengan berlindung 
menyatakan mohon perlindungan kepada Allah, tetapi juga sangat penting 
untuk mengenal dan mamahami langkah-langkah setan tersebut, yaitu dengan 
menambah wawasan keisliman dan memperdalam ilmu tentang Al Quran dan 
Sunnah serta kejian terhadap sirah nabawiyah. Lalu, kita kaji banding 
antara prilakunya dengan akhlak Rasulullah saw. dan para sahabat.
- Setan dari golongan manusia adalah musuh para nabi. Jika tingkat para 
nabi saja telah dimusuhi setan-setan manusia, apalagi tingkatan umatnya 
yang sering mengalami penurunan keimanan, kurang wawasan keislaman dan 
tidak mendapat jaminan keselamatan aqidah karena tidak mendapat bimbingan 
langsung melalui wahyu Ilahi.
- Kata “sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain”. 
Praktik membisik tidak berarti dengan suara yang didekatkan kepada telinga 
hingga tidak terdengar selain oleh yang dibisikinya, tetapi juga memberi 
makna lain seperti setan-setan manusia juga punya tim atau kelompok yang 
memiliki profesi yang sama dan antara satu dengan yang lainnya saling 
tukar pengalaman bahkan menjadi satu organisasi yang solid untuk 
melaksanakan kegiatannya, hingga sulit diterka bila kegiatan tersebut 
membawa kepada perusakan.
- Bagaimana tidak, sungguh kata-kata mereka sangat menarik dan 
manakjubkan. Perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). 
Keluar dari lisan mereka nasihat-nasihat yang indah bahkan diperkuat 
dengan ayat-ayat Allah dan hadis Rasulullah saw. yang merupakan pegangan 
kaum muslimin di seluruh dunia. Mereka pun fasih membacakan ayatnya dan 
banyak hafalannya sehingga julukan ustadz atau kiyai tidak diragukan untuk 
ditujukan kepada mereka .
- Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Kita tidak 
hanya diperintah meninggalkan perkataan mereka, tetapi kita juga 
diperintah untuk meninggalkan mereka. Hal itu menunjukkan bahwa perkataan 
mereka sangat membahayakan. Sebenarnya, semua perkataan menyesatkan yang 
terlihat kotor pasti akan dijauhi orang yang sehat. Namun, jika perkataan 
itu dikemas dengan kata suci maka orang sehat pun dapat menerimanya.
- Dan apa yang mereka ada-adakan. Tentu jika yang mereka ada-adakan itu 
murni tanpa dikemas dengan tampilan yang menakjubkan atau tidak didukung 
dengan dalil yang meyakinkan maka orang lain pun akan menjauhinya meski 
tidak ada perintah Al Quran untuk menjauhinya. Turunnya perintah tersebut 
memberi isyarat adanya masyarakat yang kurang menyadari akan berbahayanya 
praktik penipuan yang dilakukan setan-setan manusia dan jin.
Berkaitan dengan sinyalemen di atas, Rasulullah saw. pun mengingatkan 
kepada seorang sahabat agar senantiasa waspada terhadap gangguan dan 
bahaya setan manusia dan jin. Sejajar dengan kandungan ayat di atas, Rasul 
pun menempatkan bahaya gangguan setan dari golongan manusia mendahului 
bahaya gangguan setan dari golognan jin. Rasulullah saw. bersabda:
Dari Abu Dzar berkata: aku mendatangi Rasulullah saw pada saat beliau 
berada di masjid. Aku duku (di dekatnya). Maka beliau bersabda: hai Abu 
Dzar, apakah kamu sudah melakukan shalat. Aku berkata: belum, beluau 
bersabda: berdirilah lalu shalatlah! Maka aku pun berdiri dan melakukua 
shalat. Kemudian aku duduk, maka beliau bersabda: hai Abu Dzar 
berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin. Aku 
berkata: wahai Rasulullah apakah dari golongan manusia ada setan? Beliau 
bersabda: ya. …… (HR. Ahmad)
Pelajaran dari hadis:
- Abu Dzar seorang sahabat yang terbina pada madrasah Rasulullah saw. 
Namun demikian, dia pun masih diingatkan akan bahaya setan manusia dan 
jin.
- Di samping kedudukan Abu Dzar sebagai sahabat, juga dia baru 
menyelesaikan ibadah shalat. Artinya dia mendapat pelajaran yang sangat 
penting dari Rasul saw. dalam kondisi suci, karena dia baru menyelesaikan 
ibadah shalat di masjid yang jauh dari perbuatan kotor dan keji.
- Pelajaran tersebut ternyata perintah untuk berlindung kepada Allah dari 
kejahatan setan. Hal ini memberi isyarat bahwa orang yang suka beribadah 
setingkat sahabat pun tidak luput dari sasaran setan.
- Yang menggoda orang yang baru selesai shalat adalah setan dari golongan 
manusia dan jin. Keduanya harus diwaspadai, namun kewaspadaan terhadap 
godaan manusia harus diprioritaskan, karena tipu daya setan jenis manusia 
lebih susah untuk diketahui akibat penampilannya yang tidak asing dan 
menggunakan argumentasi yang meyakinkan.
- Karena susahnya untuk diketahui, maka Abu Dzar pun mempertanyakan, 
apakah dari golongan manusia ada setan. Dengan dua teks di atas kita 
menemukan gambaran siapakah setan yang telah berhasil menggoda seorang 
hafizhah itu. Untuk lebih jelas lagi perlu kita kaji kasus lain yang 
terjadi akibat yang sama, yaitu:
Seorang wanita bertemu dengan seorang praktisi ruqyah yang mengatakan 
bahwa dalam diri wanita tersebut terdapat jin yang harus segera 
dikeluarkan dengan diruqyah. Dengan berita tersebut maka suaminya terkejut 
yang akhirnya dia sering menghubungkan berbagai prilaku isteri dengan jin, 
terutama jika dari prilaku wanita tersebut ada yang tidak disenanginya. 
Sementara wanita tersebut tidak merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. 
Dari hari ke hari maka keharmonisan keluarga pun mulai terusik dan 
permasalahan terus membesar. Ketika itulah setan dari golongan jin terus 
membisik ke dalam dada kedua pihak. Begitulah, salah satu program setan 
adalah mengganggu keharmonisan hubungan antara suami dengan isterinya. 
Allah berfirman:
Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, 
mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. (QS. 
2:102).
Bagian ayat di atas memberi penjelasan adanya sihir sejak zaman Nabi 
Sulaiman dan sihir tersebut menggunakan istilah yang dinisbatkan kepada 
Nabi Sulaiman walaupun jelas berlawanan dengan ajaran yang dibawanya. Maka 
tidaklah aneh jika sekarang ditemukan pembawa ajaran jahiliyah yang 
memisahkan seseorang dengan isterinya atau menjauhkan seorang hafizah 
dengan Al Quran, namun ajaran tersebut menggunakan ayat Al Quran dan 
sunnah Nabi saw. Itulah kecerdasan setan dari golongan manusia yang mesti 
diwaspadai sebagaimana Rasul saw. sabdakan kepada Abu Dzar.
Setan dari golongan manusia ternyata lebih berbahaya daripada setan dari 
golongan jin. Setan dari golongan jin selalu membisik ke dalam dada 
manusia dengan menggunakan cara yang gaib. Sedangkan setan dari golongan 
manusia dapat menggoda manusia dengan berkomunikasi langsung menyampaikan 
kalimat yang menarik dengan tampilan mempesona, mungkin menamakan diri 
sebagai orang pintar, dukun, para normal bahkan menamakan diri sebagai 
seorang tokoh agama yang menyampaikan doa-doa yang diambil dari Al Quran 
dan hadis Nabi.
Oleh karena, itu sangat penting bagi kita untuk lebih waspada menghadapi 
bahayanya dan yang lebih berbahaya lagi jika, tanpa disadari, kita sendiri 
terlibat di dalamnya atau termasuk golongannya.
Ya Allah kami berlindung padaMu dari tergelincir, tersesat, berbuat 
aniaya, dizalimi, bodoh dan dibodohi.
Kesimpulan:
* Seorang yang telah hafal Al Quran tidak berarti otomatis paham Al Quran. 
Demikian pula orang yang banyak hafal hadis belum tentu dia memahami dan 
mengamalkan hadis yang dihafalnya. Orang yang sudah hafal dan mengerti pun 
tetap harus waspada terhadap rayuan dan bujukan setan.
* Setan tidak selalu tersembunyi dan susah dilihat tetapi mungkin saja dia 
dapat dilihat dengan jelas namun kita tidak mengenalnya karena tampilannya 
sangat menarik, tutur katanya sangat menakjubkan bahkan menggunakan 
argumentasi yang meyakinkan. Dialah setan dari golongan manusia.
* Kita akan dapat mengenalnya dengan jelas setelah memperhatikan orang 
yang mengikutinya, yaitu membuat orang tersebut sibuk dengan hal yang 
tidak berarti; mengurangi amal shaleh yang biasa dilakukan sebelumnya; 
terganggu hubungan rumah tangganya; dan lain-lain.
* Adalah termasuk setan peruqyah yang menuduh ada jin pada seorang 
hafizhah dan seorang ibu rumah tangga, karena dengan tuduhan tersebut dia 
telah berhasil membuat seorang hafizhah dan seorang ibu menjauh dari 
kebiasaan baik yang biasa mereka lakukan sebelumnya.

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke