-

السلام عليكم ورحمته الله وبركا ته
 
semoga bermanfaat
wass....zainal
 
Berhias Diri dengan Akhlak yang Baik

Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf


Ketahuilah, menghiasi diri dengan akhlak yang baik termasuk unsur-unsur 
ketakwaan, dan tidak sempurna ketakwaan seseorang itu kecuali dengan 
akhlak yang baik. 

Allah Ta’ala berfirman:“…(Surga itu) disediakan bagi orang-orang yang 
bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu 
lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) 
orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali 
Imron: 133-134)

Dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap bahwa 
bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik termasuk pilar-pilar 
ketakwaan.

Apa keutamaan akhlak yang baik itu ? 

Ketahuilah, diantara keutamaannya adalah :

Pertama : Akhlak yang baik termasuk tanda kesempurnaan iman seseorang, 
sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang-orang 
mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” 
(Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohihul Jami’, No. 1241) 

Kedua : Dengan akhlak yang baik, seorang hamba akan bisa mencapai derajat 
orang-orang yang dekat dengan Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: ”Sesungguhnya 
seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik bisa mencapai derajat orang yang 
berpuasa dan qiyamul lail.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam 
Shahihul Jami’, No. 1937)

Ketiga : Akhlak yang baik bisa menambah berat amal kebaikan seorang hamba 
di hari kiamat, sebagaimana sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam : 
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika diletakkan di timbangan amal 
(di hari akhir) selain akhlak yang baik.” (Shahihul Jami’, No. 5602)

Keempat : Akhlak yang baik merupakan sebab yang paling banyak memasukkan 
manusia ke dalam surga. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah ketika 
ditanya tentang apa yang bisa memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau 
menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (Riyadhus 
Shalihin)

Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu ?

Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Akhlak yang baik diantaranya: menghormati, 
membantu dan menolong.” Ibnul Mubarak berkata: “Akhlak yang baik adalah: 
“berwajah cerah, melakukan yang ma’ruf dan menahan kejelekan (gangguan).” 
Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Akhlak yang baik adalah jangan marah dan 
dengki.” 

Al-Imam Muhammad bin Nashr mengatakan: “Sebagian ulama berkata: Akhlak 
yang baik adalah menahan marah karena Allah, menampakkan wajah yang cerah 
berseri kecuali kepada ahlul bid’ah dan orang-orang yang banyak berdosa, 
memaafkan orang yang salah kecuali dengan maksud untuk memberi pelajaran, 
melaksanakan hukuman (sesuai syari’at Islam) dan melindungi setiap muslim 
dan orang kafir yang terikat janji dengan orang Islam kecuali untuk 
mengingkari kemungkaran, mencegah kedzaliman terhadap orang yang lemah 
tanpa melampaui batas.”(Iqadhul Himam, hal. 279)

Bagaimana memperbaiki akhlak seorang hamba ?

Akhlak seorang hamba itu bisa baik bila mengikuti jalannya (sunnahnya) 
Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebab beliaulah orang yang terbaik 
akhlaknya. Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya engkau (wahai 
Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4). Allah 
Ta’ala juga menegaskan: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu 
suri teladan yang baik bagi kalian, (yakni) bagi orang yang mengharap 
(rahmat) Allah dan (datangnya) hari kiamat, dan dia banyak menyebut 
Allah.” (Al-Ahzab: 21)


Maka sudah selayaknya bagi setiap muslim mempelajari riwayat hidupnya dari 
setiap sisi kehidupan beliau (secara menyeluruh), yakni bagaimana beliau 
beradab dihadapan Rabbnya, kelurganya, sahabatnya dan terhadap orang-orang 
non muslim.


Salah satu cara untuk mempelajari itu semua adalah sering duduk (bergaul) 
dengan orang-orang yang bertakwa. Sebab seseorang itu akan terpengaruh 
dengan teman duduknya. Nabi bersabda: “Seseorang itu dilihat dari agama 
teman dekatnya. Karena itu lihatlah siapa teman dekatnya.”(HR Tirmidzi) 


Kemudian wajib juga bagi setiap muslim untuk menjauhi orang yang jelek 
akhlaknya. Mudah-mudahan dengan begitu kita termasuk hamba-hamba Allah 
yang menghiasi diri kita dengan akhlak yang baik. 

Wallahu waliyyut taufiq.
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke