NEW YORK (SuaarMedia News) - Memiliki telepon seluler pintar semacam
Blackberry memang menyenangkan. Tak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat
untuk pekerjaan. Tak heran jika jumlah penggunanya terus meningkat di
seluruh dunia.

Namun, di balik nilai positif yang ditawarkan, perangkat canggih itu
ternyata menyimpan sejumlah efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan
penggunanya.





*1. Membuat ketagihan*

Perangkat telepon seluler pintar ini begitu mudah membuat pemiliknya merasa
kecanduan. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan, Blackberry dan
perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan,
namun berdampak buruk bagi kesehatan mental.

*2. Mengganggu tidur *

Dengan layanan internet 24 jam, perangkat Blackberry akan bergetar atau
berdering setiap saat, ketika ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap
saat pula, pengguna akan memainkan Blackberry-nya, termasuk ketika sudah
berada di tempat tidur. Tak jarang pula, pengguna begitu sensitif dengan
getar Blackberry, sehingga mudah terbangun dari tidur untuk membuka pesan
yang masuk.

Kebiasaan menyanding Blackberry di tempat tidur inilah yang akhirnya membuat
tidur tak berkualitas. Dampak selanjutnya, tentu menyerang kesehatan. Bukan
rahasia lagi bahwa rendahnya kualitas tidur berdampak negatif pada kesehatan
fisik dan mental.

Sebuah penelitian mengungkap, pengguna Blackberry yang memiliki kebiasaan
memainkannya sebelum tidur rentan mengalami insomnia, sakit kepala, dan
kesulitan berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Uppsala University di
Swedia menambahkan bahwa radiasi telepon seluler bisa mengganggu aktivitas
tidur.

*3. Memicu cemas*

Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi
sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas berkirim email, chatting,
hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di
mana saja. Banyak pula yang mengandalkannya untuk urusan pekerjaan.

Studi yang dilakukan MIT's Sloan School of Management pada 2007 mengungkap,
penggunaan Blackberry membentuk budaya stres di tempat kerja. Fasilitas
internet 24 jam yang dijagokan telepon seluler pintar itu mengacaukan waktu
luang pekerja. Tugas dan hal-hal yang menyangkut pekerjaan bisa hadir
kapanpun, termasuk kala sedang libur.

*4. Melemahkan otak *

Di balik kemudahan yang diberikan, Blackberry berisiko melemahkan daya
konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan
sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking) cenderung membuat
seseorang kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari
satu hal ke hal lain.

"Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi,
akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting
dengan cepat," kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis
di Maryland, Baltimore.

Untuk itu, ia menyarankan para pengguna Blackberry agar tak mengaktifkan
jaringan internetnya selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email,
misalnya satu jam sekali, atau dua jam sekali," kata Goodman. "Jangan
menjadikan diri sebagai budak getar atau dering Blackberry.".











-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Lo Fen Koei -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke