Rabu, 09/03/2011 15:57 WIB 

Dianggap PSSI Tidak Resmi, Dubes RI untuk Swiss Membantah 
Andi Abdullah Sururi - detiksport



 

Description: http://images.detik.com/content/2011/03/09/76/SB-DS1.jpg
Sepp Blatter, Djoko Susilo (istimewa)

Jakarta - Situs resmi PSSI hari ini menulis bahwa pertemuan Dubes RI untuk
Swiss, Djoko Susilo, dengan Presiden FIFA Sepp Blatter bersifat tidak resmi
dan berlangsung singkat. Djoko membantah hal tersebut.

Djoko tadi malam membeberkan hasil pertemuannya dengan Blatter di markas
FIFA di Zurich, Swiss, Selasa (8/3/2011), antara lain bahwa Nurdin Halid
dilarang orang nomor satu di badan sepakbola dunia itu untuk mencalonkan
diri lagi sebagai ketua umum PSSI.

Menanggapi hal itu, situs PSSI hari ini, Rabu (9/3), merilis tulisan yang
menilai pertemuan tersebut tidaklah khusus dan hanya berlangsung singkat.
PSSI juga menyatakan bahwa acuan untuk Kongres tetaplah surat FIFA usai
sidang Komite Eksekutif pekan lalu. Mereka menepikan pernyataan Djoko bahwa
Blatter melarang Nurdin untuk maju lagi.

"Menurut keterangan Thierry Regennas, tidak ada pembicaraan resmi antara
Blatter dengan Dubes RI, mereka hanya mengobrol beberapa kalimat. Hasil
rapat Exco FIFA tetap menjadi acuan. Tidak ada perubahahan. Kepada Rita
Suibowo juga sudah disampaikan hal yang sama," demikian diungkapkan Dali
Tahir, Rabu pagi, mengutip pernyataan Thierry Regennas, direktur asosiasi
dan pengembangan FIFA.

Saat dihubungi detiksport via telepon, Rabu (9/3) pukul 15.25 WIB, reaksi
awal Dubes Djoko Susilo tentang pernyataan PSSI tersebut adalah tertawa.

"Singkat itu relatif. Yang jelas, saya bertemu Blatter hampir satu jam,
kurang lebih 55 menit. Resmi atau tidak resmi itu apa ukurannya? Yang pasti,
saya memperkenalkan diri kepada Blatter sebagai ambassador (duta besar),
perwakilan resmi dari pemerintah. Saya datang bukan sebagai Djoko, atau
mantan wartawan atau mantan anggota DPR, tapi sebagai perwakilan pemerintah.
Jelas itu," tutur Djoko.

Ia menceritakan lagi, bahwa pertemuannya dengan Blatter memang dalam nuansa
informal, akan tetapi isinya substansial. 

"Dalam istilah diplomasi, tidak semua mesti dilakukan secara formal. Justru
kebanyakan dalam suasana informal, lobi-lobi. Tapi apa yang kami bicarakan
substansinya jelas, yaitu menyangkut sepakbola Indonesia dan masalah di
PSSI."

Tentang Nurdin Halid yang tidak diucapkan oleh Blatter, Djoko membenarkan.
Tapi ia mengatakan, dirinya-lah yang menyebut secara eksplisit nama Nurdin,
dan Blatter langsung merespons.

"Saya katakan, apakah Nurdin Halid yang pernah dipenjara masih bisa ikut
pemilihan ketua umum? Blatter langsung menjawab dengan tegas, NO!" tukas
Djoko.

Djoko mengatakan, hari ini ia juga akan bertemu dengan Ketua Umum KONI/KOI
Rita Subowo yang secara terpisah juga telah bertemu Blatter di Zurich. "Saya
akan membahas dan cross check lagi dengan Ibu Rita hari ini."

Dalam pernyataannya Rita mengatakan, Blatter melarang Nurdin Halid, Nirwan
Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro untuk maju di bursa pemilihan
ketua umum PSSI.

( a2s / krs )

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke