-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 19 Feb 2011 17:34:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Dua Ujian berat

Dua Ujian berat

By: M. Agus Syafii

Laki-laki separuh baya matanya menerawang menatap kedepan. Tak ada suara dan 
kata yang terucap, Wajahnya nampak sejuk dan damai. Hatinya tersenyum seolah 
bicara, tak ada hidup yang sempurna tanpa ujian. Sebagai seorang muslim beliau 
banyak diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kehidupan datar dan 
lurus lalu menanjak mencapai kesuksesan dalam karier. Pernikahannya penuh 
kebahagiaan. terasa semakin lengkap dengan kehamilan istri tercintanya. Buah 
hati yang didambakan bagi seluruh anggota keluarganya namun toh, Allah memiliki 
rencana lain.

Putra pertamanya, hanya bertahan 24 jam berjuang bertahan hidup. Kejadian itu 
benar-benar membuat hidupnya merasa terpuruk dalam kubangan yang penuh lumpur, 
terasa sesak untuk bernapas dan membuat perih dihati. Selama berbulan-bulan 
beliau mengurung diri meratapi sang buah hatinya yang telah pergi. Sungguh tak 
terduga. Kehilangan itu terjadi justru dipuncak kesuksesan kariernya. Kejadian 
itu menguji keimanannya bahkan terkadang menggugat keberadaan Allah, 'Kenapa 
Allah tidak adil pada kami?' begitu ucapnya.

Ujian keimanan berikutnya, justru menimpa pada istrinya. Istrinya terserang 
kista dirahimnya. Dokter memvonis istrinya berisiko tinggi jika hamil lagi. 
Tentu saja sebagai suami hal itu membuatnya sangat terpukul dengan pernyataan 
itu. Dia teringat bagaimana masa2 indah dilalui berdua & dirinya sangat 
khawatir terhadap kondisi sang istri. Kemudian dia berinisiatif untuk 
bershodaqoh ke Rumah Amalia. Sungguh menakjubkan, ternyata kista istrinya bisa 
sembuh tanpa harus operasi. Terlebih kehamilan yang kedua telah membuat 
hidupnya menjadi terasa bahagia. Kelahiran anak yang dinanti memhiasi indah 
hidup ini dengan penuh syukur.

Dua ujian berat semakin menyadarkan beliau dan keluarganya agar semakin 
mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terlebih dengan kehadiran 
sang buah hati, seolah diberikan anugerah yang tiada tara. Sehingga beliau 
berjanji tak akan pernah berhenti untuk bersyukur. Dengan bershodaqoh sebagai 
ungkapan syukur kepada Allah. Beliau bertutur malam itu di Rumah Amalia, ' Saya 
sadar, Allah itu Maha Baik. Allah selalu memberikan apapun yang kami mohonkan.' 
Subhanallah..

--
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman: 77)

Wassalam,
M. Agus Syafii
-
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. 
Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, 
Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, 
baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/




      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke